BKKBN Jabar targetkan 100 persen pelayanan KB pascapersalinan

BKKBN Jawa Barat menargetkan 100 persen ibu yang melakukan persalinan atau melahirkan di rumah sakit dapat mengikuti pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan.

"Target nasional 70 persen ibu yang melahirkan dilahirkan di rumah sakit melakukan KB pascapersalinan. Untuk di Jawa Barat saya targetkan 100 persen," kata Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Wahidin, di sela Rakor Pelayanan KB di Rumah Sakit tingkat Jawa Barat dan Orientasi Penurunan Angka Kematian Ibu Melalui KB Pascapersalinan (KBPP), di Karawang, Selasa

Di antara tujuan pelayanan KB pascapersalinan di rumah sakit ini ialah menurunkan angka kematian Ibu dan angka kematian bayi.

Atas hal tersebut, ia mengajak para kepala daerah di Jawa Barat mendukung program pelayanan KB pascapersalinan.

"Jadi sebelum pulang ke rumah, ibu yang baru melahirkan bisa diajak untuk pasang KB, dengan menambahkan bonus mendapat akta kelahiran,” katanya.

Baca juga: BKKBN: Ibu yang ikuti KB pascapersalinan kurang dari 30 persen

Baca juga: BKKBN targetkan 70 persen ibu ikuti program KB pascapersalinan

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan, pihaknya sebelumnya telah menerapkan bonus akta kelahiran bagi ibu yang melahirkan di rumah sakit tanpa embel-embel.

Namun ke depan, Bupati akan mengimbau agar para ibu yang melahirkan di rumah sakit bisa menjalani pelayanan KB pascapersalinan di rumah sakit, sesuai dengan program yang telah dicanangkan BKKBN.

Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI, Eni Gustina menyampaikan agar kampanye pelayanan KB dapat dilakukan di rumah sakit bisa lebih digaungkan lagi, untuk meningkatkan kepesertaan KB.

Menurut dia, selama ini pelayanan KB hanya populer dilaksanakan di bidan atau Puskesmas. Karena itu, saat ini pelayanan KB di rumah sakit bisa lebih digaungkan lagi.

Baca juga: BKKBN Jabar: Kepesertaan KB di masing-masing kecamatan belum merata

Baca juga: Penghargaan tertinggi dari BKKBN diraih Bupati Purwakarta

Baca juga: BKKBN: Kompleksitas KB di desa dan kota tak bisa disamaratakan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel