Biyan tuangkan rindu lewat koleksi "Renjana"

Perancang Biyan Wanaatmadja menuangkan kerinduannya terhadap wastra Nusantara dalam koleksi musim panas 2023 "Renjana" yang dihadirkan secara langsung di peragaan busana, Senin (11/7) malam, momen langka setelah pandemi membuat segala sesuatu dilakukan secara virtual.

Baca juga: Dwi Sasono dan kecintaannya gunakan produk dalam negeri

"Saya bersyukur bisa mulai membuat show onsite," kata Biyan dalam konferensi pers di hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Senin (11/7).

Kondisi penuh keterbatasan di tengah COVID-19 membuat Biyan menyibukkan diri di perpustakaan, mencari aneka referensi dari buku-buku kuno Indonesia dan menemukan hal-hal menarik yang dulu terlewatkan. Gagasan yang didapatnya dari buku-buku yang diburunya dari berbagai pelosok dunia melahirkan inspirasi untuk "Renjana", sebuah paduan dari rasa hati yang kuat antara rindu dan cinta kasih Biyan terhadap Wastra Nusantara.

Baca juga: Athan Siahaan pukau pecinta fesyen di Indonesia Fashion Week 2022

Koleksi "Renjana" dari perancang Biyan Wanaatmadja, Hotel Intercontinental Jakarta, Pondok Indah, Senin (11/7/2022) (ANTARA/HO)
Koleksi "Renjana" dari perancang Biyan Wanaatmadja, Hotel Intercontinental Jakarta, Pondok Indah, Senin (11/7/2022) (ANTARA/HO)

Corak tenun ikat Sumba dibuat dengan gaya lebih segar, motif tampan lampung, corak polkadot dan motif garis disusun jadi cerita kolase wastra individual. Koleksi teranyar perancang yang belajar fesyen sejak 1977 ini penuh warna, mulai dari warna alam hingga warna mencolok seperti fuschia dan kuning terang.

Baca juga: Menparekraf apresiasi kolaborasi majukan industri kreatif dan fesyen

Lulusan The London College of Fashion ini menuturkan, pemilihan warna yang beraneka ragam merupakan perwakilan dari setiap individu, sebuah gambaran optimisme munculnya harapan baru di mana setiap warna bisa berjalan bersama.

Model-model mengenakan busana potongan pola adaptif dari jaket, rok, midi dress, cropped top, kebaya, kimono, rok sarung sampai potongan kotak dan oversized modern yang dilebur bersama permainan motif dan warna, menghasilkan olahan baru yang bersemangat, etnik sekaligus kontemporer. Koleksi dipercantik dengan detail teknik sulaman, pesona etnik seni beadworks, crystal dan sequin embellishment. Biyan meracik bahan organza silk, taffeta, silk satin, tulle, katun hingga linen menjadi koleksi busana yang cantik. Semua melebur jadi koleksi perayaan akulturasi masa yang beradaptasi dalam garis kepraktisan.


Baca juga: Dian Oerip dan cerita perjalanan wastra nusantara

Baca juga: Sandiaga ingin pengrajin wastra dan tenun optimis jalankan usaha

Baca juga: Perancang busana se-Indonesia gelar Wastra Nusantara di Bali

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel