BKKBN-Kimia Farma-Dompet Dhuafa bangun program bidan inspiratif

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan PT Kimia Farma Tbk dan Dompet Dhuafa membangun sebuah program bernama “Bidan Inspiratif Untuk Negeri” guna mempercepat penurunan angka stunting.

“BKKBN memiliki Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia yang di dalamnya terdiri atas bidan, nanti bisa disinergikan dan mengikuti program Bidan Inspiratif untuk Negeri ini,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dalam audiensi yang diselenggarakan di Ruang Sekretariat Stunting BKKBN pada Rabu (13/7), Hasto mengatakan bidan merupakan sosok yang paling bisa dipercaya dalam melayani dan memeriksa tumbuh kembang anak-anak.

Selain memiliki izin legal melakukan praktik di desa, bidan juga mampu mendampingi keluarga terutama dalam memberikan pengetahuan seputar kesehatan.

Program itu akan mengapresiasi setiap inovasi-inovasi yang diciptakan oleh bidan terkait implementasi dalam bidang kesehatan ibu dan anak, sekaligus dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sebab PT Kimia Farma Tbk, memiliki kegiatan sosial perusahaan (CSR) untuk menampung inovasi para bidan dalam membuat program inspiratif di masyarakat.

Baca juga: BKKBN: Tata laksana audit kasus stunting berbeda dengan akuntabilitas

Sementara Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, berusaha menghadirkan lebih banyak bidan di pelosok negeri, supaya para calon ibu dapat merawat anaknya sejak dalam masa kandungan dan meminimalisir risiko kematian ibu saat melahirkan.

“Melalui program tersebut pula, semangat juang yang tinggi milik para bidan yang terpilih dalam program diharapkan bertambah kuat untuk tetap mengabdi dan melayani di tengah pandemi COVID-19,” kata dia.

Hasto berharap melalui program kerja sama tersebut, kemampuan para bidan dapat semakin terasah dan edukasi serta pendampingan terkait kesehatan keluarga dapat tersebar dalam skala yang lebih luas, sehingga dapat menyasar setiap keluarga.

“Dengan masih tingginya angka stunting di tujuh provinsi, diharapkan para bidan di provinsi tersebut dapat bersinergi dengan Program Bidan Inspiratif Untuk Negeri, sehingga mendapatkan edukasi guna percepatan penurunan stunting dan kesehatan Ibu anak,” kata Hasto.

Baca juga: Kemenkes: e-PPGBM bantu audit kasus stunting berjalan maksimal
Baca juga: BKKBN: TPK harus rutin lakukan pemantauan dukung audit kasus stunting

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel