BKKBN berikan pelatihan kepada delegasi dari Afghanistan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan pelatihan mengenai pengelolaan program pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana kepada 38 delegasi dari Afghanistan.

Menurut siaran pers dari BKKBN yang diterima di Jakarta, Minggu, pelatihan bertajuk Capacity Building on Maternal Health, Children, and Family Welfare Program bagi delegasi dari Afghanistan diselenggarakan di Kota Yogyakarta dari 4 sampai 11 November 2022.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari hibah Pemerintah Indonesia kepada Afghanistan untuk membantu negara itu memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya.

Hasto berharap pelatihan tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas regulator atau administrator Afghanistan dalam mengelola kebijakan dan program pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana.

"Kami mewakili Pemerintah Indonesia mengajak Pemerintah Afghanistan untuk memperhatikan persoalan stunting demi masa depan generasi penerus bangsa mereka yang lebih baik," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Pembajun Setyaningastutie mengatakan bahwa peserta pelatihan dari Afghanistan tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan untuk mempelajari praktik pengelolaan program pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana.

Menurut dia, peserta pelatihan melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Gedong Tengen, RSKIA Sadewa, Aisyiyah, Rifka Anisa, RPTA Taman Pintar, dan Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Pendamping peserta pelatihan dari Afghanistan dr. Matiullah mengatakan bahwa kondisi ekonomi dan sosial berkontribusi besar terhadap penurunan kualitas pelayanan kesehatan di Afghanistan, dan kondisi geografis dan sebaran penduduk yang tidak merata memperparah keadaan.

Dia berharap delegasi dari Afghanistan bisa mendapat pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan program pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana.

"Peserta pelatihan kami rekrut melalui seleksi dengan cermat agar peserta mampu menjadikan hasil pelatihan sebagai model pengembangan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana," kata Matiullah.

Baca juga:
BKKBN gerakkan santri untuk percepat penurunan stunting
​​​​​​​
Indonesia kirim bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan