Card To Post: Kartu Pos Masa Kini

“Ya ampun… hari gini masih kirim-kiriman kartu pos?”

Mungkin itu anggapan yang timbul saat pertama kali kamu mendengar ajakan berkirim dan bertukar kartu pos. Di zaman sekarang yang serba gampang, sebuah pesan dapat terkirim dalam hitungan detik — tak pedulu seberapa jauh si penerima berada.

Lalu kenapa masih ada yang tertarik berkirim kartu pos, yang makan waktu berhari-hari untuk sampai?



“Jangan dibandingkan dengan teknologi berkirim kabar zaman sekarang, karena bagi saya kartu pos yang wujudnya bisa disentuh ini jauh lebih bermakna dari sekedar SMS/email,” ujar Putri Fitria, salah satu penggagas Komunitas Card To Post.

Di komunitas Card To Post, kamu bisa menemukan banyak manfaat dengan berkirim kartu pos sesama anggotanya. Komunitas ini merupakan sebuah gerakan online untuk mengajak siapa saja mengirimkan dan membangkitkan kembali masa kejayaan kartu pos. Mau nostalgia dengan masa lampau, di sinilah tempatnya.

Komunitas ini berawal dari Rizki Ramadhan yang senang mengirimkan gambar buatannya ke teman-teman terdekat. Menyadari  kecintaanya untuk menciptakan sesuatu yang  baru, Rizki dibantu teman-temannya membentuk sebuah komunitas sebagai tempat untuk memuat karya yang lebih nyata, Card To Post.

Putri Fitria bercerita, dia telah menerima lebih dari 50 kartu pos dari sesama anggota Card To Post. Bahkan sebelum adanya komunitas Card To Post, dia sering berkirim-kirim kartu pos terutama saat dia sempat tinggal di luar negeri.

“Dapet kartu pos paling jauh dari Jerman dan Swiss.. Yang dari Jerman adalah partner penelitian saya, dia ngirim 7 kartu pos dalam satu amplop, tiap kartu pos tulisannnya panjang-panjang,” kata Putri.

“Teman yang dari Swiss, sewaktu di Eropa, saya menyempatkan diri mengunjunginya di desa Uzter. Sepulang ke Indonesia, dia mengirimi saya kartu pos. Bikin kangen!!”

Dengan bergabung dengan komunitas ini dan memilih berkirim kartu pos kepada teman-teman yang belum kita kenal, manfaat yang kamu terima tidak sekadar kedekatan yang lebih intim dan hubungan yang lebih personal.

Kamu juga dapat mengasah kreativitas dengan membuat kartu pos buatan sendiri. Terciptalah sebuah motivasi untuk berlomba-lomba menghasilkan kartu pos yang unik.

Semuanya tidak akan berakhir sia-sia, kartu pos buatanmu atau kiriman teman kamu boleh dipamerkan di http://cardtopost.blogspot.com/, disertai dengan keterangan gambar dan sedikit cerita di balik proses tukar menukar kartu pos tersebut, selalu ada kisah yang tak terduga.

Sudah siap berdebar-debar menunggu kartu pos pertamamu?

Info:
http://cardtopost.blogspot.com/
https://twitter.com/cardtopost
info@cardtopost.com

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.