BKPM perlu arahkan investasi masuk ke bidang kesehatan dan pangan

Faisal Yunianto

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) perlu mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia pada tahun ini untuk bidang kesehatan dan pangan mengingat pengalaman dari pandemi COVID-19.

"Saya berharap kepada BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), pada masa wabah COVID-19, investasi hingga akhir tahun 2020 ini, arahkan pada bidang kesehatan dan pangan," kata Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Menurut politisi Fraksi PKS itu, investasi skala besar itu juga harus menghasilkan produk berkualitas dengan standard yang diterima dunia internasional.

Ia mengingatkan bahwa investasi berskala besar tersebut dibutuhkan antara lain karena hampir 95 persen alat kesehatan kita termasuk obat, adalah impor, terutama bahan bakunya.

Nevi juga mengusulkan adanya upaya dalam rangka mengumpulkan dukungan dari berbagai pihak pada pengumpulan dan pengolahan data potensi dan peluang investasi di seluruh Kabupaten/Kota.

Sebelumnya Anggota Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto juga meminta pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berjuang untuk mendatangkan investasi besar di bidang kesehatan ke Tanah Air agar ke depannya, pembuatan obat tidak memiliki ketergantungan terhadap impor bahan baku.

"Saya harap Kepala BKPM terus berjuang untuk mendatangkan investasi-investasi ke depan," kata Adisatrya Suryo Sulisto.

Menurut politisi Fraksi PDIP itu, setelah pandemi usai diyakini bakal banyak tenaga kerja yang perlu diserap oleh industri, terutama industri yang memerlukan investasi yang bermodal besar.

Ia menginginkan salah satu yang perlu difokuskan adalah industri dasar kimia yang terkait dengan keluhan sejumlah BUMN Farmasi yang memerlukan dukungan penuh dalam pembuatan bahan baku obat.

"Ini salah satu sektor yang menurut kami perlu diprioritaskan oleh BKPM, bagaimana ke depan kita harus memperkuat industri di dasar kita, sehingga kita tidak tergantung kepada bahan baku impor," katanya.

Dengan demikian, ujar dia, maka Indonesia dapat memproduksi berbagai jenis obat dan vitamin untuk kebutuhan nasional.

Baca juga: Legislator harapkan BKPM mampu undang investasi besar bidang kesehatan
Baca juga: Erick Thohir sedih mayoritas bahan baku obat dan alkes masih impor
Baca juga: Percepat impor alkes dan pelindung diri, Kemendag terbitkan regulasi