BlackBerry 9220 untuk Anak Muda dan Pemula  

TEMPO.CO, Jakarta - Research in Motion (RIM) hari ini resmi menjual ponsel cerdas termurahnya, BlackBerry Curve 9220, seharga Rp 1,999 juta. Di saat ponsel lain sudah mendukung setidaknya jaringan 3G, RIM malah menghadirkan ponsel yang hanya berjalan di jaringan 2G.

Ardo Fadhola, Country Product Manager RIM Indonesia, punya alasan sendiri. Menurut dia, berdasarkan riset yang dijalankan pihaknya, kebutuhan prioritas konsumen Indonesia adalah untuk berkomunikasi dan alat untuk mengakses media sosial.

"Dan jaringan 2G sudah cukup untuk memenuhinya," ujar Ardho di sela acara peluncuran BlackBerry 9920 di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 24 April 2012.

Salah satu saingan utama BlackBerry di Indonesia adalah ponsel Android yang memiliki produk dengan harga Rp 1,2 juta. Namun, Ardo yakin Curve 9920 masih dapat diterima pasar meskipun memiliki harga yang lebih tinggi dari Android murah itu.

"Enggak masalah. Kami yakin pasar smartphone masih besar. Peralihan pengguna feature phone ke smartphone, misalnya, masih sangat besar," ujarnya menambahkan.

Ardo menyebutkan BlackBerry Curve 9920 ini ditujukan untuk dua target utama, yaitu anak muda usia 20-24 tahun, serta pengguna feature phone yang ingin beralih menggunakan ponsel cerdas.

Ponsel ini menggunakan sistem operasi BlackBerry 7.1 dan dilengkapi dengan radio FM, serta tombol khusus yang langsung membawa pengguna ke menu BlackBerry Messenger.

Selain itu, ponsel ini juga menggunakan baterai berdaya 1450 mAh dan diklaim mampu bertahan selama tujuh jam untuk bicara atau 28 jam untuk mendengarkan musik melalui headset.

RATNANING ASIH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.