Bisnis Ganja Laris Manis, Mike Tyson Kantongi Rp10 Milar Per Bulan

Robbi Yanto

VIVA – Legenda tinju dunia, Mike Tyson meraup US$500 ribu atau setara Rp10 miliar per bulan dari bisinis ganja yang dijalaninya. Tyson memiliki ladang ganja seluas 169 hektare di California. 

Bukan cuma itu, Tyson membuka perusahaan yang bergerak dibidang bisnis penjualan ganja pada 2016 silam dan membangun sebuah sekolah khusus budidaya tanaman ganja di tempat yang sama. 

Tyson terus mengembangkan usaha ganjanya tersebut di bawah perusahaan Tyson Holistic. Dia ingin produk ganjanya mendominasi pasar. Tyson juga sedang merencanakan akan membangun resor liburan mewah bertema ganja.

Saat ini, Tyson bersama perusahaanya sedang merencanakan pembuatan Cannabidol (CBD) dalam bentuk cairan berkualitas tinggi untuk keperluan medis. Tyson mengatakan, CBD sangat berguna bagi mereka untuk melawan kecanduan opium. Hal itu yang ia rasakan saat masih aktif menjadi petinju.

“Saya sudah berjuang selama 20 tahun dan tubuh saya sangat menderita. Saya menjalani dua operasi dan saya menggunakan ganja untuk menenangkan saraf saya, dan itu akan menghilangkan rasa sakitnya," kata Tyson, dikutip Daily Star.

“Tapi sebelumnya, mereka membuatku opiat, dan opiat itu membuatku semua kacau. Saya berantakan. Saya kelebihan berat badan. Saya babi, tinggi kokain," ucapnya.

Di sisi lain, industri ganja Tyson maju lantaran di negara bagian California melegalkan ganja. Belum lagi 11 negara bagian melegalkan ganja sebagai kebutuhan hiburan selain medis.

Dengan aturan itu, Tyson bisa mendistribusikan produk ganjanya ke negara bagian seperti Alaska, Colorado, Illinois, Maine, Maine, Massachusetts, Michigan, Nevada, Oregon, Vermont, dan Washington. 

Untuk penggemar Tyson di Indonesia, tentunya usaha sang idola tak bisa ditiru. Sebab, ganja di Indonesia ilegal. Jika nekat untuk membuat bisis ganja, pastinya bukan akan mendapatkan untung, tapi akan mendekam dipenjara puluhan tahun.