BKP Kementan terus pantau stok dan harga pangan strategis

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan strategis baik di tingkat produsen maupun konsumen menjelang Idul Fitri 2021 sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri dalam keterangan pers yang dikutip di Jakarta, Selasa, memastikan pasokan kebutuhan bahan pokok jelang Lebaran 2021 masih aman dengan harga yang stabil.

BKP menyurvei dua pasar tradisional di Kota Bogor yaitu di Pasar Suryakencana dan Kebun Kembang. "Harga maupun pasokan pangan pokok strategis relatif aman," kata Risfaheri.

BKP juga melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan secara langsung di berbagai pasar di wilayah Jabodetabek yakni Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang, Pasar Ciputat Tangerang Selatan, Pasar Depok Jaya, Pasar Induk Cibitung, Pasar Kranggan dan Pasar Kranji Bekasi.

Dari hasil pantauan didapati pasokan pangan dalam kondisi cukup dan harga cenderung stabil. Harga beras medium berkisar Rp8.100 – 10.500 per kg (HET Rp9.450 per kg) sedangkan beras premium berada di kisaran Rp11.500 – 14.000 per kg (HET Rp12.800 per kg) dengan kisaran stok 5-7 ton setiap pengecer.

Harga gula pasir di pasar berkisar antara Rp12.500 – 14.000 per kg (HAP Rp12.500 per kg). Minyak goreng mengalami sedikit kenaikan di kisaran Rp13.000 – 15.000 per kg (HAP Rp11.000 per liter; Rp11.790 per kg) dengan kisaran stok 100-150 liter setiap pengecer.

Cabai Rawit Merah (CRM) dan Cabai Merah Keriting (CMK) juga relatif stabil yang masing-masing berkisar di Rp60.000 per kg dan Rp22.000 – 30.000 per kg. Sementara itu, untuk harga bawang merah di kisaran Rp26.000-30.000 per kg (HAP Rp32.000 per kg) dan bawang putih Rp24.000-30.000 per kg. Harga bawang terpantau mengalami penurunan dibanding minggu lalu lantaran sedang memasuki awal musim panen. Stok bawang putih mencukupi hingga bulan Juni mendatang.

Risfaheri mengingatkan kepada pedagang agar memperhatikan harga acuan penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET) yang telah dikeluarkan pemerintah untuk minyak goreng dan gula pasir yang di atas HAP serta sebagian beras medium dan premium yang melebihi HET.

"Catatan kami, stok ketiga komoditi pangan tersebut dalam kondisi aman dan surplus sehingga tidak ada alasan kenaikan harga di luar kewajaran, meskipun menjelang Idul Fitri ini permintaan meningkat. Untuk itu kami berharap Satgas Pangan dapat melakukan pengawasan," kata dia.

Untuk membantu masyarakat dalam mengakses pangan murah, Badan Ketahanan Pangan telah menyediakan stok bahan pangan pokok strategis dengan jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Center di Jakarta, Bogor, dan Depok dengan harga yang lebih murah dari harga di pasar.

Masyarakat tidak hanya bisa berbelanja langsung, tetapi juga bisa melalui online melalui GoJek, Grabmart, Bukalapak dan PasTani, dengan layanan gratis ongkir. Tidak hanya itu, PMT juga mengadakan Gelar Pangan Murah di pusat-pusat pemukiman di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Mentan pastikan ketersediaan 11 pangan nasional jelang puasa
Baca juga: DKI catat kenaikan harga pangan 3-5 persen jelang Ramadhan
Baca juga: Pastikan stok pangan, Pemkot Palembang tingkatkan sidak pasar