Newsroom Blog
  • Setiap pekan, kami akan menyoroti tokoh-tokoh yang banyak dicari oleh pengguna Yahoo Search  di Indonesia selama seminggu terakhir. Siapa saja tokoh yang banyak dicari pembaca dalam sepekan terakhir? Dan apa yang membuat mereka banyak dicari? Berikut fotonya.

    5. Akbar Tandjung
    Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung menyampaikan orasi politik saat kampanye dialogis di Banda Aceh, Kamis (20/3).Dalam kampanye dialogis, Partai Golkar melarang keras anggotanya atau tim sukses melakukan praktek politik uang dan tidak menebar fitnah untuk meraih suara terbanyak di Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/Asf/ama/14.
    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan bersedia diusung sebagai calon wakil presiden setelah pemilu legislatif pada 9 April 2014. Dia juga menyatakan bahwa posisi Aburizal Bakrie sebagai capres masih bisa dievaluasi setelah pemilu. Pernyataan-pernyataan Akbar Tandjung ini pun membuat pergolakan sendiri di internal Golkar.

    4. Burhanuddin Abdullah
    Dari kiri, Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, pengamat ekonomi Hendri Saparini, dan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR Edhy Prabowo dalam diskusi publik dengan tema Kajian RUU tentang Perdagangan di Gedung MPR/DPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2013. Diskusi tersebut membahas Rancangan Undang-Undang Perdagangan yang diajukan pemerintah ke DPR untuk menggantikan UU peninggalan kolonial Belanda BRO 1934, yang mengatur tentang perizinan usaha, sedangkan produk hukum lainnya diatur secara terpisah.rn[TEMPO/Imam Sukamto; IS2013020801]
    Mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah ini jadi banyak dicari karena berkomentar bahwa Pemilu 2014 bisa menjadi peluang besar bagi rakyat Indonesia untuk mengembalikan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan.

    3. Anas Urbaningrum
    Tersangka penerima gratifikasi proyek Hambalang Anas Urbaningrum tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Jumat (11/4). Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu diperiksa sebagai tersangka. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/nz/14.
    Anas Urbaningrum menyatakan bahwa dia tidak menyerang Partai Demokrat, tapi langsung melakukan serangan

    Selengkapnya »dari Tokoh Sorotan Pekan Ini 11 April 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan sisi lain dalam pelayanan transportasi publik di Indonesia atau menyoroti masalah keamanan wilayah dengan cara unik.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Prajurit TNI AU berjaga di sekitar pesawat asing jenis Swearingen SX-300 bernomor N54JX yang berhasil diamankan di Lanud Soewondo Medan, Sumut, Kamis (10/4). Pesawat yang dipiloti seorang warga negara Swiss itu dipaksa mendarat oleh pesawat tempur F-16 milik TNI AU saat masuk ke wilayah perairan Meulaboh, Aceh dalam perjalanan dari Colombo, Sri Langka menuju Singapura. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/Koz/Spt/14.

    Prajurit TNI AU berjaga di sekitar pesawat asing jenis Swearingen SX-300 bernomor N54JX yang berhasil diamankan di Lanud Soewondo Medan, Sumut, Kamis (10/4). Pesawat yang dipiloti seorang warga negara Swiss itu dipaksa mendarat oleh pesawat tempur F-16 milik TNI AU saat masuk ke wilayah perairan Meulaboh, Aceh dalam perjalanan dari Colombo, Sri Lanka menuju Singapura. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Lokomotif kereta api Malabar yang masuk jurang pasca-kecelakaan pada Jumat (4/4) malam lalu di perlintasan kereta api KM 244+0/1, di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/4). PT.KAI sampai saat ini masih belum mengevakuasi lokomotif Malabar karena terkendala cuaca dan kondisi jalan kereta api yang baru masih labil. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Koz/nz/14.
    Lokomotif kereta api Malabar yang masuk jurang pasca-kecelakaan pada Jumat (4/4) malam lalu di perlintasan kereta api KM 244+0/1, di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/4). PT.KAI sampai saat ini masih belum mengevakuasi lokomotif Malabar karena terkendala cuaca dan kondisi

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 10 April 2014
  • Oleh Muhammad Nurun Najib

    Angka Kematian Ibu di Indonesia ternyata masih menempati urutan teratas di antara negara-negara tetangga Asia Tenggara. Bahkan rilis yang dikeluarkan oleh Prakarsa menunjukkan ada kenaikan yang signifikan atas AKI.

    Hasil dari Survei Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa terdapat 359 AKI di antara 100 ribu kelahiran hidup. Angka ini melambung ketika dibandingkan pada 2007, dengan 228 kasus AKI di antara 100 ribu kelahiran hidup.

    Buruknya kondisi di atas tentu patut disayangkan. Pada 1997, sebenarnya Indonesia pernah ditempatkan oleh WHO sebagai negara yang berhasil dalam program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

    Pada tahun itu, pemerintah mampu menurunkan angka 390 kasus AKI menjadi 334 di antara 100 ribu kelahiran dalam kurun waktu tiga tahun.

