Jagat Pintar
  • Oleh Aplikanologi

    Buat yang suka travelling, merencanakan budget perjalanan penting hukumnya. Maksudnya biar ada kontrol gitulah sama pengeluaran-pengeluaran selama perjalanan. Karena biasanya kalau pas lagi liburan gitu suka kalap dan tahu-tahu udah ngabisin banyak banget pengeluaran.

    Google Play punya aplikasi asyik nih buat merencanakan dan mencatat semua pengeluaran kemudian membandingkan keduanya, aplikasi ini bernama TripBudget. Begini cara pakainya:

    • Download dan Install aplikasi di url ini.
    • Jalankan aplikasi, setting semua kategori keperluan-keperluan wajib ketika travelling seperti, Transportasi, akomodasi dan biaya makan.
    • Buat perencanaan budget dengan aplkasi ini.
    Tampilan 1

    Dengan perencanaanmu tadi kamu bisa momonitor dan memanage budget biar nantinya ndak terlalu banyak melenceng. Akan ada informasi mengenai berapa persentase budget terpakai dari masing -masing kategori, atau dari keseluruhan sehingga akan sangat memudahkan.

    Trip Budget Real Expenses

     Untuk detail aplikasi ini memberikan informasi dan sub

    Selengkapnya »dari Tips Memonitor Biaya Travelling Dengan Android
  • Oleh Jason O. Gilbert

    Menurut lansiran dari blog Apple yang paling teraktual, 9to5Mac, Apple tengah menggarap sebuah aplikasi terbaru bernama Healthbook yang bisa melacak kebugaran dan kesehatan tubuh pengguna. Aplikasi tersebut dikabarkan akan tersedia di iPhone dan iPad keluaran terbaru yang segera diluncurkan. Healthbook rencananya siap dirilis pada tahun ini.

    Mark Gurman dari 9to5Mac (yang andal memprediksi produk dan fitur masa depan Apple sebelum raksasa teknologi itu mengumumkannya) memperlihatkan sceenshot prediksi dari aplikasi Healthbook di artikelnya. Screenshot tersebut dibuat berdasarkan deskripsi yang disampaikan oleh mereka “yang terjun langsung dalam pengembangan inisiatif tersebut.” Anda bisa melihat beberapa bidang kebugaran dan kesehatan yang bisa Anda lacak menggunakan Healthbook di screenshot Gurman berikut ini. Beberapa contoh screenshot bohongan lainnya bisa Anda lihat di blog 9to5Mac.



    Aplikasi Healthbook dikabarkan segera diluncurkan bersama dengan iOS 8,

    Selengkapnya »dari Apple Siap Luncurkan Aplikasi Kesehatan, Healthbook
  • Kejora

    Bertempat di Wisma Barito Pacific Gedung B Lantai 9, Jalan Letjen S. Parman Kav 62-63 Slipi Jakarta, penggunaan Kejora sebagai fasilitas co-working untuk startup resmi diumumkan. Berasal dari istilah morning star atau Venus, Andy Zain sebagai penggagas Kejora mengharapkan tempat ini co-working space bagi elite startup. Istilah “elite startup”  ditujukan bagi startup yang digarap serius oleh para pendirinya, termasuk untuk berkembang dan memiliki model bisnis yang bagus.

    Andy Zain menyebutkan fasilitas ini terbuka untuk umum dengan setidaknya tiga cara bagi sebuah startup bisa berlokasi di Kejora. Cara pertama adalah bergabung dengan Jakarta Founder Institute. Langkah ini biasa ditujukan bagi mereka yang baru masuk ke dunia startup dan ingin serius di dalamnya. Cara kedua adalah melalui inkubasi startup Ideabox yang didukung oleh Indosat. Startup yang masuk ke Ideabox biasanya sudah mulai digarap serius tapi masih membutuhkan traction untuk  bisa berkembang.

