Blackout Tuesday, Agnez Mo Serukan Bhinneka Tunggal Ika Kepada Dunia

Liputan6.com, Jakarta Aksi rasialisme yang berujung pada kematian warga kulit hitam Amerika Serikat memicu amarah dunia termasuk kalangan selebritas. Agnez Mo turut menyuarakan keragaman dalam ikatan cinta di akun Instagram terverifikasi miliknya.

Seperti diketahui, Selasa (2/6/2020), sejumlah musisi dunia menggemakan tagar #blackouttuesday dengan mengunggah gambar warna hitam polos. Agnez Mo bergabung dalam aksi ini dengan cara berbeda. 

Agnez Mo mengunggah foto tokoh legendaris yang juga korban politik pembedaan warna kulit, Nelson Mandela. Bersama foto hitam putih Nelson Mandela, Agnez Mo mengingatkan dunia pentingnya cinta kasih tanpa memandang warna kulit.

 

Warna Kulit dan Agama

Agnez Mo. (Foto: Instagram @agnezmo)

Bersama foto Nelson Mandela, Agnez Mo mengutip pernyataan sang tokoh. “No one is born hating another person because of the color of his skin, or his background, or his religion (Tak ada seorang pun yang dilahirkan untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang atau agamanya),” tulisnya.

Pelantun “Cinta Di Ujung Jalan” dan “Tanpa Kekasihku” melanjutkan pernyataan Nelson Mandela dari buku monumental Long Walk To Freedom.

#bhinnekatunggalika

Sketsa George Floyd. (Foto: Instagram @michelleobama)

People must learn to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite (Masyarakat belajar membenci. Dan jika mereka dapat belajar membenci, maka mereka pun bisa belajar mengasihi. Karena kasih datang secara alami di hati umat manusia daripada sebaliknya),” pungkas Agnez Mo.

Yang menarik, selain tagar #blacklivesmatter, Agnez Mo menyertakan tagar #bhinnekatunggalika. Bersama dua tagar ini, pemilik album And The Story Goes To menyertakan tagar #love #forgiveness #agnezmo dan #thebibletaughtmeso.

Rasialisme di Tanah Air

Agnez Mo. (Foto: Instagram @agnezmo)

Lebih dari 49 ribu orang mengirim tanda hati untuk unggahan ini. Sejumlah komentar mendukung pernyataan Agnez Mo. “Katakan tidak pada rasialisme,” cetus seorang warganet. Yang lain mengingatkan Agnez Mo soal rasialisme di Indonesia.

If you can also fight for the racism thats happening in indonesia, thatll be so helpful. We have no voice, but you can help us have it (Kalau lo juga turut memerangi rasialisme yang terjadi di Indonesia, itu akan amat menolong. Kami tak punya syara, tapi kau bisa bantu dengan suaramu),” imbuhnya.

 

Sejumlah Seleb Hollywood

Agnez Mo. (Foto: Instagram @agnezmo)

Tagar #blacklivesmatter dan #blackouttuesday menggaung setelah warga Afrika-Amerika, George Floyd, tewas di tangan polisi kulit putih, pada 25 Mei 2020. Sebuah foto memperlihatkan polisi Derek Chauvin menindih leher George Floyd. Tak bisa bernapas, George Floyd tewas.

Kematiannya membuat publik Amerika Serikat geram dan turun ke jalan. Sebagian aksi protes berbuntut kerusuhan dan pembakaran. Sejumlah seleb Hollywood turut protes. Di antaranya, Arianda Grande, Jamie Foxx, dan Anna Kendrick. Taylor Swift bahkan mengkritik pedas Presiden Donald Trump.