Bisnis Ustaz Yusuf Mansur di Mata OJK

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNnews.com
    Garut Bisa Ekspor Hasil Laut 40 Ton Per Bulan

    TRIBUNNEWS.COM - Andalan Garut adalah ikan layur. Dalam sehari saat musimnya, kami dapat mengirimkan 20 ton ikan …

PLASADANA.COM - Kendati bisnis investasi yang dilakukan oleh ustaz kondang Yusuf Mansur beromset miliaran dan melibatkan banyak nasabah, tapi rupanya tidak masuk dalam pengawasan OJK.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sri Wahyuni Widodo mengatakan, pihak-pihak yang berada dalam pengawasan dan otoritasnya hanya badan usaha bukan atas nama pribadi. Sehingga, kata dia, bisnis yang dilakoni oleh  Yusuf Mansur bukan wilayah kewenangan OJK untuk mengawasinya.

"Kalau secara aturan, bisnis yang dijalankan Ustaz Yusuf Mansur bukan merupakan wewenang OJK untuk mengawasinya," ujar Sri di Jakarta, Selasa (11/6).

Untuk itu, lanjut Sri, risiko yang akan diterima masyarakat atas keikutsertaan dalam bisnis tersebut menjadi tanggung jawab masyarakat sepenuhnya. Karena, kata dia, OJK tidak dapat terlibat dalam pengawasan ataupun perlindungan dalam bisnis kolektif tersebut.

"Makanya secara preventif kami terus ingatkan masyarakat agar memahami produk dan risiko sebelum melakukan investasi," ucap Sri.

Meski demikian, lanjut Sri, pihaknya bisa saja melakukan tindakan atas praktek bisnis yang dilakukan oleh Ustaz Yusuf Mansur. Asalkan, kata dia, terdapat banyak pengaduan dari masyarakat terkait adanya penyimpangan atas praktek bisnis tersebut.

"OJK tidak bisa langsung mengatakan itu ilegal atau tidak, harus diteliti apakah ada aturan hukum yang dilanggar atau tidak," tandas Sri.

Sekadar informasi, ustad Yusuf Mansur membuka bisnis investasi yang dikelolanya sendiri tanpa memakai lembaga apapun.

Rencananya Ustaz Yusuf Mansur akan membangun Hotel apartemen Haji dan Umroh yang biayanya sebesar Rp 150 miliar. Untuk membiayai pembangunan tersebut ustad Yusuf Mansur membagi kedalam 12.500 lembar patungan usaha yang harga tiap lembarnya senilai Rp 12 juta.

Peserta Patungan akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil sebesar 8 persen per tahun dari modal yang di investasikan. Selain itu, peserta akan mendapatkan pengembalian dana investasi (CASH BACK) setelah 10 Tahun, selanjutnya peserta tetap mendapatkan bagi hasil usaha.

Penulis: Heru Budhiarto

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...