BKPM Klaim Sukses Eksekusi 73 Persen Investasi Mangkrak ke RI

Dusep Malik
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengklaim pihaknya telah menarik investasi sebesar Rp517,6 triliun dari total investasi mangkrak yang tercatat sebesar Rp708 triliun.

Menurut dia, dari investasi yang berhasil direalisasikan tersebut berarti telah sekitar 73 persen berhasil dieksekusi. Investasi tersebut kini sudah bertahap masuk ke Indonesia dan belum secara keseluruhan masuk.

"Sekarang sudah tereksekusi dari Rp708 triliun itu sebesar Rp517,6 triliun," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual realisasi investasi, Senin 26 April 2021.

Ia menjelaskan meski sudah dinyatakan berinvestasi, namun para investor tersebut tetap melalui beberapa tahapan, seperti perizinan dan juga terkait pengadaan tanah.

"Jadi ini setara 73 persen. Ini PR (pekerjaan rumah) besar dari Bapak Presiden kepada kami, bahwa harus selesai," jelasnya.

Segera setelah berhasil mengeksekusi seluruh investasi mangkrak, Bahlil mengaku fokus BKPM selanjutnya adalah membidik realisasi investasi dari perusahaan-perusahaan yang telah mendapatkan insentif fiskal tax holiday dengan nilai investasi hingga Rp1.000 triliun lebih.

"Memang pekerjaan rumah di BKPM ini besar," katanya.

Bahlil menambahkan, realisasi investasi mangkrak yang berhasil dieksekusi itu juga jadi bagian dari total realisasi investasi pada kuartal I-2021 sebesar Rp219,7 triliun.

Namun, ia menegaskan, nilai yang tercatat merupakan nilai yang terealisasi pada periode Januari-Maret 2021, bukan dari jumlah investasi secara keseluruhannya.

Ia memberi contoh, investasi perusahaan A mencapai total Rp3 triliun. Namun, sesuai program perizinan dan lahan, perusahaan tersebut baru mulai merealisasikan investasi sebesar Rp200 miliar dari total investasi mereka.

Maka, BKPM akan mencatat Rp200 miliar sebagai realisasi investasi yang kemudian dihitung dalam capaian realisasi investasi yang dipaparkan ke publik setiap tiga bulan.

"Bangun pabrik kan butuh waktu dua tahun, tiga tahun atau 10 tahun. Jadi jangan dibaca sudah gol, langsung masuk (semua nilai investasi). Yang kita masukkan dalam data adalah realisasi real, bukan komitmen," ujar Bahlil. (ant)