    Cara terakhir adalah

    Selengkapnya »dari Kejora Resmi Diumumkan Sebagai Fasilitas Co-Working untuk Startup
  • Teknologi

    Catatan Editorial: Artikel ini adalah bagian pertama guest post yang ditulis oleh Dondy Bappedyanto, bekerja pada salah satu penyedia jasa komputasi awan di Indonesia, PT Infinys System Indonesia dengan merek dagang InfinysCloud dan CloudKilat.

    Ketika merencanakan membuat startup digital, kebanyakan founder di Indonesia selalu terpaku pada rancangan model bisnis, promosi dan pemasaran, akusisi pengguna serta cara mendapatkan investasi. Faktor utamanya tentu saja adalah perencanaan produk/layanan yang ingin disajikan, apakah itu media sosial, e-commerce, situs berbagi gambar, tools produktivitas bisnis, atau yang lainnya. Apakah faktor itu semua sudah cukup untuk bisa meluncurkan sebuah produk atau layanan startup digital?

    Secara makro, hal-hal di atas mungkin sudah memenuhi kriteria cukup untuk dapat membuat sebuah produk atau layanan. Meskipun demikian terdapat satu faktor lagi yang sering dilupakan atau malah kadang-kadang dianggap sebagai sesuatu yang dapat dipikirkan belakangan.

    Selengkapnya »dari Teknologi Bukanlah Hal Remeh bagi Startup Digital (Bagian 1)
  • JFDI

    Joyful Frog Digital Incubator (JFDI), penyedia program akselerator bisnis untuk startup, hari ini (18/3) mengumumkan telah mendapatkan komitmen modal dari konsorsium investor internasional sebesar SGD 2,7 juta (USD 2,1 juta). JDFI sendiri adalah pelopor program bisnis akselerator di kawasan Asia Tenggara, yang fokus untuk ‘menggodok’ sebuah perusahaan startup mulai dari ide hingga dapat investasi, hanya dalam kurun waktu 100 hari.

    Investor yang menyuntikan dana USD2,1 juta adalah Infocomm Investments Pte. Ltd. Singapura (IIPL), didukung oleh dua pendana, Spinup Partners Ltd ( Rusia ) dan Fenox Venture Capital ( Silicon Valley ). Selain itu ada beberapa investor swasta dari Filipina, Vijay Saraff (Thailand) , Paul Burmester (Inggris) dan Thomas Gorissen (Jerma ).

    “IIPL membantu membangun jaringan yang kuat, pertumbuhan yang tinggi dan inovasi yang didorong startups teknologi yang dapat membawa perubahan ekosistem kewirausahaan. Model akselerator adalah bagian penting dari strategi kami

    Selengkapnya »dari JFDI Dapatkan Suntikan Dana Investasi USD 2,1 Juta Untuk Startup Asia Tenggara
  • Pengirim

    Pengecekan status pengiriman barang dari layanan ekspedisi sangat penting adanya, terlebih bagi para pengguna yang aktif dalam aktifitas jual beli online. Jika sebelumnya pengecekan nomor resi agak sedikit merepotkan, kini hal tersebut dapat diminimalisir lewat layanan yang diusung oleh Pengirim, sebuah situs baru yang menawarkan layanan lacak paket pengiriman secara cepat dari berbagai penyedia jasa ekspedisi.

    Selengkapnya »dari Cek Nomor Resi Pengiriman Paket Melalui Pengirim
  • Mata2

    Appsindo Technology, sebuah perusahaan software yang selama ini banyak menghasilkan aplikasi pesanan untuk perusahaan-perusahaan lain, hari ini meluncurkan aplikasi Mata2 versi 4. Mata2, yang dirilis pertama kali pada akhir tahun 2012, adalah aplikasi yang menghadirkan jadwal film di bioskop grup 21 Cineplex (Cinema XXI) dan blitzmegaplex, dan tersedia pada platform iOS dan Android.

    Selengkapnya »dari Appsindo Technology Luncurkan Mata2 v4.0, Aplikasi Informasi Bioskop Untuk iOS dan Android
  • Manic Monday

    Hari Sabtu malam saya menyempatkan diri menonton pertunjukan Wayang Orang Rock Ekalaya, yang diselenggarakan di gedung Tennis Indoor Senayan. Pertunjukan ini menggabungkan cerita soal Ekalaya dan Drona, guru Pandawa Lima, dengan lagu-lagu rock dalam negeri maupun mancanegara. Secara musikal, artistik panggung sampai jalan cerita, pertunjukan ini menggabungkan berbagai unsur wayang orang dengan budaya musik rock. Di atas kertas, konsep yang sangat menarik dan sangat Indonesia, mengingat bahwa selain wayang memang bagian dari budaya Indonesia, budaya Indonesia modern tak jauh dari musik rock juga.

    Pertunjukan menarik ini, entah kenapa, sepi peminat, walaupun didukung oleh berbagai band rock Indonesia, dengan konsep yang relatif unik. Pertunjukannya sendiri mulai 20.30, 30 menit lebih telat daripada jadwal (cukup wajar, karena sering ada toleransi waktu antara waktu yang diumumkan dan waktu mulai sebenarnya), hanya saja untuk acara yang kuat di dialog, struktur gedung Tennis Indoor

    Selengkapnya »dari [Manic Monday] Tantangan Pemasaran Konten Budaya Indonesia
  • Bitcoin

    Kontroversi penggunaan Bitcoin secara global terus berlanjut setelah berita bangkrutnya salah satu lembaga penyimpanan Bitcoin besar Mt Gox. Hal tersebut ternyata tidak menyurutkan langkah penggerak Bitcoin untuk mendorong adopsinya di Indonesia. Salah satu penyedia layanan pembayaran Bitcoin lokal Bitwyre mengumumkan penerimaan penggunaan Bitcoin sebagai sarana pembayaran di bar dan restoran Upstairs Cikini, Jakarta.

    Seperti disebutkan oleh Dendi Suhubdy dari Bitwyre, sebagai bentuk promosi penggunaan Bitcoin, segelas bir di bar tersebut bisa diperoleh dengan harga 4 mBTC (mendekati Rp 30 ribu). Selain di Upstairs, Bitwyre berencana memasukkan skema pembayaran menggunakan Bitcoin di Bakoel Coffee, Potato Head Garage Jakarta dan Bali, Ku De Ta Bali, dan semua restoran di Gili Trawangan.

    Selain adopsi secara offline, IndoWebster sebagai salah satu layanan penyimpanan online terbesar di Indonesia juga Maret ini telah menerima pembayaran menggunakan Bitcoin. Yang menarik, semua langkah

    Selengkapnya »dari Meski Kisruh Adopsi Bitcoin di Indonesia Terus Meluas
  • XL Axiata

    Sebagai salah satu operator seluler tiga besar di Indonesia, XL Axiata (XL) nampaknya tetap berusaha menjadi yang terdepan dalam hal mengembangkan bisnis digitalnya. Sebagai bentuk “reaksi” terhadap layanan Internet Over The Top (OTT) yang semakin menggurita, selain Elevenia yang menyasar pasar e-commerce, XL memberikan sneak peek terhadap dua produk barunya, XL Xmart Village dan Gudang App.

    Menurut Senior GM Digital Entertainment XL Revie Sylviana yang kami hubungi melalui email, XL Xmart Village adalah proyek percontohan untuk smart city dan beberapa inisiatif lain untuk membentuk digital lifestyle. Meskipun belum menjabarkan secara lebih jauh tentang bagaimana implementasinya, yang saya bayangkan dari konsep smart city adalah kehadiran perangkat pendukung kota yang bisa diatur dan terhubung secara digital, misalnya untuk pengaturan energi dan utilitas.

    Salah satu perusahaan yang memiliki konsep terintegrasi untuk kota yang (lebih) pintar ini adalah IBM dengan Smarter Cities-nya.

    Selengkapnya »dari Layanan Digital Terus Jadi Andalan XL Axiata, Segera Hadirkan Gudang App dan XL Xmart Village

Penomoran Halaman

(536 Artikel)

Penulis Blog / Profil