Bisnis Model Ecommerce Toko Online Vs Marketplace

StartupBisnis

Editorial notes : Di beberapa artikel Startupbisnis, kami membahas tentang cara membuat toko online, Fred Wilson - Venture Capitalist dari Union Square Venture yang melakukan investasi ke beberapa startup di US seperti Twitter, Etsy, Tumblr, Codeacademy. Fred memiliki pendapat dan insight penting mengenai bisnis model ecommerce yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat juga bahwa pendapatnya adalah dalam konteks market di US yang perlu penyesuaian pengetahuan lokal, misalnya : seberapa ketat persaingan SEO di US dibandingkan di Indonesia ? Jika Anda perlu berinteraksi dengan entrepreneur lain bisa melalui forum Startupbisnis.

“Commerce” atau perdagangan telah menjadi model bisnis tertua. Menjual sesuatu kepada seseorang. Pendapatan e-commerce mencapai $ 200 miliar di Amerika Serikat pada 2011 dan tumbuh hampir 10% per tahun. Pendapatan e-commerce global setidaknya dua kali lipat, mungkin sebanyak $ 500 miliar. Menjual sesuatu kepada seseorang secara online adalah bisnis besar dan semakin besar.

Ritel adalah komponen terbesar dari pasar e-commerce online. Ritel adalah membeli produk dengan harga grosir dan menjualnya kepada pembeli. Ritel melibatkan stock. Anda menyimpan stok barang sehingga Anda dapat menyediakan barang dengan cepat kepada pembeli.

Amazon adalah toko ritel terbesar di dunia. Mereka kira-kira 10% dari pasar e-commerce global.

Ritel adalah bisnis yang sulit. Perbedaan harga antara yang Anda beli di grosir dan menjualnya secara eceran disebut marjin kotor Anda. Amazon memiliki gross margin antara 20% dan 25% tergantung pada musim apa tahun itu. Pada musim libur amazon memiliki margin kotor terendah karena ritel meminta persenan yang lebih besar untuk pendapatan. Untuk skala sebesar Amazon, margin kotor 25% berubah menjadi banyak sekali uang. Tapi toko online kecil bisa dibilang struggling dengan margin tersebut. Mari kita bayangkan sebuah pengecer sepeda di Internet dengan $ 50m pendapatan setahun. Kedengarannya bagus. Tapi itu berarti pendapatan kotor sebesar $10m atau 12m$ setahun . Sisanya keluar untuk produsen sepeda. Dan kemudian pengecer harus membayar untuk situs web, akuisisi traffic, staf untuk mengoperasikan bisnis dan banyak lagi. Margin sebelum pajak untuk pengecer online biasanya akan berada di sub kisaran 10%, sering kali kurang dari 5%. Ini adalah bisnis yang pasti, tapi tidak mudah.

Alasan bahwa ritel online tidak mudah adalah sulit untuk membedakan satu dan yang lain. Anda ingin sepeda gunung baru? Buka Google dan melihat apa yang ada di luar sana.

6a00d83451b2c969e2017ee6567ea1970d-500wi
6a00d83451b2c969e2017ee6567ea1970d-500wi

Ritel selalu mengandalkan lokasi untuk mendapatkan marjin yang besar. Tidak ada “lokasi” di Internet selain SEO (Search Engine Optimization). Margin kotor secara online akan lebih rendah daripada di dunia nyata. Dan di atas itu, Anda memiliki pengeluaran modal yang diperlukan untuk menyimpan stock di gudang dan biaya yang terkait lainnya seperti stock yang tidak terjual. Dan kemudian ada biaya pengiriman yang menaikkan harga untuk pembeli.

Memang ritel itu memiliki pasar yang besar, tetapi tidak mudah.

