Newsroom Blog

Ada Perpustakaan Baru di Jakarta!


Suasana ruang koleksi perpustakaan. Foto: Robin Hartanto

Jika apa yang anda bayangkan dari perpustakaan milik pemerintah adalah interior yang membosankan, lampu yang remang, fasilitas yang seadanya, dan koleksi yang tak tersusun rapi, maka Perpustakaan Direktorat Jenderal Penataan Ruang—baru saja diresmikan sekitar tiga bulan yang lalu—akan berseru tak setuju.

Ruangannya tak seberapa besar, tapi begitu intim. Alas karpet meredam suara langkah kaki pengunjung, warna cokelat mudanya selaras dengan lemari-lemari cokelat tua tempat menyimpan koleksi buku. Sofa-sofa empuk mengitari sisi-sisi ruangan koleksi, siap memanjakan punggung pengunjung; tempat duduk yang lebih privat—tempat membaca yang lebih serius—terdapat di salah satu sudut. Dinding-dinding kaca menuntun masuk cahaya matahari, penerangan terbaik untuk membaca buku. Di kolom-kolom bangunan dipajang beberapa foto yang menghangatkan suasana: pepohonan di alam bebas, kompas, dan pena bulu dan secarik kertas. Ada juga jam dinding, tepat di bawahnya terdapat pajangan globe dunia yang terbuat dari keramik.

Belum selesai sampai di situ. Lagu-lagu instrumental yang biasa diputar di lobi-lobi bioskop mengalun pelan, meneduhkan telinga dengan volume pas. Di salah satu sisi ruang, terdapat rak hitam berisikan media-media berita cetak edisi terbaru: Tempo, TIME, Kompas, dan Media Indonesia. Fasilitas internet nirkabel dapat diakses bebas. Di meja tengah ruang, terdapat sebuah buku pesan dan kesan yang dapat diisi pengunjung.
 
“Suasananya sangat nyaman. Jaringan internetnya lancar, pelayanannya ramah, koleksi bukunya lengkap,” ujar Ery Sunandar, pengunjung dari PT Jakarta Konsultindo, yang merupakan pengisi pertama buku pesan dan kesan.

Perpustakaan ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang, yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum. Ketika berkunjung perpustakaan tersebut, saya cukup terkejut karena kenyamanan perpustakaan ini di luar ekspektasi saya. Tidak banyak perpustakaan pemerintah yang sedemikian nyaman. Bahkan, perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum yang juga terbuka untuk umum, tidak memiliki pelayanan dan ruang yang kondusif seperti perpustakaan ini.

Koleksinya berfokus pada bidang penataan ruang, tersusun rapi dengan metode Universal Decimal Classification (UDC) di sembilan lemari yang dibagi jadi tiga baris. Terdapat sub-bagian seperti “Perubahan Iklim” (551-551.9), “Lingkungan Hidup / Sumber Daya Hayati” (500-504.9), “Perencanaan Wilayah” (711.2-711.3), juga “Perencanaan Kota” (711.4).

Terdapat kurang lebih 3000 koleksi yang terdiri dari 800 eksemplar buku teks, 150 eksemplar produk hukum, 130 eksemplar buku referensi, 140 eksemplar majalah dan jurnal, 72 eksemplar peta, 133 CD ROM, dan 1600 eksemplar laporan kegiatan terkait penataan ruang.

Koleksinya memang relatif belum banyak. Ramadhan F., salah satu pengunjung dari Direktorat Perkotaan, memuji kenyamanan ruang perpustakaan, tetapi menambahkan bahwa koleksi bukunya perlu ditambah. Namun begitu, koleksi buku teksnya, yang dapat dipinjam dengan membuat kartu anggota tanpa pungutan biaya, sangat menggoda bagi yang ingin mendalami studi tentang kota dan penataan ruang.

Buku-buku berbahasa asing mendominasi koleksi buku teks, beberapa di antaranya: “Cities of Tomorrow” yang merupakan kajian kritis terhadap sejarah perencanaan kota sepanjang abad-20, ditulis oleh Peter Hall; “Naked City: The Death and Life of Authentic Urban Places”, oleh Sharon Zukin, seorang profesor di bidang Sosiologi, yang meneruskan pemikiran Jane Jacobs, aktivis urban yang sangat dikenal di New York;  “Contemporary Urban Planning” yang merupakan buku teks komprehensif tentang perencanaan kota karya John M. Levy.

Terdapat pula buku-buku berbahasa Indonesia seperti: “Bunga Rampai Kota-Kota di Indonesia” oleh Peter J.M. Nas, “Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi” oleh Windoro Adi, “Ruang Publik, Identitas dan Memori Kolektif: Jakarta Pasca-Suharto” oleh Abidin Kusno, dan masih banyak lagi.

Bagi yang ingin mengunjungi perpustakaan ini, bisa mendatangi lokasinya di Lobi Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, kompleks Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura No. 20, Kebayoran Baru. Dibuka Senin sampai dengan Jumat, pukul 09.00-16.00, istirahat pukul 12.00-13.00. Katalog koleksinya dapat diakses lewat http://pustaka.penataanruang.net/.

Dengan ini, bertambahlah jumlah perpustakaan umum yang nyaman di Jakarta. Daftarnya memang belum panjang, tetapi siapa tahu dari bertambah satu akan bertumbuh seribu lainnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.