BKKBN bergerak ke pulau-pulau atasi stunting dan kemiskinan ekstrem

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mulai bergerak ke pulau-pulau kecil di Indonesia untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem bersama dengan pemerintah daerah setempat.

“Bersama seluruh stakeholder dan mitra kerja, BKKBN dan Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk mewujudkan Banten yang maju dengan menyalurkan bantuan perlindungan sosial di Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa dan Pulau Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Muktabar menuturkan pemilihan kedua pulau terdepan di Provinsi Banten itu adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk dan sumber daya manusia tangguh dan berdaya saing.

Penanganan juga ditujukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan kebutuhan pokok akibat gelombang laut. Dalam memberikan penanganan pada kedua pulau itu, BKKBN bergerak bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dalam menjalankan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Komitmen mengentaskan kedua masalah yang direalisasikan pada Sabtu (19/11) tersebut, juga melibatkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer, Kapal Basarnas, Kapal Patroli Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten serta kapal nelayan.

Pemerintah juga sudah menyalurkan bantuan perlindungan sosial seperti beras dan bantuan langsung tunai bahan bakar minyak, bantuan bibit cabe, pengadaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), bantuan telur, susu, mainan, bantuan bebek petelur hingga bantuan pangan bergizi untuk anak berisiko stunting.

Muktabar mengimbau agar setiap keluarga selalu menjaga dan merawat anak mereka dengan baik, dengan memberikan asupan makanan yang bernutrisi sehat serta menyajikan makanan dengan tampilan yang menarik bagi anak-anak.

“Saya titip ke ibu-ibu untuk menjaga anak-anaknya serta kreatif mengolah ikan dan rumput laut untuk sumber nutrisi anak-anak. Saya yakin dari sini nantinya bakal tumbuh anak-anak yang menjadi pemimpin,” ujarnya.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Nurizky Permanajati mengatakan sinergi dan kolaboasi yang terjalin dari pusat hingga daerah membuka peluang lebar untuk mewujudkan Banten zero stunting.

Nurizky menuturkan bahwa Perwakilan BKKBN Banten sudah memberikan bantuan seperti peralatan masak bagi tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di pulau Panjang dan Pulau Tunda untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi keluarga beresiko stunting.

Selain itu, pelayanan bagi keluarga di Pulau panjang dilakukan dengan memberikan KIE, penyediaan data, konsultasi dan konseling, pembinaan serta rujukan melalui Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) mobile.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah mengungkapkan, bantuan beras perlindungan sosial di Pulau Tunda disalurkan kepada 406 kepala keluarga, sedangkan di Pulau Panjang disalurkan kepada 941 kepala keluarga. Masing-masing mendapatkan bantuan beras seberat 10 kilogram.

“Kami akan menyalurkan bantuan beras kepada 45.540 kepala keluarga di Provinsi Banten,” ujarnya.

Baca juga: BKKBN kukuhkan Duta Generasi Berencana tekan stunting di Natuna

Baca juga: BKKBN: Hari Anak Sedunia tekankan anak sebagai harapan bangsa