Blak-blakan Pedagang Soal Alasan di Balik Harga Hewan Kurban Tahun ini Makin Mahal

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga hewan kurban sapi mengalami kenaikan pada perayaan Iduladha 1443 H/ 2022. Kenaikan ini disebabkan oleh wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih mengganas di Pulau Jawa sebagai salah satu sentra produksi hewan ternak.

Salah satu penjual hewan kurban bernama Khoir Afandi (52) mengatakan, lonjakan harga sapi terjadi lantaran peternak hingga distributor harus mengeluarkan biaya lebih untuk menggunakan jasa dokter hewan hingga membeli obat-obatan untuk melindungi sapi dari paparan PMK.

"Jadi, mereka perlu biaya lebih untuk tahun ini ya," tekannya kepada Merdeka.com di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/7).

Dia mencontohkan, untuk sapi kurban di tempat usahanya dijual mulai Rp19 juta hingga Rp 35 juta per ekor. Sedangkan, untuk kambing dibanderol mulai Rp2,5 juta sampai Rp6,5 juta per ekor.

"Padahal, sapi tahun kemarin (2021) ada yang di jual Rp17,5 jutaan," imbuhnya.

Ketersediaan Hewan Kurban Terbatas

kurban terbatas
kurban terbatas.jpeg

Selain kenaikan harga, penyebaran wabah PMK juga membuat ketersediaan sapi kurban tahun ini sulit di cari. Ini karena distributor memilih mengurangi pembelian untuk mengantisipasi penularan PMK pada sapi kurban.

"Jadi, distributor lebih selektif ya. Karena kan harga sapi juga mahal daripada kambing," paparnya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan untuk meminimalisir penularan penyakit PMK. Dengan begitu, stok sapi kurban kembali banyak tersedia. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel