Blak-blakan soal Pilpres 2024, AHY Singgung Anies

·Bacaan 3 menit

VIVA – Dinamika politik menuju Pilpres 2024 terus menghangat meski waktunya masih kurang dari tiga tahun lagi. Salah satu nama yang digadang-gadang masuk bursa capres dan cawapres adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Belum lama ini, Ketua Umum Partai Demokrat itu menemui Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di waktu yang berbeda. Dua nama terakhir juga masuk bursa capres 2024 versi survei.

Terkait pertemuan itu, AHY angkat bicara dalam Kabar Petang tvOne. Dipandu presenter Tysa Novenny, AHY juga ungkap pandangannya soal kans di Pilpres 2024.

Purnawirawan TNI itu menyampaikan aktivitasnya dengan Anies dan Ridwan Kamil sebagai pertemuan sesama anak bangsa. Ia menepis jika pertemuan itu diartikan hanya untuk mendongkrak elektabilitas.

"Saya sebagai ketua umum partai politik tentu punya kepentingan untuk bisa saling berkomunikasi dengan baik sekaligus memberikan support satu sama lain," ujar AHY dikutip VIVA pada Jumat, 25 Juni 2021.

Meski demikian, menurutnya bila ada yang menilai pertemuan itu sebagai upaya mendongkrak elektabilitas maka tak bisa disalahkan. Sebab, pertemuan itu dipublikasikan sehingga wajar muncul persepsi tersebut.

"Tetapi, bagi saya tidak serta merta ke arah sana. Kalau hanya dilakukan hanya untuk itu, menjadi sesuatu yang nggak langgeng begitu. Saya ingin komunikasi ini berjalan sampai kapan pun," tutur AHY.

Dia menceritakan pertemuannya dengan Ridwan Kamil atau Kang Emil yang disertai momen keduanya mengendarai sepeda motor berboncengan. Ia mengaku sudah mengenal lama eks Wali Kota Bandung tersebut.

"Saya masih tentara, Kang Emil juga masih sebagai arsitek, kemudian jadi Wali Kota Bandung dan seterusnya. Ternyata 8 tahun kemudian sama-sama pada posisi cukup penting dalam politik," ujar AHY.

Menurutnya, dalam pertemuan itu, ia menyampaikan support ke Ridwan Kamil sebagai gubernur dalam memimpin daerahnya di tengah pandemi COVID-19. Pun, sebaliknya, AHY juga dapat dukungan dari Ridwan Kamil terkait prahara yang pernah menghampiri Demokrat.

Kemudian, ia tak menampik mesti merangkul suara milenial untuk menuju 2024. Kata dia, hal ini wajar dan sudah diperjuangkan olehnya bersama Demokrat. Menurutnya, bonus demografi Indonesia dengan sebagian penduduk milenial mesti dioptimalkan.

"Harus dong, memenangkan hati anak muda. Dan, itu saya lakukan bersama Partai Demokrat. Ini ikhtiar yang harus kita lakukan secara sistematis," sebut AHY.

Nah, disinggung soal Anies, AHY juga punya pandangan. Apalagi, isu duet Anies-AHY di Pilpres 2024 sempat dispekulasikan pascapertemuan di Balai Kota DKI, beberapa waktu lalu.

AHY bilang sudah lama mengenal Anies. Meski bersaing di Pilgub DKI 2017, tapi sebelumnya sudah sering bertemu dan berdiskusi dengan mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.

"Sebetulnya sejak saya masih di tentara, mas Anies itu dulu sebagai rektor, akademisi juga sering berdiskusi, tampil dalam berbagai forum yang sama," ujar AHY.

Menurut dia, dalam pertemuan dengan Anies memang ada beberapa hal yang dibicarakan. Pembicaraan itu saling support antar keduanya.

Namun, ia menilai suatu hal menarik bila ada harapan dan imajinasi soal duetnya bersama Anies. Ia bilang mungkin persepsi itu terbangun lantaran AHY bersama Demokrat saat ini berada di luar kekuasaan pemerintah.

"Saya tidak melihat sebagai sesuatu yang tidak baik ya untuk berkomunikasi dengan siapapun termasuk dengan mas Anies dan pemimpin daerah lainnya. Dan, saya senang sekali begitu diterima kita dalam satu frekuensi yang sama," kata AHY.

Terkait kans realisasi duetnya dengan Anies di Pilpres 2024, AHY menjawabnya.

"Masih lama waktunya mba Tisa. Nanti undang saya lagi. Sekarang masih terlalu prematur. Saya rasa belum pas bicara sejauh itu," kata AHY.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel