Maskot Mozilla Indonesia di Mozilla Camp Asia 2011



Tulisan oleh Benny Chandra



Akhir pekan lalu, maskot komunitas Mozilla Indonesia yang mengenakan kaus tim nasional sepak bola Indonesia berjaya di Malaysia. Bukan dalam sebuah pertandingan, tapi dalam Mozilla Camp Asia 2011 yang digelar pada 19-20 November 2011 di Hotel InterContinental, Kuala Lumpur, Malaysia.Selama dua hari konferensi, KUMI (nama sang maskot) menjadi pusat perhatian semua orang — bahkan sejak dalam jamuan sambutan sehari sebelum acara berlangsung. Banyak yang langsung jatuh cinta dengan maskot berwujud rubah api tersenyum lebar itu. Tidak hanya peserta, tapi juga para staf Mozilla dari berbagai negara yang hadir pada saat itu langsung ingin berfoto bersama.

Bukan tanpa alasan tim Mozilla Indonesia memboyong KUMI. Selain sebagai maskot, KUMI juga menjadi semacam duta kebudayaan. Karena sejauh ini, KUMI sudah ditampilkan dengan berbagai pakaian daerah Indonesia (yang bisa dilihat di www.kumi.web.id). KUMI juga tampil dalam pakaian batik saat Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu.

Tim komunitas Mozilla Indonesia yang hadir dalam acara itu terdiri dari Viking Karwur, Fauzan Alfi, Yofie Setiawan, Irayani Queencyputri, Andi Darmawan, Benny Chandra, Artanto Ishaam, Ademas Pramuatmaja, Jemmy Novy Rorong, dan Finan Akbar.



“Komunitas Mozilla Indonesia sangat besar dan sangat aktif, apalagi pangsa pasar tertinggi bagi Firefox di seluruh dunia adalah Indonesia. Kami ingin ada perwakilan yang menyeluruh dari Indonesia,” kata Gen Kanai, direktur pengembangan bisnis Mozilla untuk Asia.

Mozilla Camp Asia 2011 atau MozCampAsia 2011 sendiri adalah pertemuan para staf dan kontributor Mozilla dari berbagai negara di benua Asia dan juga wakil dari beberapa negara benua lain. Ini merupakan kali pertama konferensi itu diadakan di benua Asia. Sebelumnya, hanya digelar di daratan Eropa.

Peserta yang berkumpul di Kuala Lumpur datang dari belasan negara. “Ada 150 orang. Sekitar 50 orang adalah staf dan sisanya merupakan kontributor Mozilla,” Gen mengungkapkan.

Tahun ini, tema yang diusung adalah “Many Voices, One Mozilla”, yang juga dipakai dalam Mozilla Camp Europe 2011 yang berlangsung di Berlin pada 9-10 November 2011 lalu.

Tema itu untuk memaknai keragaman yang ada. “Di acara ini, ada banyak orang yang berbeda dari latar belakang berbeda, agama berbeda, komunitas berbeda, negara berbeda, tapi tujuannya sama. Yaitu, setiap orang antusias dalam mempromosikan Mozilla, mempromosikan Firefox. Itulah kenapa kami memilih tema itu,” kata Gen.

Dibuka oleh Mitchell Baker (Ketua Mozilla Foundation), selama dua hari penuh para peserta MozCampAsia 2011 mendapatkan berbagai pemaparan menarik. Tidak hanya terbatas seputar produk Mozilla saja tapi juga beberapa hal lain. Sebut saja seperti kabar dari kantor Mozilla di China dan Taiwan, seni persuasi, pelatihan kehumasan dan komunikasi, dan membuat maskot dengan dukungan komunitas.

Rombongan Mozilla Indonesia sangat puas mengikuti MozCampAsia kali ini. Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dapat bertemu langsung dengan orang-orang penting di balik Mozilla dan juga bisa berkumpul dengan rekan-rekan sesama penggiat komunitas Mozilla dari berbagai negara.

Oh ya, dengar-dengar sih Indonesia menjadi kandidat kuat sebagai lokasi penyelenggaraan MozCampAsia berikutnya.