Bjorka sebut Kantongi 3,2 Miliar Data Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

Merdeka.com - Merdeka.com - Hacker Bjorka kembali berulah. Dalam postingan di Breached Forum, Bjorka menjajakan data berukuran 48GB terkompresi dari Peduli Lindungi. Data ini dihargai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,5 miliar, dan transaksinya dilakukan menggunakan bitcoin. Tak tanggung-tanggung, diduga sebanyak 3,2 miliar data pengguna aplikasi peduli lindungi dicolong.

Detail dugaan data yang diretas hacker ini ialah nama, alamat email, NIK, nomor telepon, DOB, identitas perangkat, status Covid-19, check-in history, contact tracing history, vaksinasi, dan lain-lain.

bjorka sebut kantongi 32 miliar data pengguna aplikasi pedulilindungi
bjorka sebut kantongi 32 miliar data pengguna aplikasi pedulilindungi

©2022 Merdeka.com

"PeduliLindungi adalah aplikasi contact tracing COVID-19 resmi yang dipakai di Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan oleh Kemenkominfo, yang bekerja sama dengan KPCPEN, Kemenkes, Kemen BUMN, dan Telkom Indonesia. Aplikasi ini awalnya dikenal sebagai TraceTogether namun kemudian diganti karena Singapura menggunakan aplikasi dengan nama sama," tulis Bjorka dalam Breached Forum.

Menariknya, ia juga melampirkan sample data yang sudah diretas adalah Menkominfo Johnny G. Plate, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan Deddy Corbuzier.

"Data sampel yang ditunjukkan di bawah juga termasuk data milik Johnny G Plate, Luhut Binsar Pandjaitan dan Deddy Corbuzier," tulis Bjorka di postingan tersebut.

Sebelumnya, pengamat Keamanan Siber, Teguh Aprianto mengatakan, sebanyak 3,2 miliar data pribadi masyarakat di Peduli Lindungi bocor. Sebagai bukti pernyataannya, ia melampirkan hasil peretasan yang dilakukan oleh Bjorka.

"Kominfo dan BSSN: "Data di Peduli Lindungi aman karena keamananya berlapis dan dienkripsi" Sekarang sebanyak 3,2 milyar data pribadi kita semua di Peduli Lindungi bocor dan ternyata tidak dienkripsi," kata Teguh dalam cuitannya di Twitter, @secgron, Selasa (15/11).

Menurutnya, pemerintah telah mengatakan tidak sesuai fakta. Pasalnya, ketika dirinya menjadi saksi ahli dari pihak Pemberi Bantuan Hukum dan Pembela Hak Asasi Manusia (PBHI Nasional), Kementerian Kesehatan menyatakan jika Peduli Lindungi telah dienkripsi. [faz]