BKKBN jangkau daerah terpencil bangun digitalisasi cegah stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berusaha untuk menjangkau daerah terpencil lewat pembangunan digitalisasi guna mencegah terjadinya kelahiran anak yang terkena kekerdilan (stunting) baru.

“Strategi BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting adalah dengan mencegah dari hulu, melalui pendampingan kepada keluarga berisiko stunting yang telah terpetakan by name by address melalui data keluarga BKKBN tahun 2021,” kata Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Teguh menuturkan BKKBN memiliki 600 ribu personel yang dibagi ke dalam 200 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri atas bidan, kader PKK dan kader KB. Tim itu bertugas mendampingi calon pengantin.

Bentuk pendampingan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dan datanya akan dimasukkan melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (Elsimil).

Baca juga: BKKBN: Pemberian air gula hanya akan turunkan nafsu makan anak

Baca juga: BKKBN beri edukasi stunting kepada remaja lewat aplikasi Elsimil


TPK juga harus melakukan verifikasi dan validasi data keluarga secara real time.
Namun demikian, kondisi geografis di Indonesia menjadi tantangan bagi BKKBN dalam mempercepat penurunan stunting, ujarnya.

Jaringan komunikasi dan informasi masih sangat sulit sampai di daerah terpencil. Padahal, jaringan menjadi penting bagi TPK saat melakukan pendataan secara daring, ujarnya.

"Guna mengatasi permasalahan itu, BKKBN telah menjalin kerja sama dengan PT Telkomsel, dengan harapan dapat mempermudah pendampingan yang dilakukan TPK kepada keluarga dan bisa menjangkau seluruh wilayah terpencil maupun perbatasan Indonesia, agar target 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai," ujarnya.

“Dalam melakukan pendampingan keluarga ada berbagai kendala terjadi di lapangan termasuk kendala sinyal, server dan kendala teknis lainnya. Untuk itu sangat diperlukan jalan keluar agar pendampingan dapat berjalan dengan baik dan lancar terutama yang terkait dengan permasalahan Informasi teknologi atau IT,” ujar dia.

Vice President Area Account Manager Telkomsel Samuel Pasaribu menyatakan bersedia membantu pemerintah menurunkan angka stunting dengan mempermudah jaringan komunikasi dan informasi serta program digitalisasi.

Samuel mengatakan mendukung penuh Elsimil milik BKKBN dan mengarahkan seluruh jajarannya untuk menjadi agen perubahan guna memberikan edukasi bagi karyawannya terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan calon pengantin guna mencegah kelahiran anak stunting.


“Elsimil itu kan Telkomsel sekali. Elektronik, karena kita kan digital. Sehingga orang Telkomsel tidak stop sampai di sini, tapi juga menjadi agen-agen dari BKKBN. Itu harus bisa. Kami punya 5.500 karyawan itu harus bisa menyampaikan yang sama, itu yang saya mau,” ujar dia.

Baca juga: BKKBN ingin tekan angka anemia pada ibu hamil lewat Elsimil

Baca juga: BKKBN buat Elsimil sebagai langkah keterbukaan informasi pada publik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel