BKKBN: BKB Kit Stunting bantu pantau tumbuh kembang anak

Pejabat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Irma Ardiana, MAPS mengatakan bahwa sekarang telah tersedia Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting yang berguna untuk membantu memantau tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kelahiran.

"Inilah sarana yang kita miliki saat ini, yang digunakan kader-kader kita. Kami ambil dari periode kehamilan sampai utamanya anak usia 0-24 bulan," kata Irma yang menjabat sebagai Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN itu dalam sebuah webinar kesehatan tentang kesehatan anak, Kamis.

Irma mengatakan, BKB Kit Stunting dapat menjadi sarana memberikan pengetahuan kepada keluarga-keluarga di Indonesia seputar informasi tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dan bagaimana pemerintah dapat menjembatani sistem rujukan.

Baca juga: Pola asuh responsif ideal untuk tumbuh kembang anak

"Harapannya melalui tools yang ada ini yang digunakan kader-kader kami di lapangan, bisa setidaknya melakukan deteksi awal apakah memang ada gangguan pertumbuhan atau perkembangan dan apakah ini layak untuk bisa dirujuk ke puskesmas," kata dia.

Menurut dia, BKB Kit Stunting sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Nantinya, melalui sarana ini dapat diketahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usianya atau tidak.

"Kalau tidak sesuai, tugas apa yang bisa diberikan kepada keluarga sehingga nanti keluarga mengetahui stimulasi yang dibutuhkan. Kami bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi, perguruan tinggi dan unsur LSM khususnya yang fokus pada isu stunting," tutur Irma.

Dia menambahkan, keluarga menjadi unit terkecil yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Menurut dia, sebuah keluarga harus memiliki ketentraman, kemandirian dan kebahagiaan.

Pada dimensi kebahagiaan misalnya, yakni bagaimana keluarga bisa memberikan waktu untuk berekreasi (guna mencairkan suasana agar ada komunikasi di antara anggota keluarga) dan ada juga aspek keikutsertaan dalam kegiatan sosial gotong royong.

Merujuk pada perhitungan IBangga menurut provinsi tahun 2021, diketahui keluarga Indonesia berada dalam definisi berkembang. Irma mengatakan, bila angka ini nantinya bisa melampaui atau sama dengan 70 maka bisa kategorikan keluarga Indonesia termasuk keluarga yang tangguh.

Baca juga: IDAI ingatkan orang tua untuk ajak anak aktif bergerak

Baca juga: Orang tua jangan terpengaruh tuntutan orang sekitar saat asuh anak

Baca juga: Dokter: Daya tahan tubuh berkorelasi pada tumbuh kembang anak