BKOW Bali bantu bahan pokok bagi lansia dan kaum difabel di Karangasem

·Bacaan 2 menit

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali memberikan paket bahan pokok kepada sejumlah lansia, kaum difabel, dan anak yang menderita tengkes atau stunting di tiga kecamatan di Kabupaten Karangasem.

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BKOW terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat," kata Ketua BKOW Bali Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati saat melakukan kegiatan bakti sosial di Amlapura, Karangasem, Sabtu.

Dalam kegiatan bakti sosial di Kecamatan Rendang, Selat, dan Sidemen tersebut diserahkan bantuan bahan pokok berupa beras, telur, gula, minyak goreng, sedangkan untuk anak yang stunting diberikan bingkisan tambahan berupa susu.

Baca juga: Pemprov Bali bantu kendaraan operasional untuk FKUB dan KPA

Selain diikuti jajaran pengurus inti BKOW Bali, kegiatan bakti sosial juga berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali serta Persatuan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI) Bali.

Tjok Putri Hariyani menambahkan, BKOW yang beranggotakan 32 organisasi wanita, memang menjadikan HUT ke-59 ini sebagai momentum untuk berbagi dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

"Kelompok lansia perlu mendapat perhatian karena secara fisik kondisi mereka sudah semakin menurun," ujarnya.

Oleh karena itu, setiap anak wajib memberikan perhatian dan berbakti pada lansia agar mereka bisa menikmati hari tua dengan nyaman. "Itu adalah kewajiban seorang anak, kita ada karena mereka," ujarnya.

Baca juga: BKOW: Perempuan jangan ragu berpikir secara independen

Selain itu, BKOW juga menaruh perhatian terhadap keberadaan anak stunting dengan memberikan bingkisan tambahan berupa susu.

Istri Wagub Bali ini berharap dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan normal sesuai dengan usia mereka.

Masih berkaitan dengan persoalan stunting, Putri Hariyani juga menekankan pentingnya upaya pencegahan. Menurut dia, pencegahan bisa dilakukan mulai dari memberi perhatian pada kesehatan calon ibu sejak remaja hingga pemenuhan gizi pada masa kehamilan.

"Sangat penting bagi remaja untuk memperhatikan kesehatan reproduksinya. Demikian juga pemenuhan gizi pada saat mengandung. Melalui upaya tersebut, saya harap angka stunting di Bali dapat segera dituntaskan," katanya.

Baca juga: BKOW: perempuan harus berani lawan radikalisme

Sedangkan untuk keberadaan penyandang disabilitas tentunya sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang sekitar dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap, bantuan yang diberikan tak semata dilihat dari jumlah namun niat dan ketulusan jajaran BKOW dalam berbagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel