Black Box Sriwijaya Air SJ182 Sudah Ditemukan, Apa Saja Fungsinya?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Flight Data Recorder (FDR) salah satu bagian dari black box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan. FDR ini ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (12/1/2021).

"FDR sudah ditemukan," kata Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilansir dari kanal News Liputan6.com. Black box sendiri terdiri atas 2 bagian, yaitu FDR dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Hingga saat ini, bagian yang ditemukan ialah FDR. Hadi bilang, pihaknya akan terus melakukan pencarian CVR sekaligus mencari potongan badan pesawat dan mengevakuasi jenazah korban insiden ini.

Dilansir dari laman sciencestruck, di saat terburuk, black box dapat menjabarkan rincian kecelakaan penerbangan -- apakah itu kelalaian di bagian awak, masalah dengan mesin dan operasionalnya, atau fakto-faktor pemicu lainnya. Alat ini juga membantu memahami rangkaian kejadian yang menyebabkan pesawat terbang tidak sebagaimana mestinya. Lalu, apa saja fungsi dari black box?

FDR mencatat beberapa fungsi penting pesawat, seperti waktu penerbangan, kecepatan, ketinggian, arah pesawat, dan lain sebagainya. Data ini sangat berharga bagi para penyelidik karena membantu mereka menentukan penyebab dari kecelakaan penerbangan. FDR di era penerbangan modern, bahkan bisa membantu penyelidik untuk membuat visualisasi tentang apa yang telah terjadi, kapan, dan bagaimana kecelakaan tersebut berlangsung.

Sementara CVR adalah perekam audio yang mencatat lebih dari sekedar rekaman percakapan pilot, namun juga suara-suara yang timbul di area kokpit.Fitur ini membantu penyelidik terlatih menentukan sifat dan penyebab kecelakaan melalui kebisingan mesin, kebisingan aliran udara, peringatan kios, ping darurat, dan lain-lain.

Penyelidik kemudian dapat juga menentukan kecepatan pesawat melalui informasi tersebut. Karena sifatnya yang penting, sebuah CVR harus bisa merekam sekitar 25 jam data penerbangan, dan menyimpan minimal 2 jam materi audio.

Tanpa black box, hampir tidak mungkin penyelidik bisa mengetahui penyebab kecelakaan penerbangan, terutama yang misterius tanpa korban selamat. Kotak hitam itu sendiri tidak bisa dihancurkan, dan tetap utuh untuk waktu yang sangat lama setelah kecelakaan. Benda ini juga dilengkapi dengan suar bawah air yang menghasilkan suara 'ping', untuk membantu pihak pencarian menemukannya lebih cepat.

Mampu Merekam Semua Kejadian

Foto: Ilustrasi Black Box (mirror.co.uk)
Foto: Ilustrasi Black Box (mirror.co.uk)

Kotak hitam dibalut oleh bahan tahan korosi sehingga tetap utuh di bawah air untuk waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun. Black box pesawat Air France 447 misalnya ditemukan utuh hampir dua tahun setelah kecelakaan pada 2009, dan tidak mengalami kerusakan berarti.

Desain kotak hitam sedemikian rupa sehingga dapat menahan percepatan hingga 3400 kali gaya gravitasi. Selain itu, benda ini juga dapat bertahan di suhu ekstrem Soal warnanya mungkin membingungkan karena warnanya oranye. Warna itu dipilih karena lebih mencolok secara visual agar lebih mudah ditemukan setelah terjadi kecelakaan. Bentuknya pun seperti silinder, bukan kotak.

Dilansir dari laman merdeka.com, black box atau kotak hitam menjadi kunci utama untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan pesawat, seperti yang terjadi pada Sriwjaya Air SJ182. Alat ini mampu merekam semua kejadian sebelum terjadinya kecelakaan pesawat.

Penyelidik akan membawa komponen tersebut ke laboratorium untuk mengunduh data di dalamnya. Setelah itu, akan mencoba merekonstruksi ulang semua peristiwa selama penerbangan. Meski begitu, proses ini membutuhkan waktu sekitar berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.

Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: