Bisnis Otomotif Loyo, Pembiayaan Baru Adira Finance Cuma Rp13 T

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli, mengungkapkan sepanjang sembilan bulan tahun ini total penyaluran pembiayaan baru yang berhasil dilakukan pihaknya tercatat hanya mencapai Rp13,3 triliun.

Hafid mengakui, capaian ini tercatat mengalami penurunan sebesar 53 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Penurunan penyaluran pembiayaan baru ini sejalan dengan lemahnya kinerja penjualan industri otomotif, akibat kontraksi ekonomi dalam enam bulan terakhir," kata Hafid dalam telekonferensi, Selasa 3 November 2020.

Dengan demikian, Hafid menjelaskan bahwa total piutang yang dikelola pihaknya juga mengalami penurunan sebesar 14 persen secara year-on-year, menjadi Rp46,1 triliun hingga akhir September 2020.

Secara keseluruhan, selama sembilan bulan di 2020, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp6 triliun, untuk pembiayaan sepeda motor. Rinciannya, pembiayaan untuk sepeda motor baru sebesar Rp4,9 triliun, dan pembiayaan untuk sepeda motor bekas yakni sebesar Rp1,1 triliun.

Sementara untuk penyaluran pembiayaan mobil yakni mencapai sebesar Rp4,9 triliun, yang terdiri dari pembiayaan mobil baru sebesar Rp2,9 triliun dan pembiayaan mobil bekas sebesar Rp2 triliun.

"Sementara penyaluran pembiayaan non-automotive tercatat mencapai sebesar Rp2,4 triliun hingga akhir September 2020," ujar Hafid.

Karenanya, agar dapat mendorong kinerja penjualan, Adira Finance telah melakukan inisiatif dengan mengadakan program marketing yang menarik. Misalnya seperti Sobat, Tepat Mantap, Adirapoin, dan Undian Seru Adiraku untuk meningkatkan penjualan.

"Di samping itu kami juga terus melakukan inovasi dalam meningkatkan saluran distribusi dengan mengoptimalkan berbagai media digital, platform online, dan pameran virtual sebagai kanal pemasaran dan distribusi perusahaan," ujarnya.

Diketahui, perekonomian Indonesia yang melemah berdampak terhadap penjualan industri otomotif, sehingga menyebabkan kontraksi yang cukup dalam baik di segmen sepeda motor maupun mobil. Penjualan industri mobil baru ritel tercatat turun sebesar 46 persen secara year-on-year, menjadi 407 ribu unit di sepanjang sembilan bulan 2020.

Secara keseluruhan, penurunan terbesar didominasi segmen mobil baru penumpang sebesar 48 persen year-on-year menjadi 304 ribu unit, diikuti segmen mobil baru komersial yang juga turun 41 persen year-on-year menjadi 103 ribu unit.

Sementara itu, penjualan industri sepeda motor baru ritel juga mencatatkan penurunan sebesar 40 persen menjadi 2,9 juta unit, di sepanjang Januari hingga September 2020. (ren)