BKKBN: Inpres Nomor 3 Tahun 2022 acuan RI bangun ketahanan keluarga

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi acuan Indonesia dalam membangun ketahanan keluarga.

“Kampung Keluarga Berkualitas merupakan pendekatan pembangunan di tingkat desa/kelurahan yang dilakukan secara terintegrasi dan konvergen dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat ditemui ANTARA dalam Peluncuran Inpres Nomor 3 Tahun 2022 di Jakarta, Selasa.

Hasto menyebutkan sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016, jumlah Kampung Keluarga Berkualitas yang dipetakan berdasarkan kualitas pengelolaannya sudah mencapai 16.874 kampung sampai Juli 2022.

Baca juga: BKKBN-UNRI terjunkan 6.424 mahasiswa percepat penurunan angka stunting

Kampung Keluarga Berkualitas merupakan pendekatan pembangunan di tingkat desa/kelurahan, yang dilakukan secara terintegrasi dan konvergen dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga.

Menurut Hasto, dalam membangun ketahanan keluarga yang utuh serta sesuai dengan kondisi negara di berbagai bidang kehidupan dan kebahagiaan, semua pihak perlu memperhatikan penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan sampai juga terjaganya sumber-sumber pendapatan.

Sehingga dalam pendampingan nyata menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat, dalam hal itu disalurkan melalui program-program yang sifatnya operasional dan langsung menyasar masyarakat. Seperti melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan KB di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: BKKBN: Penduduk sentral pembangunan dalam wujudkan ketahanan demografi

Lewat Inpres yang mulai diberlakukan sejak 20 Mei 2022 itu, seluruh dimensi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat akan menjadi lebih kuat. Diharapkan keluarga Indonesia juga mampu mandiri, tentram dan bahagia dengan berbagai program yang nantinya dijalankan Kampung Keluarga Berkualitas.

“Banyaknya kampung yang dibentuk di wilayah setingkat desa, melalui Instruksi Presiden ini diharapkan kampung keluarga berkualitas menjadi rumah besar yang dapat menampung kampung lainnya,” kata dia.

Hasto berharap sinergi semua kementerian/lembaga dan konvergensi kebijakan maupun program lintas sektor dapat memberikan dampak baik pada tercapainya kualitas manusia dan keluarga di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya peluncuran Inpres Nomor 3 Tahun 2022 ini. Semoga Kampung Keluarga Berkualitas dapat dijadikan program strategis untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa,” ujar Hasto.

Baca juga: BKKBN: Saat pandemi COVID-19, terjadi fenomena reurbanisasi

Baca juga: BKKBN: Kemenkes akan sediakan 42 ribu alat ukur bayi untuk Posyandu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel