BKKBN: NTB jadi provinsi uji coba BKB Emas percepat turunkan stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memilih Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai provinsi penerapan uji coba buku Bina Keluarga Balita (BKB) Eliminasi Masalah Anak Stunting (Emas) guna mempercepat penurunan prevalensi stunting di provinsi itu.

“NTB merupakan salah satu provinsi yang masuk dalam 12 provinsi prioritas percepatan penurunan stunting. Berbagai upaya untuk percepatan penurunan stunting, salah satu upaya tersebut adalah uji coba penerapan buku panduan penyuluhan BKB Emas,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Samaan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penyuluhan buku BKB Emas yang digelar di Kabupaten Lombok Barat pada 25-28 Oktober 2022 itu, merupakan inisiasi BKKBN bersama Tanoto Foundation, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: BKKBN kerahkan posyandu NTB pantau rutin kesehatan anak cegah stunting

Samaan mengatakan uji coba buku ini merefleksi bagaimana kondisi stunting di NTB, yang masih memiliki prevalensi 31,4 persen, yang diharapkan dapat menurunkan kasus stunting di NTB dengan cara perubahan perilaku pola asuh dari keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"BKKBN terus berupaya mendorong adanya inovasi dalam pencegahan stunting yang berbasis keluarga melalui edukasi dalam kelompok BKB. Semoga kerja sama uji coba buku nantinya menjadi panduan dalam melakukan perbaikan perilaku keluarga," ucapnya.

Samaan menjelaskan pengentasan masalah stunting tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan gizi pada anak, calon ibu dan ibu hamil saja. Pola pengasuhan juga menjadi indikator penting yang berdampak besar pada perkembangan balita.

Menurutnya, peran orang tua merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter anak yang baik dan berkualitas. Oleh karenanya, salah satu materi pertemuan yang akan diberikan adalah pola asuh yang baik kepada balita akan berdampak terhadap percepatan penanganan stunting di NTB.

Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda BKKBN, Muslicha mengatakan kegiatan uji coba buku panduan penyuluhan BKB-Emas adalah upaya pemerintah mendorong percepatan penanganan kasus stunting di Indonesia pada umumnya dan di NTB pada khususnya.

Baca juga: NTB optimalkan posyandu keluarga turunkan angka stunting

Baca juga: Kemendagri dorong NTB percepat penanganan stunting

Terdapat enam topik pertemuan yang akan disasar, yaitu melihat bagaimana fungsi keluarga itu sendiri, melihat kondisi kesehatan fisik dan mental dari ibu dan bayi usia dua tahun dan mengetahui bagaimana peran ayah dan anggota keluarga lainnya dalam pola asuh anak.

Kemudian, menstimulasi tumbuh kembang anak dan melihat kebersihan lingkungan dan diri orang tua juga balita serta bagaimana pola pengasuhan yang responsif.

Program Manager untuk Kemitraan Tanoto Faondation dengan BKKBN Arnoldus Paut berharap buku itu dapat memberi gambaran bagi orang tua di Indonesia Timur, tentang bagaimana memahami dan mendapatkan informasi mengenai perilaku yang baik sebagai orang tua.