BKKBN: TPK kawal kesehatan calon pengantin lewat Aplikasi Elsimil

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri atas bidan, kader PKK dan kader KB akan mengawal perkembangan kesehatan calon pengantin lewat Aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (Elsimil).

“Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam RAN PASTI adalah pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin dan surveilans keluarga berisiko stunting,” kata Direktur Bina Penggerak Lini Lapangan BKKBN, I Made Yudhistira Dwipayama saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan Aplikasi Elsimil dapat membantu TPK melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting dengan tepat sasaran. Pendampingan saat ini bahkan mulai dilakukan kepada calon pengantin.

Alur pendataan akan dimulai dengan TPK memberikan kuesioner kesehatan pada calon pengantin perempuan tiga bulan sebelum menikah di fasilitas kesehatan terdekat. Data yang diisi itu, kemudian akan dimasukkan ke dalam sistem Aplikasi Elsimil untuk mendapatkan skoring layak hamil.

Di sela-sela itu, TPK juga akan melakukan pendataan melalui pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan hemoglobin (Hb) dalam darah, ukuran lingkar lengan atas, tinggi dan berat badan, serta kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok yang sesuai dengan usia calon pengantin perempuan.

“Jika hasil pemeriksaan HB menunjukkan angka di bawah 11 gr/dL dan lingkar lengan atas calon pengantin wanita kurang dari 23,5 sentimeter maka bayi yang akan dilahirkan kelak akan berisiko stunting,” katanya.

Ia menambahkan jika calon pengantin perempuan mendapatkan hasil ideal, aplikasi akan menampilkan warna hijau sebagai pernyataan layak hamil. Namun jika hasil yang keluar merupakan berisiko atau merah, maka calon pengantin akan diberikan pendampingan.

Pendampingan yang dimaksud terbagi menjadi dua yakni calon pengantin akan diberikan pendampingan oleh Elsimil berupa peningkatan edukasi melalui sumber bacaan terkait seperti gizi dan asupan yang dapat mengkoreksi kesehatannya. Kedua, calon pengantin akan diedukasi secara langsung oleh TPK di fasilitas kesehatan selama tiga bulan.

“Jadi akan ada update status kesehatan si calon pengantin. Kalau sudah layak maka dia bisa untuk hamil,” ujarnya.

Namun, jika selama pendampingan tidak memberikan hasil yang baik, calon pengantin akan tetap diizinkan untuk menikah. Hanya saja, Elsimil dan TPK akan memberikan saran untuk tidak hamil terlebih dahulu dengan memberikan layanan kontrasepsi dan tetap meneruskan pemantauan sampai calon pengantin dapat benar-benar memenuhi syarat untuk hamil.

“Sehingga upaya intervensi berdasarkan status kesehatan dan berdasarkan profil dia saat ini apakah sudah menikah maka ruang lingkup substansinya sudah tidak ke calon pengantin lagi tapi ke penundaan kehamilan melalui KB,” katanya.

Oleh karenanya, hadirnya Elsimil diharapkan dapat berdampak signifikan bagi percepatan penurunan prevalensi stunting yang saat ini masih 24,4 persen. Ia yakin kerja keras dari para TPK di lapangan dapat mempersiapkan kehamilan dengan baik sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan memiliki daya saing, demikian I Made Yudhistira Dwipayama.

Baca juga: BKKBN beri edukasi stunting kepada remaja lewat aplikasi Elsimil

Baca juga: Kendari terapkan aplikasi ELSIMIL untuk calon pengantin

Baca juga: BKKBN buat Elsimil sebagai langkah keterbukaan informasi pada publik

​​​​​​​