    Keberhasilan yang dicapai Indonesia pada tahun itu tidak terjadi secara instan. Dalam lembaran sejarah, satu dekade sebelumnya, yaitu pada 1987 saat WHO meluncurkan Safe Motherhood Initiative, Indonesia

    Selengkapnya »dari Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia Berjalan Mundur
  • Ikuti terus berita terbaru soal pemilu 2014 di halaman khusus Jentik Ungu

    UPDATE 19.08 WIB:
    Hasil hitung cepat Indikator Politik yang ditayangkan MetroTV sudah menganalisis suara dengan sampel 76%. Hasilnya tak banyak berubah. PDIP tetap berada di posisi teratas dengan 19,05%, Golkar 14,49%, Gerindra 12,35%, Demokrat 9,73%, dan PKB 9,04%.

    Hasil hitung cepat versi LSI mengumpulkan 86,8% suara. Dari data tersebut, PDIP mendapat 19,73%, Golkar 14,59%, dan Gerindra 11,79%. Partai Demokrat mendapat 9,72%.

    Meski data hitung cepat belum final, tapi angka-angka ini sepertinya tak akan berubah banyak. Yang kini ditunggu, partai mana yang akan berkoalisi dan siapa capres yang akan mereka ajukan.

    Apakah hasil ini sesuai dengan perkiraan Anda?

    UPDATE 16.32 WIB:
    Akun Twitter Denny JA melaporkan angka hasil hitung cepat terbaru. Dari Lingkaran Survei Indonesia, dengan data masuk 61%, PDIP meraih 19,17%, Golkar 15,13%, Gerindra 11,82%, Demokrat 9,88%, dan PKB 9,5%.

    UPDATE 16.27 WIB:
    Hasil hitung cepat

    Selengkapnya »dari Hasil Hitung Cepat Perolehan Suara Partai di Pemilu Legislatif 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi, buruknya fasilitas publik, atau sisi lain dalam kehidupan politik di Indonesia.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Seorang warga menyaksikan seekor gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) mati tanpa kepala di Kawasan Hutan Teupin Panah, Kecamatan Kaway-VI Kab Aceh Barat, Aceh, Selasa (8/4). Diduga gajah itu dibunuh oleh pemburu liar menggunakan perangkap baja untuk diambil gadingnya. ANTARA FOTO/Ampelsa/ed/mes/14
    Seorang warga menyaksikan seekor gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) mati tanpa kepala di Kawasan Hutan Teupin Panah, Kecamatan Kaway-VI Kab Aceh Barat, Aceh, Selasa (8/4). Diduga gajah itu dibunuh oleh pemburu liar menggunakan perangkap baja untuk diambil gadingnya. ANTARA FOTO/Ampelsa

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa-sisa kebakaran Bus Transjakarta bernopol B 7494 IX di Jalan Sultan Agung, Jakarta, Selasa (8/4). Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan insiden tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/mes/14
    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan sisa-sisa kebakaran Bus Transjakarta bernopol B 7494 IX di Jalan Sultan Agung, Jakarta, Selasa (8/4). Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan insiden tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Aparat keamanan melakukan sosialisasi âSilahkan Memilih Kami Siap Mengamankan Andaâ dengan cara berkeliling di daerah rawan intimidasi pemilu Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Selasa (8/4). Sosialisasi itu dilakukan guna memberi keyakinan keamanan penuh bagi masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada pemilu 9 April 2014 tanpa rasa takut. ANTARA FOTO/Rahmad/Asf/mes/14.
    Aparat keamanan melakukan sosialisasi �Silahkan Memilih Kami Siap Mengamankan Anda� dengan cara berkeliling di daerah rawan intimidasi pemilu

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 8 April 2014
  • Yang Harus Anda Pastikan Sebelum Berangkat Memilih

    Pemilu legislatif akan berlangsung besok, 9 April 2014. Dengan mencoblos (tak lagi menyontreng seperti 5 tahun lalu), Anda akan menentukan pilihan buat anggota legislatif di DPR, DPRD, dan perwakilan DPD.

    Jika Anda memutuskan untuk tidak golput dan berpartisipasi memilih tahun ini, mungkin Anda masih bingung, apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Berikut urutannya.

    1. Apakah Anda sudah terdaftar?
    Cek apakah Anda sudah masuk daftar pemilih tetap atau daftar pemilih khusus secara online di http://data.kpu.go.id/dps.php. Pemilu kali ini memang tak ada kartu pemilih, sehingga Andalah yang harus aktif mengecek status dalam daftar pemilih. Jika sudah, selamat. Jika belum, jangan khawatir. Anda tetap bisa memilih.

    2. Memilih buat yang belum terdaftar
    Jika Anda sudah mengecek daftar pemilih dan nama Anda tak ada di sana, Anda tetap bisa memilih. Caranya, bawa kartu identitas (KTP/Paspor) ke TPS dekat tempat kartu tersebut diterbitkan. Anda akan diperbolehkan memilih satu jam sebelum TPS tutup,

    Selengkapnya »dari Yang Harus Anda Pastikan Sebelum Berangkat Memilih
  • Oleh Sirajudin Hasbi

    “1. Terima Duitnya 2. Jangan Dicoblos 3. Doakan Tidak Terpilih” begitu yang tertulis dalam spanduk yang terbentang di daerah Mrican, belakang kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Di sebelah kanan bawah tertulis bahwa pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai Gerakan Anti-Politik Uang.

    Cara kampanye dengan uang ini setidaknya sudah ada sejak era Orde Baru, terutama ketika pemilihan kepala desa (pilkades). Cara seperti ini dinilai efektif untuk mendulang suara yang dibutuhkan agar memenangi pemilihan.

    Alhasil, cara ini kemudian diterapkan pula saat pemilu nasional dan menjadi semakin marak ketika pemilu menggunakan sistem pemilihan langsung calon legislatif, presiden-wakil presiden, dan juga pemilihan kepala daerah (pilkada).

    Menerima uang tunai untuk setiap orang memang mengenakkan. Tetapi ini melenakan kita sehingga tidak bisa berpikir kritis dalam menentukan calon yang akan dipilih. Asal diberi uang, calon tersebut kita pilih. Logika sederhana

    Selengkapnya »dari Saya Menolak Politik Uang
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini menampilkan permasalahan sosial di Indonesia, sisi lain politik, atau pertunjukan budaya yang belum disoroti oleh berita.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Salah satu adegan pementasan teater Tanjeur Pajajaran garapan Teater Sunda Kiwari, naskah karya Yosep Muldiyana dengan sutradara H.R. Dadi P. Danusubrata di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/4) malam. Pementasan yang berlatar kerajaan Padjadjaran ini menceritakan persoalan pemimpin (Raja) yang berani memertaruhkan nyawa demi rakyat. Sekaligus menceritakan pergantian pemimpin yang jujur, untuk menjaga kerajaan dari ambang kehancuran pihak asing. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/Asf/nz/14.
    Salah satu adegan pementasan teater "Tanjeur Pajajaran" garapan Teater Sunda Kiwari, naskah karya Yosep Muldiyana dengan sutradara H.R. Dadi P. Danusubrata di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/4) malam. Pementasan yang berlatar kerajaan Padjadjaran ini menceritakan persoalan pemimpin (Raja) yang berani memertaruhkan nyawa demi rakyat. Sekaligus menceritakan pergantian pemimpin yang jujur, untuk menjaga kerajaan dari ambang kehancuran pihak asing. ANTARA FOTO/Agus Bebeng

    Petugas Kebun Binatang Ragunan (KBR) membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih tertempel di tembok kawasan KBR, Jaksel, Senin (7/4). Pada hari kedua masa tenang jelang pemillu legislatif 2014 masih banyak APK yang berada di sejumlah kawasan di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/ama/14
    Petugas Kebun Binatang Ragunan (KBR) membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih tertempel di tembok kawasan KBR, Jaksel, Senin (7/4). Pada hari kedua masa tenang jelang pemillu legislatif 2014 masih banyak APK yang

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 7 April 2014
  • Karena mustahil saya memilih Gerindra dan Hanura atas keterlibatan para pemimpinnya pada kasus-kasus kejahatan HAM di masa lalu, bisakah saya memberi cek kosong kepada PDIP hanya karena faktor Jokowi?

    PDIP, hampir dalam semua survey yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang punya kredibilitas, ditempatkan sebagai kandidat terkuat sebagai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ini. Ini kabar baik karena, sampai batas tertentu, memastikan partai-partai yang dipimpin orang-orang yang bermasalah dengan isu HAM tidak akan menjadi mayoritas di parlemen.

    Pertanyaannya kemudian: benarkah PDIP, kandidat terkuat pemenang Pileg 2014 ini, juga tanpa cela dalam soal HAM ini?

    Terkait isu HAM ini, yang hampir semuanya diarahkan pada Gerindra dengan Prabowo-nya dan Hanura dengan Wiranto-nya, agak sedih juga melihat bagaimana "politik ingatan" bekerja dengan tebang pilih.

    Selama masa kampanye kemarin, PDIP dan Megawati bukannya tak menerima serangan balik sama sekali. Daftar dan jumlah kader PDIP yang

    Selengkapnya »dari PDIP dan Perkara "Politik Ingatan"
  • Pada 1 April lalu, ada tujuh komedian stand-up Indonesia yang terlibat dalam acara Provocative Proactive's Stand Up Night#3: Reality Bites. 

    Acara yang digelar bersama Transparency International Indonesia itu bertujuan untuk memberi pencerahan politik, terutama buat anak muda yang menjadi sebagian besar penonton stand-up comedy. Tapi, apa pendapat para komedian stand-up ini soal golput, pemilu legislatif nanti, atau sebesar apa perubahan yang mereka harapkan dari proses ini?

    Berikut videonya.

Penomoran Halaman

(711 Artikel)