Bisnis Wig di Jepang Makin Berkembang Saat Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejak pandemi corona Covid-19 dimulai sekitar setahun lalu, banyak bisnis berjuang untuk bertahan sambil memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Selain itu, banyak juga yang terpaksa membatasi jam kerja atau bahkan menutup usaha.

Perubahan gaya hidup di masa pandemi, yakni bekerja dari rumah dan menghindari kerumunan, menurunkan permintaan produk dan layanan. Imbasnya, pengecer pakaian terkemuka Jepang Aoki merugi 11,4 miliar yen antara April dan Desember tahun lalu. Pembuat sepatu resmi Regal Corporation juga merugi sebesar 2,6 miliar yen, dan terpaksa merumahkan 100 orang karyawan.

Namun, ada satu industri yang mengejutkan berkembang di tengah pandemi: industri wig atau rambut palsu. Artnature, perusahaan wig mengalami peningkatan penjualan mulai Oktober 2020.

Secara keseluruhan penjualan wig pria antara Oktober 2020 dan Februari 2021 melonjak menjadi 145,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Mengapa wig begitu diminati selama pandemi, padahal banyak orang yang tinggal di rumah?

"Kami belum menanyakan secara langsung kepada pelanggan kami, tetapi kami yakin bahwa, untuk pria berusia 40an dan 50an, mereka kian sadar akan rambutnya yang berkurang, sehingga banyak yang membeli wig," jelas pihak Artnature.

Tak Bisa Sembunyikan Rambut

Ilustrasi potongan rambut airy bob. (dok. pexels/Luis Quintero)
Ilustrasi potongan rambut airy bob. (dok. pexels/Luis Quintero)

Intinya, Artnature berpikir bahwa pria Jepang mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk melihat keadaan rambut mereka. Akibatnya, menjadi lebih sadar diri tentang hal itu, itulah sebabnya mereka membeli begitu banyak wig.

"Berkat pandemi, ada lebih banyak kesempatan untuk melihat diri sendiri, Anda tidak dapat menghindarinya. Orang-orang yang membeli wig mungkin dapat melihat kepala mereka bahwa mereka botak. Itu benar ... ketika saya melihat diri saya di cermin, saya cenderung menjadi lebih sadar akan penampilan saya."

Artnature juga percaya bahwa memiliki sedikit kesempatan untuk pergi keluar juga membuat orang ingin berdandan. Mereka juga memberikan perhatian pada rambut mereka.

"Anda bisa menyembunyikan wajah dengan masker, tetapi Anda tidak bisa menyembunyikan rambut, jadi kami yakin banyak pelanggan juga memberikan perhatian ekstra pada rambut mereka pada kesempatan langka mereka pergi keluar," katanya.

Bisnis Game di Indonesia

Infografis Bisnis Game di Indonesia (Liputan6.com/Deisy Rika)
Infografis Bisnis Game di Indonesia (Liputan6.com/Deisy Rika)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: