Chiptune Music: Memaksimalkan Medium yang Minimal

Tulisan di Beranda Komunitas kali ini dipersembahkan oleh Gilang Nugraha, yang bergiat di komunitas pecinta musik chiptune di Indonesia. Penasaran apa itu musik chiptune, dan kegiatan komunitasnya? Yuk langsung simak tulisannya.


Anda masih ingat rasanya bermain game video di era keemasan Nintendo dan Gameboy? Tampilan grafis 8 bit sederhana menemani Anda bermain Super Mario Bros, Legend of Zelda, atau Donkey Kong. Musik latar ceria yang terdengar menciut-ciut dan sedikit kasar menambah keasyikan dan semangat hingga level terakhir.

Kenangan masa kecil menjadi alasan bagi beberapa orang untuk melestarikan musik chiptune — musik yang biasa terdengar di game video klasik — untuk dipadukan dengan aneka jenis alat musik lainnya.

Chiptune (juga dikenal dengan nama lain chipmusic atau micromusic) sebenarnya bukanlah genre musik, melainkan jenis fidelasi suara yang dihasilkan menggunakan suatu media atau perangkat keras tertentu. Chiptune dibuat dari format suara yang yang telah disintetiskan atau dipersatukan secara langsung oleh komputer atau chip suara game video.

Chiptune mulai popular pada pertengahan 1980-an oleh sejumlah komposer musik yang menciptakan musik latar untuk keperluan soundtrack game dengan komputer berkemampuan terbatas.

Komunitas pecinta chiptune memang relatif kecil dibandingkan komunitas musik lainnya, namun penyebarannya kini makin meluas, termasuk Indonesia. Beberapa acara yang menjadi “surga” bagi para pegiat dan penikmat chiptune antara lain Microba Party (Italia), Lo-Bit Playground (Jepang), Blip Festival (New York), Colourama (Malaysia), dan Pesta Mikro (Indonesia).

Geliat di Tanah Air
Pelopor komunitas pecinta chiptune di Indonesia ada tiga orang, mereka adalah Zacka Abi Burdah (JW86), Syafwin Ramadhan Bajumi (Curah Melodia Mandiri), dan Hafis Tamim (Guttersnipe). Mereka awalnya tergabung dalam band rock punk bernama Tatoine Twist.

Mereka lalu memprakarsai sebuah acara chiptune terbesar pertama di Indonesia yang berskala internasional, Pesta Mikro, yang menghadirkan musisi chiptune lokal dan internasional. Pesta Mikro hingga saat ini telah diadakan tiga kali yaitu pada tahun 2007, 2008, dan 2009 lalu yang bertempat di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta.

Komunitas chiptune di Indonesia mulai bergeliat pada tahun 2009. Banyak bermunculan musisi Chiptune yang tidak hanya tersebar di Jakarta dan Bandung, tetapi juga Surabaya, Salatiga, Semarang, Bogor, Malang, Balikpapan, Yogyakarta, Solo, Medan, Bali, dan Cirebon.

Mereka kerap kali bersama-sama mengadakan kegiatan seputar chiptune dan menyelenggarakan acara regional seperti Robopop (Bogor), Meet Bit And Eat (Bandung), Beeb Beeb Power On (Semarang), Bit Nation (Yogyakarta), Micro Invasion (Jakarta), dan Microtunes Labs (Surabaya).

Selain acara reguler yang diadakan di sebuah tempat atau kafe, biasanya para musisi Chiptune juga mengadakan semacam pertunjukan jalanan untuk menarik perhatian masyarakat awam.

Indonesian Chiptunes merupakan basis komunitas Chiptune terbesar di Asia Tenggara. Kiprah para musisinya sendiri telah terdengar luas oleh komunitas Chiptune di Eropa dan Amerika. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya musisi Chiptune Indonesia yang karyanya berhasil dirilis oleh label dan netlabel dari luar negeri, dan banyaknya musisi Chiptune Indonesia yang membuat sebuah album bersama musisi Chiptune dari negara lain.

Beberapa waktu lalu band Chiptune asal Bandung, Local Drug Store, menggelar tur di beberapa kota di Malaysia dan Singapura.

Pada skala nasional, Indonesian Chiptunes juga kerap kali diundang untuk memberikan penjelasan serta workshop terkait musik Chiptunes seperti di  Urban Fest, Indonesia Creative District, Compfest, bahkan tampil di acara TV nasional seperti “Dahsyat” dan “Apa Kabar Indonesia”.

Dengan keterbatasan yang ada di dalam meramu musik ini, para musisi chiptune di Indonesia pun cenderung lebih inovatif dalam berkarya, hingga memunculkan sub-genre tersendiri.

Bagi para musisi yang berada dibawah naungan Indonesian Chiptunes keterbatasan teknologi bukan lah suatu hambatan dalam menghasilkan karya. Tidak salah jika beberapa orang menyebut musik Chiptune sebagai “Low-Tech Music For Hi-Tech People”.

Chiptune merupakan sebuah bentuk kreativitas yang tidak dapat dibendung. Sisa-sisa kejayaan teknologi masa lalu telah ditinggalkan oleh orang kebanyakan dan dianggap sebagai hal usang, berhasil dibentuk menjadi medium dalam menciptakan karya seni baru yang tak lekang dimakan zaman.

INDONESIAN CHIPTUNES
Facebook: https://www.facebook.com/groups/200673873689/
Twitter: @indochiptunes
Nomor kontak: 0821-12-555-154

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.