Postingan Blog oleh Football Fandom

  • Kegagalan Taktik AC Milan

    Perebutan bola antara Montolivo (kiri) dan Xavi. (Getty Images/David Ramos)

    Ditulis oleh: Aditya Nugroho


    Raksasa itu telah kembali, menyingkirkan raksasa lainnya dengan meyakinkan, dan lolos dengan penuh gaya. Kemenangan empat gol tanpa balas menjawab segalanya. Begitulah gambaran singkat partai leg kedua Barcelona melawan AC Milan Rabu (13/3) dinihari WIB. Barcelona sukses membalikkan keadaan.

    Sukses Barca tidak lepas dari taktik Jordi Roura yang sedikit memodifikasi lini depannya. Messi digeser ke sisi kanan, David Villa menjadi penyerang tengah dan Pedro menempati sisi kiri. Hal ini ternyata efektif karena David Villa mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya.

    Pertanda keberhasilan sudah terlihat sejak menit ke-5 saat Lionel Messi mampu melepas tendangan keras meski dikerumuni pemain-pemain belakang Milan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol yang melipatgandakan semangat Blaugrana ini mengingatkan kita saat Deportivo La Coruna mengalahkan Milan dengan skor identik tahun 2004 lalu. Saat itu, Walter Pandiani membuka skor juga di menit ke-5.

    Gol cepat itu juga

    Selengkapnya »dari Kegagalan Taktik AC Milan
  • Mengenang Laurie Cunningham

    Laurie Cunningham saat berkostum Wimbledon pada 1988 silam. (Getty Images)

    Ditulis oleh: Yoga Cholandha


    Suatu kali, Franz Beckenbauer, libero legendaris Jerman itu pernah berkata, “Sepak bola adalah cerminan sebuah bangsa.” Meminjam dan memodifikasi kata-kata Der Kaizer, sepak bola sejatinya adalah cerminan dari peradaban itu sendiri.

    Apa yang terjadi di sepak bola mampu menunjukkan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dunia. Baik atau buruk, benar atau salah, semua bisa disaksikan di sana. 

    Rasialisme adalah salah satu borok dunia yang tak kunjung dapat disembuhkan meskipun berbagai upaya telah coba dilakukan oleh pihak-pihak berwenang. Berbagai kampanye sudah digalakkan, namun tendensi yang satu ini tak juga hilang dari dunia. Seakan-akan potensi untuk melakukan tindakan berbau rasial ini sudah tertanam dalam DNA umat manusia. Sepak bola pun tak lepas dari rasialisme.

    Laurence Paul Cunningham, atau akrab disapa Laurie Cunningham barangkali bukan nama paling tenar yang ada di sepak bola. Nama Cunningham jelas kalah dibanding bintang-bintang seangkatannya

    Selengkapnya »dari Mengenang Laurie Cunningham
  • Mengelola Sebuah Klub Bukan Hanya Soal Uang

    Persegres (ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo)

    Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


    Dua liga yang berlangsung di Indonesia musim 2011/2012 sama-sama menyisakan masalah sama, yakni gaji pemain yang tertunggak. Banyak pemain tak punya pilihan selain mengikhlaskan diri menunggu hak mereka dibayarkan manajemen. Tak pelak, kisruhnya tata kelola keuangan klub sering jadi kambing hitam buruknya prestasi.

    Padahal sebenarnya tidak mutlak. Mengelola sebuah klub sepak bola bukan hanya soal uang.

    Mari kita tengok klub Persegres asal gresik. Sejak awal musim, mereka menunjukkan tidak akan mengalami masalah keuangan yang berarti. Mereka cepat membangun tim dengan target juara. Mereka berbekal pelatih bintang. Mereka serius memperbaiki keterpurukan musim lalu.

    Dengan ambisi besar itu, anggaran Persegres pun tidak main-main, menyentuh angka Rp30 miliar. Keberanian itu muncul berkat dukungan kuat PT Hidup Makmur Sejahtera Sentosa Holding Grup (HMSSHG), perusahaan induk pengelola Persegres yang bergerak di bidang hasil bumi dan perikanan.

    Selain itu, Persegres

    Selengkapnya »dari Mengelola Sebuah Klub Bukan Hanya Soal Uang
  • Ulasan Jelang Pertandingan: Barcelona vs Milan

    El Shaarawy dibayangi oleh Messi di leg pertama. (Getty Images/Claudio Villa)


    Ditulis oleh: Aditya Nugroho


    Barcelona punya misi sulit membalikkan defisit dua gol atas Milan di leg kedua Liga Champions yang akan berlangsung Rabu (13/3) dinihari WIB. Meski pertandingan akan berlangsung di Stadion Camp Nou, namun menghadapi tim yang telah memiliki penangkal serangan mereka bukanlah pekerjaan mudah.

    Di leg pertama, Milan seperti memiliki semua hal yang diperlukan untuk menangkal permainan khas tiki-taka Barcelona. Mereka bermain disiplin menutup setiap jengkal ruang gerak para pemain Barca.

    Dengan kedisiplinan itu, Milan kemudian menghukum Blaugrana melalui serangan cepat yang efektif terutama memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan oleh dua pemain belakang Barca, Dani Alves dan Jordi Alba. Kevin-Prince Boateng dan El Shaarawy yang cepat dan kuat adalah senjata tepat untuk menamatkan perlawanan Barcelona.

    Banyak yang memprediksi pertandingan leg kedua akan berlangsung sama. Barcelona seperti biasa akan mendominasi penguasaan bola dan mengurung Milan melalui

    Selengkapnya »dari Ulasan Jelang Pertandingan: Barcelona vs Milan
  • Andrea Sebaiknya Membalas Dengan Tulisan

    Tempo/Agung Pambudhy


    Oleh Sirajudin Hasbi


    “Hampir seratus tahun kita menanti adanya karya anak bangsa mendunia, tapi alhamdulillah hari ini semua terbukti setelah buku saya menjadi bestseller dunia,” kata novelis Andrea Hirata (“Laskar Pelangi”) dalam suatu konferensi pers seperti yang dikutip oleh salah satu media nasional terkemuka.

    Sepenggal pernyataan itu sontak jadi kontroversi yang ramai diperbincangkan sepekan terakhir.

    Damar Juniarto, seorang publisis, menulis sanggahan terhadap pernyataan Andrea. Dia menuliskannya dalam blog Kompasiana miliknya, dengan judul “Pengakuan International Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya”.

    Ada tiga poin utama sanggahan Damar. Pertama, kata Damar, klaim Andrea mengenai penulis Indonesia yang mendunia — setelah seratus tahun penantian — patut diperdebatkan. Sebabnya, Andrea mengesampingkan nama besar seperti Pramoedya Ananta Toer, satu-satunya sastrawan Indonesia yang hingga kini pernah menjadi nominasi peraih Nobel Sastra.

    Ada pula nama lain seperti Selengkapnya »dari Andrea Sebaiknya Membalas Dengan Tulisan