Blakblakan Wakil Ketua Demokrat Ngawi soal Ketuanya Dipecat karena KLB

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pimpinan di dua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Jawa Timur diberhentikan dari jabatannya karena ditengarai mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Salah satu yang disanksi ialah Ketua DPC Demokrat Ngawi, Isnaini Widodo.

Pimpinan pusat Partai Demokrat di Jakarta telah memberhentikan Isnaini. Ia diganti oleh Bendahara DPD Demokrat Jawa Timur Sri Subianti selaku ketua pelaksana tugas yang ditunjuk. "Surat pemecatannya sudah keluar dari DPP," kata Wakil Ketua Partai Demokrat Ngawi Haris Agus Susilo kepada VIVA, Kamis malam, 11 Maret 2021.

Haris mengaku akan didapuk menjadi Sekretaris Demokrat Ngawi. Sebab, sekretaris sebelumnya kini menjadi lurah. "Kalau jadi lurah kan enggak boleh di partai lagi. Saya nanti akan menjadi pelaksana harian sebagai sekretaris. Karena Pak Isnaini, kan, sudah dipecat," ujar anggota Fraksi Demokrat DPRD Ngawi itu.

Secara umum, Haris menegaskan, Demokrat Ngawi setia kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum, sesuai AD/ART. "Beberapa hari lalu itu saat ada isu KLB, tanggal dua Maret, ada wartawan mencari Pak Isnaini tapi tidak ketemu. Akhirnya ketemu saya dan tanya soal KLB. Saya jawab, kami tegak lurus ke AHY," ujarnya.

Belakangan, Isnaini selaku ketua DPC diketahui menghadiri acara KLB Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diinisiasi beberapa mantan kader Demokrat. "Jadi, kalau ada tindakan Pak Isnaini (hadir ke KLB), itu tindakan pribadi. Makanya ketika ada isu Pak Isnaini terlibat, saya kaget. Saya minta kejelasan kepada Bu Sri Subianti dan dijelaskan bahwa Pak Isnaini sudah tidak berkepentingan di DPC," ujarnya.

Khawatir kena imbas tindakan pribadi Isnaini, Haris bersama pengurus dan kader Demokrat Ngawi lainnya kemudian melakukan deklarasi kesetiaan kepada AHY. "Bersama seluruh PAC, yang ternyata ketika saya tanya satu per satu, tidak ada yang diajak bicara dan terlibat ke gerakan KLB itu," ujar Haris.

VIVA mencoba menghubungi Isnaini untuk mengonfirmasi dan meminta tanggapan soal itu. Namun, hingga Jumat, 12 Maret 2021, ia belum merespons. Pertanyaan melalui pesan singkat dan WhatsApp juga belum ia jawab, hingga berita ini selesai ditulis.