Blangko e-KTP Menipis Imbas Pemohon Membludak, Disdukcapil Tangerang Terbitkan Suket

Merdeka.com - Merdeka.com - Stok blangko KTP elektronik (e-KTP) mulai menipis di sejumlah wilayah Tangerang. Jumlah blangko e-KTP di Kota Tangerang Selatan, bahkan telah habis sejak pekan kemarin.

Kabid Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Hedi Mochamad Hertadi mengakui keterbatasan jumlah blangko e-KTP tersebut. Dia mengatakan, stok blangko e-KTP yang minim itu membuat pelayanan pencetakan identitas masyarakat menjadi terganggu.

"Pelayanan pencetakan hanya untuk kebutuhan urgent masyarakat. Sisanya kami layani dengan penerbitan Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP dan perekaman biodata diri," kata Hedi dikonfirmasi, Kamis (22/9).

Menurut dia, blangko e-KTP di Kabupaten Tangerang, tersisa 2.000 lembar. Sementara kebutuhan pencetakan e-KTP baru setiap hari di atas 1.000 pemohon.

"Makanya kita batasi hanya untuk keperluan urgent. Kita hanya cetak maksimal 200-an e-KTP, sisanya kami layani dengan penerbitan suket," tegas dia.

e-KTP Warga Rusak Bikin Digital

Kepala Disdukcapil Tangerang Selatan, Dedi Budiawan menuturkan, blangko e-KTP El telah kosong sejak 13 September 2022 kemarin. Pelayanan penerbitan saat ini dilakukan dengan pencetakan suket.

"Untuk warga yang e-KTP hilang atau rusak, kami arahkan dengan mencetak KTP digital. Kalau yang pindah domisili atau cetak baru kami terbitkan pengganti KTP El dengan suket," ucap dia.

Menurut Dedi, seriap hari ada sekitar 300 pemohon KTP El di Disdukcapil Tangsel. Dari jumlah itu, mayoritas pemohon adalah warga pindah domisili.

Dedi menjelaskan, untuk permohonan KTP digital, masyarakat bisa melakukan pendaftaran secara online dengan mengunjungi website resmi Disdukcapil Tangsel, melalui laman http://rumahdukcapil.tangerangselatankota.go.id

"Untuk warga yang KTP nya hilang atau pendatang yang KTP nya rusak disarankan buat ktp digital. Penerbitan KTP digital belum dibuka secara luas, sehari hanya melayani 40 pemohon. Tapi dari 40 kuota pemohon itu, hanya 10 sampai dengan 20 pemohon saja yang datang," kata dia.

Syarat dan Cara Membuat e-KTP Digital

Kemendagri mulai menerapkan uji coba e-KTP digital di 50 Kabupaten/Kota. Dengan e-KTP digital, masyarakat nantinya cukup menyimpan identitas tersebut di handphone.

Segala keperluan yang memerlukan identitas diri nantinya cukup menunjukan scan barcode di handphone. Tanpa perlu lagi memfotokopi e-KTP.

Syarat dan cara membuat e-KTP digital cukup mudah jika dibandingkan membikin e-KTP secara offline maupun online. Masyarakat yang ingin membuat e-KTP digital tak perlu meminta surat pengantar dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

Masyarakat juga tak perlu membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat keterangan pindah dari kota asal, jika Anda bukan asli warga setempat. Lalu datang ke kantor kelurahan untuk di foto dan melakukan sidik jari. Poses percetakan kartu identitas pun masih melihat ketersediaan stok blanko e-KTP di kelurahan tersebut.

Masyarakat yang hendak membuat identitas digital juga tak perlu menyerahkan KTP lama dan menerima KTP baru di kecamatan setempat dengan membawa bukti pendaftaran seperti membuat e-KTP online.

Berikut cara dan syarat membuat e-KTP digital:

Syarat Membuat e-KTP Digital

-Pemohon memiliki handphone smartphone

-Daerah pemohon harus memiliki jaringan untuk mendukung pembuatan e-KTP digital

Cara Membuat e-KTP Digital

-Mengunduh aplikasi Identitas Digital (ID) di handphone

-Pemohon kemudian melakukan registrasi dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email dan nomor handphone

-Melakukan verifikasi data lewat face recognition atau verifikasi wajah. Kemudian verifikasi email agar log in ke dalam aplikasi ID

-Setelah masuk aplikasi ID, pemohon memasukkan data keluarga dan dokumen kependudukan

-Pemohon memasukkan dokumen lain hasil integrasi NIK seperti sertifikat vaksin Covid-19

-Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kepemilikan kendaraan maupun Badan Kepegawaian Nasional

-Dalam aplikasi ID menampilkan QR code identitas digital, biodata, dan histori aktivitas yang sudah dilakukan [gil]