BKSDA Kalbar: Petugas Tidak Tidur 36 Jam untuk Tangkap Harimau Lepas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dua harimau yang lepas dari Kebun Binatang Sinka Zoo Singkawang, Jumat 5 Februari 2020 sudah diamankan. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta menyatakan, petugas gabungan yang mencari harimau tersebut tidak tidur selama 36 jam.

"Kita sangat bersyukur karena penangkapan dua ekor harimau adalah merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa namun dapat diselesaikan bersama-sama," kata Sadtata saat memberikan keterangan pers di Pontianak, Sabtu malam (6/2/2021), dikutip dari Antara.

Dia pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang ikut membantu dalam upaya penangkapan dua ekor harimau tersebut.

"Karena atas semua kerja kerasnya, kesabarannya dan soliditasnya menandakan ini sebuah sinergi antarpihak yang luar biasa. Bahkan 36 jam para petugas ini tidak tidur," ucap dia.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Menurut dia dalam upaya penangkapan semacam itu memang memerlukan kesabaran yang luar biasa.

Terkait dengan salah satu harimau yang sudah mati karena tertembak dengan peluru tajam, pihaknya akan berkonsultasi dengan tim medis terkait bagaimana penanganannya.

"Hal itu terjadi karena dinilai sudah mengancam keselamatan personel di lapangan," kata Sadtata.

Sedangkan harimau yang ditembak dengan senjata bius, nanti akan dilihat perkembangannya. Apabila sudah sadar barulah bisa dilakukan penanganannya seperti apa.

"Saya rasa sekarang kondisinya sudah aman di dalam kandang," katanya.

Sadtata mengatakan, BKSDA Provinsi Kalbar akan melakukan evaluasi dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait bagaimana hal itu bisa terjadi, apa-apa saja yang masih menjadi kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki dan sebagainya.

Longsor

Dua harimau di Singka Zoo, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, lepas dari kandang dan menewaskan satu orang penjaga kandang pada Jumat (5/2/2021).

Pengurus Singka Zoo Singkawang, Elka Surya menjelaskan, kejadian itu bermula saat terjadi longsor di kandang harimau pada Jumat sore (5/2/2021).

Longsor itu mengakibatkan kandang rusak dan lepasnya dua harimau.

"Ya memang kronologinya itu (awalnya) ada longsor yang menyebabkan robohnya dinding kandang itu," kata Pengurus Singka Zoo Singkawang, Elka Surya kepada Liputan6.com, Sabtu (6/2/2021).

Karena tembok roboh kedua harimau itu lepas. Sang pawang pun diminta untuk menghalau dua hewan buas itu. Tak disangka kedua harimau itu menyerang pawang hingga meninggal dunia.

"Karena dia (pawang) berada di dekat dengan lokasi kandang tersebut. Mereka ditugasin buat menghalau (harimau) juga. Ya sendirian," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: