Bisnis properti Bekasi merangkak naik usai dihantam pandemi

·Bacaan 2 menit

Bisnis properti di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai merangkak naik usai dihantam pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu dengan mencatatkan diri sebagai salah satu sektor penyumbang investasi tertinggi daerah itu.

"Tak hanya properti tapi kami optimis tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan ekonomi nasional yang tentu saja akan berdampak di daerah termasuk Kabupaten Bekasi," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Sutia Resmulyawan di Cikarang, Sabtu.

Dia mengatakan secara keseluruhan investasi di sektor properti menjadi salah satu yang tertinggi di Kabupaten Bekasi bersama sektor industri otomotif.

Baca juga: Kabupaten Bekasi kawasan layak anak didukung LIppo Cikarang

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi pada triwulan I 2021, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berada pada peringkat dua terbesar dengan prosentasi 11,9 persen.

"Ini menjadi suatu nilai positif tentu saja di mana Kabupaten Bekasi dipercaya oleh para investor untuk menanamkan modalnya," katanya.

Sutia mengaku sebagai salah satu daerah penyangga ibukota, sektor properti di Cikarang begitu diminati terutama hunian vertikal. Berbagai pengembang kini berlomba mendirikan hunian vertikal dengan menawarkan lokasi yang strategis.

"Biasanya mereka menawarkan lokasi yang berdekatan dengan pintu tol, stasiun, atau pusat perbelanjaan. Lokasi ini menjadi menarik, terlebih bagi mereka yang setiap hari harus bekerja di Ibu Kota," katanya.

Tingginya minat hunian vertikal ini diamini para pengembang bahkan mereka mengklaim mampu melakukan serah terima hingga 3.100 unit pada tahun depan.

"Kami menargetkan 3.100 unit dari delapan tower tahun depan akan diserahterimakan ke konsumen. Saat ini sedang dalam pengerjaan," kata Chief Marketing Officer Meikarta Lilies Surjono usai gathering akhir tahun bersama konsumen.

Baca juga: Pemkot Bekasi raih dua penghargaan inovasi Jawa Barat

Ke delapan tower yang tengah dibangun itu berada pada Distrik 2. Lilies menyebut sampai dengan akhir tahun 2021 ini delapan tower itu telah melakukan topping off atau tutup atap. Dengan demikian semua pekerjaan struktural untuk keseluruhan menara tersebut telah selesai dan dilanjutkan dengan penyelesaian akhir.

"Untuk Distrik 2, kami akan meneruskan penyelesaian fasad-fasad gedung dan finishing unit apartemen bagian dalam," katanya.

Sedangkan untuk Distrik 1, kata dia, pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan enam tower dengan 1.500 unit yang telah diserahterimakan.

"Dalam kesempatan yang baik ini kami juga menginformasikan update progres untuk Distrik 1 sudah 1.500 unit lebih yang telah diserahterimakan kepada konsumen. Sebanyak 800 penghuni di antaranya telah aktif atau telah ditinggali," kata dia.(KR-PRA).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel