Bisnis Hotel Milik Donald Trump Terimbas Corona COVID-19, Akankah Dapat Bantuan?

Liputan6.com, Jakarta - Dilema dihadapi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Bisnis perhotelan, lapangan golf, hingga restorannya juga terimbas hebat akibat penyebaran corona COVID-19 yang semakin melebar.

Dilansir dari New York Times, Selasa (24/3/2020), Trump Organization telah merampingkan jumlah karyawan yang bekerja di hotel yang ada di New York dan Washington, menghentikan reservasi baru di hotel yang ada di Las Vegas, dan menutup lapangan golf di area Los Angeles dan Miami. Begitu pula dengan klub Mar-a-Lago juga ditutup di Florida yang biasanya mencapai kunjungan tertinggi di musim ini.

Pengetatan itu diperkirakan terus berlanjut pada hari-hari mendatang. Seorang eksekutif perusahaan menyebut upaya itu menjadi solusi terakhir untuk mempertahankan ribuan pekerja tetap dan pekerja kontrak dari PHK.

Portofolio perusahaan yang dimiliki Trump memiliki lebih dari belasan klub golf dan setidaknya dimiliki separuh atau mengoperasikan hotel bintang lima di Chicago, Hawaii, Las Vegas, New York, Vancouver, Washington, Irlandia dan Skotlandia.

Secara umum, perusahaan hanya membatasi operasi saat otoritas setempat memerintahkannya walau ada kondisi darurat yang meminta agar ada pembatasan pertemuan dan menutup bisnis yang tidak esensial. Dalam sebuah wawancara, Eric Trump, anak lelaki Presiden yang mengelola bisnis keluarga itu mengatakan perusahaan sebisa mungkin untuk tidak menutup usaha.

"Sebagai organisasi kami mengikuti perintah dan arahan pemerintah federal, negara bagian, dan lokal dengan sangat hati-hati," kata dia.

Maka, tidak heran bila sejumlah properti yang tetap buka terus mempromosikan bisnisnya di media sosial maupun lewat email. Pada Jumat pagi, 20 Maret 2020, Trup Golf Links yang berlokasi di Ferry Point bahkan mengundang tamu lewat Twitter untuk berolahraga di sana.

"Sedang mencari udara segar? Lapangan golf adalah tempat terbaik untuk melepas stres dan berlatih jaga jarak sosial #openingday," demikian kalimat promosi itu.

Hal yang sama juga dilakukan klub golf milik Trump di Hudson Valley, New York. Sempat ditutup selama musim dingin, tempat itu kembali dibuka untuk para anggotanya pada Rabu pekan lalu sebagai obat untuk demam kabin.

"Gubernur Cuomo merekomendasikan agar kami menggunakan ruang publik dan taman untuk olahraga dan rileksasi," kata pengelola klub itu. "Dengan pertimbangan ini, kami membuka lapangan golf untuk memberi Anda kesempatan untuk keluar rumah dan menikmati alam bebas."

Dapat Bantuan?

Ekspresi Presiden AS Donald Trump saat menghadiri National Prayer Breakfast atau Sarapan Doa Nasional di sebuah hotel di Washington DC (8/2). (AFP Photo/Mandel Ngan)

Trump Organization mencoba menghindari penutupan yang dialami oleh jejaring hotel mewah lainnya, seperti Hilton, yang terjadi di sejumlah kota besar dunia. Kebijakan penutupan itu tak bisa dihindari oleh jejaring hotel yang bergantung pada kehadiran tamu bisnis maupun liburan.

Namun, Eric Trump menjelaskan tak seperti jaringan hotel besar lainnya, perusahaannya memiliki fleksibilitas untuk membuat keputusan sesuai kasus per kasus.

"Seluruh rekan dalam perusahaan kami adalah keluarga dan kami menunggu momen pandemi ini bisa ditaklukkan sehingga kami dapat membuka kembali dan kembali bekerja, menjalankan aset terbaik di dunia," kata Trump.

Maka itu, pihaknya tetap menerima reservasi baru di hotel yang berada di Chicago dan Central Park West di New York. Tetapi, jumlah karyawan dikurangi, 40 karyawan dirumahkan, dan mengurangi jam operasional.

Terkait situasi tak menguntungkan itu, Presiden Trump dihadapkan dilema. Sejumlah wartawan yang berusaha mengonfirmasi apakah ia akan menerima bantuan dari negara bila skema dana talangan disetujui oleh senat. Apa jawabannya?

"Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump di Gedung Putih. "Kami juga memiliki sejumlah perusahaan besar."

Itu kedua kalinya Trump tak menjawab tegas atas isu yang sangat sarat konflik kepentingan. Ucapan yang sama dilontarkannya pada Sabtu, pekan lalu.

"Aku tak tahu," ujarnya. "Aku hanya tak tahu apakah bantuan pemerintah akan juga disalurkan ke (bisnis) yang kumiliki. Aku punya hotel-hotel. Semuanya tahu aku punya hotel ketika aku terpilih. Mereka tahu aku orang sukses sebelum terpilih jadi presiden," tambahnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: