Bisnis inkubasi PT Semen Padang bukukan pendapatan Rp5,42 miliar

·Bacaan 3 menit

PT Semen Padang terus meningkatkan performa bisnisnya dengan mendorong inovasi produk dan layanan melalui pengembangan bisnis inkubasi non semen yang dari Januari hingga September 2021 mampu membukukan pendapatan Rp5,42 miliar.

“Pengembangan bisnis inkubasi non semen ini dikelola PT Semen Padang melalui departemen tersendiri sejak 2019. Namun embrionya sebenarnya sudah terbentuk sejak tahun 1989," kata Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati di Padang, Senin.

Menurut dia, lewat keberadaan bengkel fabrikasi telah melakukan fabrikasi peralatan material handling pabrik semen, seperti rubber belt conveyor, screw conveyor, bucket elevator dan pneumatic gravity conveyor.

"Upaya PT Semen Padang dalam pengembangan produk dan jasa layanan ini juga sejalan dengan transformasi di holding Semen Indonesia Grup, yang telah berkembang menjadi perusahaan penyedia solusi building material melalui pengembangan produk, jasa dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat," kata dia.

Sementara Kepala Departemen Bisnis Inkubasi Non Semen PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menambahkan dari Januari hingga September 2021, bisnis dan jasa non semen merealisasikan pendapatan pendapatan sebesar Rp5,42 miliar.

“Pendapatan dari produk non semen itu akan terus bertambah hingga akhir tahun, seiring masih adanya sejumlah proyek yang hingga kini masih dalam proses. Apalagi di tahun ini, Departemen Binis Inkubasi Non Semen menargetkan pendapatan sebesar Rp6,4 miliar,” katanya.

Ia merinci pendapatan Rp5,42 miliar hingga September itu terealisasi melalui sejumlah proyek, seperti pembuatan dan pemasangan Shell Kiln Tonasa, serta jasa repair cooler Shell Kiln 3 PT Semen Tonasa.

Kemudian, proyek pemasangan instalasi Shell Kiln SBI Cilacap PT Solusi Bangun Indonesia, pekerjaan Coating peralatan PT Marnatha Bangun Sentosa, dan proyek pembuatan shaft, repair impeller PT Padang Raya Cakrawala.

"Selain itu, juga melalui proyek overhaul electric motor untuk PLTU Ombilin dan beberapa perusahaan lainnya, serta pekerjaan machining komponen untuk PT Padang Raya Cakrawala, dan lain sebagainya," kata dia.

Pri Gustari menyebutkan bengkel fabrikasi (workshop) PT Semen Padang telah memproduksi peralatan utama pabrik semen seperti Kiln dan Cement Mill Tube. Peralatan yang diproduksi tersebut selain dipakai untuk pabrik PT Semen Padang sendiri, juga di fabrikasi untuk pabrik semen lain.

Di antaranya, untuk PT Semen Baturaja, PT Semen Tonasa, Lambda Cemex Bangladesh dan juga untuk PT Semen Andalas yang kini berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Andalas," ujarnya.

Selain melayani jasa dan fabrikasi non semen, Departemen Bisnis Inkubasi Non Semen juga memproduksi split, dan produk turunan semen, seperti interlock brick dan porous concrete (beton berpori).

Untuk split yang diproduksi oleh tambang PT Semen Padang, merupakan split terkuat dan terbaik, karena material yang dimiliki adalah material terbaik dan memenuhi standar nasional.

Kemudian interlock brick, produk ini dinilai akan membuat pengerjaan dinding rumah hemat hingga 20 persen dibandingkan dengan bata. Sedangkan untuk porous concrete dapat mencegah genangan air.

"Porous concrete ini sangat cocok untuk area parkir dan kawasan rawan banjir," ujar Pri.

Interlock brick dan porous concrete, merupakan inovasi terbaru tahun 2019. Dalam waktu dekat ini, kedua produk turunan semen ini akan segera di pasarkan. Bahkan kedua produk turunan ini sudah ada contohnya.

"Untuk porous concrete, contohnya ada di area pelataran Kantor Dekopin Ulak Karang. Kemudian interlock brick, rumah contohnya juga sudah ada di Perumahan Aro Suka Permai, Kabupaten Solok," ujarnya.

Baca juga: Realisasi ekspor PT Semen Padang hingga September capai 484 persen

Baca juga: PT Semen Padang raih penghargaan pertambangan dari Kementerian ESDM

Baca juga: PT Semen Padang ekspor semen dan klinker 111 ribu MT pada Agustus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel