BKKBN-Dharma Pertiwi edukasi peserta KB di Kendari

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dharma Pertiwi memberikan motivasi dan edukasi kepada ibu-ibu calon peserta KB di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Andika Perkasa di Kendari, Jumat, mengaku kepada ibu-ibu di Kota Kendari yang hendak melakukan KB di Rumah Sakit Korem bahwa dia sudah melakukan KB Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi.

"Saya sudah (operasi) tubektomi atau steril, saya 28 tahun sudah steril, karena anak saya sudah tiga, nggak takut, nggak sakit, nggak bahaya," katanya saat berinteraksi dengan sejumlah ibu-ibu yang akan melakukan KB.

Baca juga: Dharma Pertiwi perkuat edukasi penurunan stunting di Labuan Bajo

Saat berinteraksi dengan warga yang hendak KB, Hendrati Andika Perkasa mengatakan jika seorang ibu sudah memiliki lima anak sudah memenuhi syarat untuk tubektomi atau steril.

"Sebetulnya usia 37 tahun, anak lima sudah memenuhi syarat untuk steril," ujar dia.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seorang bapak yang menjadi satu-satunya peserta KB dan berani mengambil keputusan untuk melakukan KB Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.

Baca juga: BKKBN-TNI perluas layanan KB di daerah tinggi kasus stunting
​​​​​​
"Wah bapak hebat, satu-satunya se-Kota Kendari, bisa menjadi contoh," ujar dia sembari memberikan bingkisan ke bapak tersebut.


BKKBN-Dharma Pertiwi TNI motivasi dan edukasi peserta KB di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/9/2022) (ANTARA/Harianto)
BKKBN-Dharma Pertiwi TNI motivasi dan edukasi peserta KB di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/9/2022) (ANTARA/Harianto)

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan sebanyak 67 warga di Kota Kendari melakukan KB mulai pasang susuk, implan hingga Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi yakni pemotongan saluran indung telur sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi.

Selain itu, Hasto juga mengedukasi para ibu-ibu tentang usia hamil yang ideal dan dianjurkan yakni 20 tahun ke atas.

"Jadi kalau sudah siap pasang susuk, pasang susuk aja dulu, nggak apa-apa tiga tahun, sambil berpikir kalau seandainya sudah mantap steril, nanti kita steril gratis," katanya.

Baca juga: BKKBN: TNI berperan sosialisasikan KIE gizi guna tekan balita kerdil

Dalam melakukan kunjungan kerja di RS Korem atau Ismoyo, Ketua Umum Dharma Pertiwi Hendrati Andika Perkasa didampingi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

Ketua Umum Dharma Pertiwi ini juga meninjau kamar operasi tindakan KB Metode Operasi Pria (MOP); Metode Operasi Wanita (MOW), dan intrauterine device (IUD).