BK: Sulit Tegakan Displin Anggota Dewan

Banjarmasin (ANTARA) - Penegakan disiplin bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, tampaknya sulit.

Ketua Badan Kehormatan lembaga legislatif tingkat Provinsi tersebut HM Zaini, Kamis mengatakan, pihaknya telah berupaya mengajak sesama anggota dewan agar disiplin.

Namun ajakan tersebut seakan angin lalu atau kurang mendapat respon positif. Sebagai contoh bagi anggota dewan yang tak melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah diminta tetap datang ke "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel), tapi kenyataan hanya sebagian kecil yang memenuhi permintaan tersebut.

Seperti terjadi dalam beberapa hari terakhir, ketika anggota dewan yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Anggaran (Banggar) melakukan kunker keluar daerah, anggota lainnya terkesan malas datang ke Rumah Banjar.

Begitu pula saat rapat paripurna, masih terdapat anggota dewan terlambat hadir, sehingga persidangan tertunda karena belum mencapai korum, lanjut anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut.

"Namun yang sangat disayangkan, ketidakhadiran anggota dewan di Rumah Banjar atau keterlambatan menghadiri rapat-rapat, tanpa alasan atau pemberitahuan," tutur politisi senior PDI-P yang menyandang gelar magister ilmu hukum itu.

Terkait kinerja atau disiplin anggota DPRD Kalsel, dia mengatakan, pihak BK akan mengumumkan dan menyapaikan kepada masing-masing pimpinan fraksi, untuk ditindaklanjuti atau minimal diketahui.

"Pengumuman rekap absensi kehadiran anggota DPRD Kalsel selama tahun 2012 itu, dijadwalkan minggu pertama Desember mendatang," demikian HM Zaini.

Keanggotaan DPRD Kalsel dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 sebanyak 55 anggota terdiri Partai Golkar sepuluh orang, Partai Demokrat sembilan, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Keadilan Sejahtera masing-masing tujuh orang.

Kemudian dari PDI-P, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bintang Reformasi (PBR) masing-masing lima, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiga orang.

Selain itu, dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dua, serta Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.