BKKBN: Kualitas Penduduk Indonesia Urutan 121 Dunia

Bantul (Antara) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Fasli Jalal mengatakan kualitas penduduk Indonesia berdasarkan Human Development Index 2012 menduduki urutan 121 dari 187 negara yang ada di dunia.

"Jumlah penduduk yang besar apabila berkualitas akan menjadi potensi sumber daya manusia yang luar biasa, namun kenyataannya kualitas penduduk Indonesia masih memprihatinkan," katanya, Selasa.

Saat Peringatan Hari Keluarga ke 20 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Fasli mengatakan dengan jumlah penduduk yang besar dan kualitas penduduk yang rendah akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Fasli mencontohkan, pemanasan global (global warming) pencemaran udara, perusakan lingkungan yang ujungnya terjadi bencana banjir dimana-mana, longsor hingga meletusnya gunung merapi dan tsunami.

Oleh sebab itu, kata Kepala BKKBN perlunya peningkatan dibidang akses dan mutu pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan serta peningkatan produktivitas agar lebih sejahtera.

"Selain itu, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yanhg berkualitas, keluarga mempunyai peran yang sangat strategis, karena keluarga merupakan basis dari bangsa," katanya.

Fasli mengatakan, berdasarkan hasil sensus penduduk 2010 jumlah penduduk Indonesia mencapai sebanyak 237,6 juta jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) sebesar 1,49 persen per tahun.

Sementara itu, berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2012 jumlah keluarga miskin yang masuk dalam kriteria keluarga pra sejahtera dan sejahtera 1 (keluarga miskin) mencapai sekitar 28 juta keluarga.

"Kemiskinan menjadikan keluarga tidak memiliki akses dan bersifat pasif dalam meningkatkan kualitas dan keluarganya, demikian juga tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembinaan ketahanan keluarga dan tumbuh kembang anak," katanya.

Dia juga mengharapkan semua komponen bangsa baik unsur pemerintah, pemda LSM serta tokoh masyarakat, termasuk kader keluarga dapat saling bahu membahu dalam mengatasi permasalahan kependudukan ini.

"Revitalisasi program kependudukan dan KB yang sudah dicanankan Presiden RI hendaknya juga dijalankan dengan komitmen yang sungguh-sungguh agar apa yang ditargetkan dapat dicapai," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.