Anies Baswedan: Negara Bermasalah Karena Orang Baik Diam dan Mendiamkan

Newsroom Blog

Dengan reputasi panjang di bidang pendidikan, mengapa Anies Baswedan mau “mengotori tangannya” dengan terjun ke dunia politik dan mengikuti konvensi calon presiden di Partai Demokrat?

Dalam video singkat di atas, Anies menjawab pertanyaan itu seraya memberi argumentasi mengapa orang baik (atau paling tidak, orang yang tidak bermasalah) justru mesti masuk politik. “Siapa yang akan mengelola uang pajak kita, jika orang-orang baik hanya mau menjadi pembayar pajak yang baik?” katanya.

“Negeri ini punya masalah, karena orang-orang baik diam dan mendiamkan.”

Anies bukan tidak sadar bahwa citra Demokrat tengah tercoreng akibat kelakuan para petingginya yang terjerat kasus korupsi. Tetapi dia menegaskan, dia tengah berjuang menjadi calon presiden dari Demokrat, bukan menjadi pengurus partai. “Konvensi adalah cara benar untuk menentukan calon presiden,” katanya, dan dia memutuskan ikut konvensi Demokrat, meski citranya tercemar, sebab “cara modern ini hanya dikerjakan oleh Partai Demokrat.”

“Partai mana sih yang nggak ada masalah?” katanya.

Jika terpilih sebagai presiden, Anies mengatakan ada dua hal yang bakal jadi prioritasnya. Yang pertama adalah penegakan hukum (dia akan memilih sendiri kepala polisi dan jaksa agung), yang kedua adalah pemberantasan kekerasan yang merobek nilai kebangsaan.

Sebuah gereja yang dibakar, kata Anies, bekasnya akan dirasakan puluhan tahun oleh semua orang. “Itu sebabnya, dalam isu seperti itu, nol toleransi. Kalian merusak, kalian ditahan.”

Selain hal-hal di atas, kami juga bertanya apa perbedaan yang dirasakan Anies sebelum dan sesudah memasuki kancah politik. Apa ada hal yang mengagetkan? Apa yang paling berat? Lalu bagaimana cara Anies mengumpulkan biaya buat kampanye, yang jelas tidak sedikit? Dari mana sumber dananya?

Langsung saja kita simak videonya.