Selain ritel, ada sejumlah cara lain untuk mendapatkan keuntungan di Internet. Yang berikutnya adalah marketplace. marketplace adalah tempat di mana pembeli dan penjual berkumpul untuk bertransaksi. marketplace selalu ada di dunia offline. Dan tahukah Anda bahwa Internet adalah tempat yang bagus untuk menciptakan marketplace. Dan marketplace memiliki perhitungan ekonomi yang lebih baik. Tidak ada marjin kotor untuk operator marketplace, hanya biaya transaksi. Tidak ada stock persediaan. Tidak ada biaya pengiriman. Semua biaya-biaya ditanggung oleh penjual.

Salah satu cara untuk menghindari masalah margin kotor dan masalah diferensiasi di internet (terutama ecommerce) adalah Anda membuat semua barang yang Anda jual dan membangun brand sendiri. Ini disebut vertically integrated retail atau “ritel yang terintegrasi secara vertikal” dan itu adalah tren yang berkembang dalam e-commerce online.

Contoh yang bagus dari model ini adalah Warby Parker yang membuat dan menjual kacamata fashion. Warby Parker tidak memiliki toko (setidaknya mereka tidak punya ketika mereka memulai). Internet adalah toko mereka. Vertically integrated retail memiliki perhitungan ekonomi yang lebih baik karena produk Anda tidak di – “komoditasasi” oleh Google dan search engine lainnya.

Pembeli yang ingin membeli produk Anda, harus datang ke website Anda untuk membelinya. Tapi bisnis ini memiliki masalah lain. Membangun brand bukan hal yang mudah, terutama dari awal berdiri. Manufaktur barang juga merupakan tantangan tersendiri. Biaya modal tetap tinggi karena Anda masih perlu untuk menyimpan stok barang. Dan Anda dapat menghadapi kerugian jika stock yang Anda simpan sudah tidak trends lagi.

Jenis lain dari ritel adalah penjualan flash dan daily deals. Ini bukan konsep baru di Internet. Selalu ada clearance sales atau cuci gudang di dunia ritel. Tetapi kehadiran internet bisa mendorong transaksi yang ada menjadi lebih cepat. Sebuah startup Perancis,Vente-Privee, membawa konsep penjualan flash ke Internet lebih dari sepuluh tahun yang lalu dan telah diadopsi secara luas di seluruh dunia, khususnya dalam lima tahun terakhir. Flash sales memiliki ekonomi yang lebih baik dibandingkan ritel tradisional. Mereka sering memperoleh produk dengan harga diskon. Biaya persediaan yang lebih rendah karena mereka “membuang” produk dengan cepat. Dan tidak ada persaingan loyalitas pembeli di Google setiap hari. Website flash sales memanfaatkan Email marketing untuk membawa pelanggan mereka kembali lagi dan lagi. Masalah dengan penjualan flash adalah pembeli yang sustain. Sulit untuk mempertahankan bisnis penjualan seperti ini selama bertahun-tahun.

Lelang / auction adalah cara lain untuk mendorong e-commerce online. eBay adalah perusahaan utama dalam kategori ini. Yang menyenangkan tentang lelang adalah mereka menetapkan time frame yang berjalan menuju harga yang diinginkan. Ini seperti game adiktif dan menarik. Lelang bekerja sangat baik di pasar-pasar di mana terdapat barang-barang unik untuk dibeli dan dijual. Namun, lelang online juga tidak semudah itu, banyak pembeli yang lebih ingin membeli langsung tanpa harus mengikuti prosedur online. Nampaknya revenue ebay dari lelang sangat kecil dibandingkan revenue dari sumber yang lain.

Revenue hackpad model memberikan informasi singkat mengenai bisnis model online yang tidak dibahas di sini.

Singkatnya, ecommerce merupakan model pendapatan online terbesar dan paling umum. Tapi itu tidak mudah untuk mendapatkan menguntungkan. Meskipun telah ada investasi venture capital yang cukup besar di sektor ini, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga : Cara Membuat Toko Online : Kenapa Harus Ecommerce