BKKBN: Jangan Tempatkan Lansia di Panti Jompo

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk jangan menempatkan anggota keluarga yang berusia lanjut di panti jompo.

"Jangan tempatkan lansia di panti jompo," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief, di Jakarta, Senin usai acara Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional di Auditorium BKKBN di Jakarta, Senin.

Sugiri menjelaskan, banyak upaya yang bisa dilakukan untuk memberdayakan para lansia agar tetap bisa memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan keluarganya.

"Karena itu BKKBN tengah mengembangkan program bina keluarga lansia, tujuannya untuk memberdayakan lansia agar tidak ditempatkan di panti jompo oleh anggota keluarganya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN, Sudibyo Alimoeso menambahkan bahwa inti dari program BKKBN tersebut adalah bukan hanya memberdayakan orang lanjut usia itu sendiri melainkan juga keluarga-keluarga yang dirumahnya memiliki lansia.

"Harapan kita adalah jangan sampai keluarga-keluarga ini melupakan lansia atau menaruh lansia di panti jompo," katanya.

Dia menjelaskan, BKKBN bukan bermaksud "membenci" keputusan sebuah keluarga menempatkan anggota keluarga mereka yang lansia di panti jompo.

"BKKBN bukan membenci, namun pola hidup bangsa kita yang ketimuran dan mengutamakan kekerabatan membuat kita harus memprioritaskan lansia bukannya malah menempatkan mereka di panti jompo," katanya.

Menurut Sudibyo, lansia bisa menjadi seorang motivator dan penggerak seuatu program yang terpercaya bagi sebuah keluarga.

"Karena ini program BKKBN bagi para lansia ingin membuat mereka tetap sehat, serta memberikan banyak kegiatan program sosial yang akhirnya bisa mereka teruskan ke keluarga masing-masing," katanya.

BKKBN, tambah Sudibyo juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk memberikan fasilitas bagi para lansia.

"Misalkan memberikan tempat duduk khusus lansia di bus dan alat transportasi lainnya," katanya.

Dia juga optimis bahwa sekitar 90 persen lansia yang ada di Indonesia masih memiliki potensi untuk dapat diberdayakan dan bisa masuk dalam program BKKBN serta program lain yang dibuat kementerian/lembaga lainnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.