Bisnis Moncer, CEO Apple Tim Cook Raih Kompensasi Rp 1,4 Triliun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, New York - CEO Apple Tim Cook mendapatkan kompensasi hampir USD 100 juta atau sekitar Rp 1,43 triliun (asumsi kurs Rp 14.350 per dolar AS) pada 2021. Kompensasi yang Tim Cook terima meningkat enam kali lipat dari tahun sebelumnya.

Melihat kondisi tersebut, tampaknya Tim Cook menjalani tahun yang sangat baik. Adapun kompensasi itu diketahui berdasarkan pernyataan yang diajukan oleh Apple pada Kamis,6 Januari 2021. Di sisi lain, Apple telah menjadi perusahaan pertama dengan valuasi USD 3 triliun di dunia.

Adapun paket gaji Tim Cook USD 98,7 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun sebagian besar terdiri dari saham senilai USD 82 juta. Di luar itu, Tim Cook terima gaji pokok 3 juta, bonus USD 12 juta dan pengeluaran perusahaan antara lain jet pribadi dan keamanan. Demikian mengutip dari laman CNN, ditulis Minggu (9/1/2022).

Total kompensasi Tim Cook 1.447 kali gaji rata-rata karyawan Apple sebesar USD 68.254 atau sekitar Rp 979,46 juta. Apple mengatakan jumlah ini didasarkan pada perhitungan baru untuk rata-rata gaji karyawan.

Lonjakan kompensasi yang didapatkan Cook ini terjadi saat bisnis Apple sedang moncer. Apple membukukan rekor laba dan pendapatan pada 2021 yang didorong kekuatan dari bisnis inti iPhone dan layanan berlangganannya.

Pada tahun lalu menandai satu dekade sejak Cook ambil peran sebagai CEO dari mendiang salah satu pendiri Apple Steve Jobs.

Waktu Cook berada di posisi teratas di Apple membuat dirinya menjadi miliarder. Sebelumnya ia berjanji untuk memberikan semua kekayaan, setelah bayar uang kuliah keponakannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kapitalisasi Pasar Apple Terdongkrak

CEO Apple Tim Cook meluncurkan iPhone 13 baru selama acara khusus di Apple Park di Cupertino, California (14/9/2021). Apple resmi meluncurkan iPhone terbarunya dalam acara bertajuk
CEO Apple Tim Cook meluncurkan iPhone 13 baru selama acara khusus di Apple Park di Cupertino, California (14/9/2021). Apple resmi meluncurkan iPhone terbarunya dalam acara bertajuk

Sebelumnya, Apple kembali sempat melampau catatan rekor kapitalisasi pasar USD 3 triliun atau setara Rp 43.105 triliun (asumsi kurs Rp 14.368 per dolar AS) pada Selasa, 5 Januari 2022. Namun, saham Apple kembali tergelincir.

Perusahaan di bawah pimpinan Tim Cook meroket tipis USD 182,94 atau setara Rp 2,61 juta. Sebelumnya saham Apple sentuh USD 182,63. Saham Apple ditutup di level USD 182,86.

Kontrak Apple merupakan opsi saham AS kedua paling efektif dalam perdagangan pada Selasa, 5 Januari 2022, menurut dara Options Clearing Corp (ICC) pada 8,21 ET. Posisi pertama bertengger perusahaan milik Elon Musk, Tesla. Kontrak Apple tertinggi adalah opsi panggilan pada 20 Januari dengan nilai kesepakatan mencapai USD 200, data Refinitiv.

Refinitiv pun melaporkan perusahan yang berbasis di California ini menyumbang hampir 7 persen dari indeks S&P 500. Dengan kata lain, tertinggi untuk satu saham pada saat indeks acuan bertengger di puncak.

Pandemi COVID-19 menjadi katalis lonjakan permintaan iPhone, Macbook dan iPad. Otomatis menyokong nilai kapitalisasi pasar Apple melewati USD 2 triliun atau setara Rp 28,7 kuadriliun. Prestasi ini tercatat pada Agustus 2020 kemudian melanjutkan perkembangan setelah 16 bulan.

“Apple menjadi salah satu perdagangan pandemi utama bagi banyak orang dan saat pasar keluar dari pandemi pembuat iPhone akan sedikit kesulitan," ungkap analis pasar senior di Oanda di New York, Edward Moya, mengutip dari laman ChannelNewsAsia, Selasa, 5 Januari 2022.

Moya menambahkan, terobosan produk besar berikutnya masih jauh. Bahkan kesukaran ini akan kian kompleks pada empat sampai lima tahun daripada kesusahan dalam dua-tiga tahun mendatang.

Apple berencana memperluas ke dalam sektor otomotif seperti mobil self-driving dan augmented reality. Hal ini bertujuan agar pendapatan entitas tidak hanya bergantung pada penjualan iPhone yang menghasilkan lebih dari setengah pendapatan perusahaan.

Khususnya saham Apple dengan bernilai lebih dari indeks regional utama di kawasan Eropa. Mulai dari FTSE 100 Inggris, CAC 40 Prancis, DAX Jerman, IBEX 35 Spanyol, dan FTSE MIB Italia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel