BKM di Singaran Bengkulu Diharapkan Bisa Membantu Program KOTAKU

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bengkulu - Ada secercah harapan, di saat Pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Wakil Wali Kota (Wawako) Bengkulu Dedy Wahyudi mengharapkan, hadirnya BKM benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat dari berbagai hal.

Dia mengatakan, BKM menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat, dalam menjalin komunikasi dan saling bekerjasama.

Serta merupakan salah satu elemen, yang memegang peran penting dalam membantu melaksanakan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Bengkulu.

“Kami harap nantinya BKM ini dapat menjadi jembatan komunikasi dan bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, serta bersinergi dalam mempercepat pembangunan, menyerap aspirasi dan hal lainnya demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Wawako Bengkulu, saat ditulis Kamis (11/11/2021).

Sementara itu, Camat Singaran Pati Alex Periansyah menuturkan, BKM dulu sebenarnya sudah ada tapi untuk tingkat kecamatan baru terbentuk saat ini di Bengkulu.

Komunikasi Berjalan Lancar

Pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu  (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)
Pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) se-Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu (Media Center Kota Bengkulu / Liputan6.com)

Alex mengungkapkan, BKM memang sudah terbentuk, namun belum ada forum untuk tingkat kecamatannya.

“Sehingga kami secara resmi, membentuk forum tingkat Kecamatan Singaran Pati. Tujuan ialah supaya komunikasi di 6 kelurahan, yang ada di sini tetap berjalan. Dan bisa saling bekerjasama dengan sesama BKM maupun dengan pemkot,” jelas Alex didampingi perwakilan dari Kotaku.

Kegiatan ini dihadiri para Lurah se-Kecamatan Singaran Pati dan beberapa Ketua RT dan RW, di Kecamatan Singaran Bengkulu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel