Newsroom Blog
  • Yang Harus Anda Pastikan Sebelum Berangkat Memilih

    Pemilu legislatif akan berlangsung besok, 9 April 2014. Dengan mencoblos (tak lagi menyontreng seperti 5 tahun lalu), Anda akan menentukan pilihan buat anggota legislatif di DPR, DPRD, dan perwakilan DPD.

    Jika Anda memutuskan untuk tidak golput dan berpartisipasi memilih tahun ini, mungkin Anda masih bingung, apa yang harus saya lakukan selanjutnya? Berikut urutannya.

    1. Apakah Anda sudah terdaftar?
    Cek apakah Anda sudah masuk daftar pemilih tetap atau daftar pemilih khusus secara online di http://data.kpu.go.id/dps.php. Pemilu kali ini memang tak ada kartu pemilih, sehingga Andalah yang harus aktif mengecek status dalam daftar pemilih. Jika sudah, selamat. Jika belum, jangan khawatir. Anda tetap bisa memilih.

    2. Memilih buat yang belum terdaftar
    Jika Anda sudah mengecek daftar pemilih dan nama Anda tak ada di sana, Anda tetap bisa memilih. Caranya, bawa kartu identitas (KTP/Paspor) ke TPS dekat tempat kartu tersebut diterbitkan. Anda akan diperbolehkan memilih satu jam sebelum TPS tutup,

    Selengkapnya »dari Yang Harus Anda Pastikan Sebelum Berangkat Memilih
  • Oleh Sirajudin Hasbi

    “1. Terima Duitnya 2. Jangan Dicoblos 3. Doakan Tidak Terpilih” begitu yang tertulis dalam spanduk yang terbentang di daerah Mrican, belakang kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Di sebelah kanan bawah tertulis bahwa pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai Gerakan Anti-Politik Uang.

    Cara kampanye dengan uang ini setidaknya sudah ada sejak era Orde Baru, terutama ketika pemilihan kepala desa (pilkades). Cara seperti ini dinilai efektif untuk mendulang suara yang dibutuhkan agar memenangi pemilihan.

    Alhasil, cara ini kemudian diterapkan pula saat pemilu nasional dan menjadi semakin marak ketika pemilu menggunakan sistem pemilihan langsung calon legislatif, presiden-wakil presiden, dan juga pemilihan kepala daerah (pilkada).

    Menerima uang tunai untuk setiap orang memang mengenakkan. Tetapi ini melenakan kita sehingga tidak bisa berpikir kritis dalam menentukan calon yang akan dipilih. Asal diberi uang, calon tersebut kita pilih. Logika sederhana

    Selengkapnya »dari Saya Menolak Politik Uang
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini menampilkan permasalahan sosial di Indonesia, sisi lain politik, atau pertunjukan budaya yang belum disoroti oleh berita.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Salah satu adegan pementasan teater Tanjeur Pajajaran garapan Teater Sunda Kiwari, naskah karya Yosep Muldiyana dengan sutradara H.R. Dadi P. Danusubrata di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/4) malam. Pementasan yang berlatar kerajaan Padjadjaran ini menceritakan persoalan pemimpin (Raja) yang berani memertaruhkan nyawa demi rakyat. Sekaligus menceritakan pergantian pemimpin yang jujur, untuk menjaga kerajaan dari ambang kehancuran pihak asing. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/Asf/nz/14.
    Salah satu adegan pementasan teater "Tanjeur Pajajaran" garapan Teater Sunda Kiwari, naskah karya Yosep Muldiyana dengan sutradara H.R. Dadi P. Danusubrata di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/4) malam. Pementasan yang berlatar kerajaan Padjadjaran ini menceritakan persoalan pemimpin (Raja) yang berani memertaruhkan nyawa demi rakyat. Sekaligus menceritakan pergantian pemimpin yang jujur, untuk menjaga kerajaan dari ambang kehancuran pihak asing. ANTARA FOTO/Agus Bebeng

    Petugas Kebun Binatang Ragunan (KBR) membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih tertempel di tembok kawasan KBR, Jaksel, Senin (7/4). Pada hari kedua masa tenang jelang pemillu legislatif 2014 masih banyak APK yang berada di sejumlah kawasan di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/ama/14
    Petugas Kebun Binatang Ragunan (KBR) membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih tertempel di tembok kawasan KBR, Jaksel, Senin (7/4). Pada hari kedua masa tenang jelang pemillu legislatif 2014 masih banyak APK yang

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 7 April 2014
  • Karena mustahil saya memilih Gerindra dan Hanura atas keterlibatan para pemimpinnya pada kasus-kasus kejahatan HAM di masa lalu, bisakah saya memberi cek kosong kepada PDIP hanya karena faktor Jokowi?

    PDIP, hampir dalam semua survey yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang punya kredibilitas, ditempatkan sebagai kandidat terkuat sebagai pemenang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ini. Ini kabar baik karena, sampai batas tertentu, memastikan partai-partai yang dipimpin orang-orang yang bermasalah dengan isu HAM tidak akan menjadi mayoritas di parlemen.

    Pertanyaannya kemudian: benarkah PDIP, kandidat terkuat pemenang Pileg 2014 ini, juga tanpa cela dalam soal HAM ini?

    Terkait isu HAM ini, yang hampir semuanya diarahkan pada Gerindra dengan Prabowo-nya dan Hanura dengan Wiranto-nya, agak sedih juga melihat bagaimana "politik ingatan" bekerja dengan tebang pilih.

    Selama masa kampanye kemarin, PDIP dan Megawati bukannya tak menerima serangan balik sama sekali. Daftar dan jumlah kader PDIP yang

    Selengkapnya »dari PDIP dan Perkara "Politik Ingatan"
  • Pada 1 April lalu, ada tujuh komedian stand-up Indonesia yang terlibat dalam acara Provocative Proactive's Stand Up Night#3: Reality Bites. 

    Acara yang digelar bersama Transparency International Indonesia itu bertujuan untuk memberi pencerahan politik, terutama buat anak muda yang menjadi sebagian besar penonton stand-up comedy. Tapi, apa pendapat para komedian stand-up ini soal golput, pemilu legislatif nanti, atau sebesar apa perubahan yang mereka harapkan dari proses ini?

    Berikut videonya.

  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilih tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini menampilkan berbagai sisi persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia sampai masalah ekonomi dalam bentuk riilnya.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Seekor harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) yang terkena jerat pemburu diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu dari Desa Beriang Tinggi Kabupaten Kaur, Bengkulu, Jumat (3/4). Satwa langka itu ditemukan dengan kaki kanan depan membusuk akibat gesekan sling jerat dan harus segera diamputasi. ANTARA FOTO/Helti Marini Sipayung/Asf/pd/14.
    Seekor harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) yang terkena jerat pemburu diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu dari Desa Beriang Tinggi Kabupaten Kaur, Bengkulu, Jumat (3/4). Satwa langka itu ditemukan dengan kaki kanan depan membusuk akibat gesekan sling jerat dan harus segera diamputasi. ANTARA FOTO/Helti Marini Sipayung

    Pedagang menyortir cabe rawit di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Jumat (4/4). Harga cabe rawit di Banten terus melonjak tajam dari Rp. 32 ribu menjadi Rp. 57 ribu per kilogram akibat kurangnya pasokan dari petani. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/Asf/pd/14.
    Pedagang menyortir cabe rawit di Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Jumat (4/4). Harga cabe rawit di Banten terus melonjak tajam dari Rp. 32 ribu menjadi Rp. 57 ribu per kilogram akibat kurangnya pasokan dari petani. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Hamparan kebun kelapa sawit membentuk pola unik terlihat dari udara di Provinsi Riau, Kamis (3/4). Pemerintah menargetkan penerapan sertifikasi sawit berkelanjutan dalam program ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) untuk seluruh kebun kelapa sawit di Indonesia terwujud pada 31 Desember 2014, namun baru sekitar 40 dari sekitar 2.500 perusahaan kelapa sawit yang mengantongi ISPO, dan perusahaan yang sedang dalam proses sertifikasi hanya 153. ANTARA FOTO/FB Anggoro/Koz/pd/14.
    Hamparan kebun kelapa sawit membentuk pola unik terlihat dari udara di Provinsi Riau, Kamis (3/4). Pemerintah menargetkan penerapan

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 4 April 2014
  • Pemilu legislatif akan dilakukan pada 9 April 2014 nanti. Partai-partai pun sudah menggelar kampanye terakhir mereka. Namun, apakah upaya para partai ini berkampanye sudah berhasil meyakinkan para calon pemilih? Atau setidaknya meyakinkan para pembaca Yahoo?

    Beberapa lembaga penelitian seperti Lingkaran Survei Indonesia dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sudah menggelar survey untuk mengetahui kira-kira partai mana yang akan unggul pada pemilihan legislatif. Prediksi itu juga memunculkan angka persentase perolehan suara masing-masing partai tersebut.

    Hasilnya?

    Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan bahwa PDI dan Golkar akan mendapat suara terbanyak pada pemilu legislatif. Jika pemilu dilaksankan pada 22-26 Maret 2014, maka Partai Golkar memperoleh 21,9% suara, PDIP 21,1%, Gerindra 11,1%, dan Partai Demokrat 7,6%.

    Sedangkan, CSIS melakukan wawancara tatap muka dengan 1200 responden. Menurut mereka, ada 45,8% pemilih yang belum pasti atau masih bisa

    Selengkapnya »dari Partai Yang Akan Dipilih Pembaca Yahoo Indonesia
  • Setiap pekan, kami akan menyoroti tokoh-tokoh yang banyak dicari oleh pengguna Yahoo Search  di Indonesia selama seminggu terakhir. Siapa saja tokoh yang banyak dicari pembaca dalam sepekan terakhir? Dan apa yang membuat mereka banyak dicari? Berikut fotonya.

    5. Roy Suryo
    Menpora Roy Suryo (kedua kanan) bersama (kiri kanan) Ketum KONI Tono Suratman, Deputi IV Kemenpora Djoko Pekik, Komisi sports for all Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ade Lukman memberi keterangan pers di Kemenpora, Jakarta, Kamis (20/3). Kemenpora mengeluarkan Peraturan Menteri No. 6 tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan tugas dan kewenangan Komite Olahraga Nasional (KON) serta tugas dan kewenangan KOI. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/mes/14.
    Banyak topik yang dicari dari kata kunci ‘Roy Suryo’ seminggu lalu. Salah satunya adalah ‘insiden rawon setan’ di Surabaya. Jika Anda lupa ceritanya, calon anggota legislatif dari Partai Demokrat dan rombongannya dilaporkan lupa membayar seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsinya di Warung Rawon Setan, Jalan Embong Malang, persisnya di seberang Hotel JW Marriot Surabaya. Beliau juga mengaku kaget, setelah mengetahui nasi rawon yang dimakan saat melawat tak langsung dibayar. Rombongannya dilaporkan langsung pergi saat makanan masih dihitung Meski begitu, Roy meminta maaf kepada pemilik warung atas adanya insiden tersebut.

    4. Fahri Hamzah 
    Dari kiri, Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negera (BAKN) DPR Sumarjati Arjoso, anggota BAKN dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Sundari, dan anggota BAKN Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah memberikan keterangan pers mengenai Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Semester I Tahun 2013 terhadap keuangan BUMN di Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 November 2013. Dari hasil penelaahan, BAKN DPR menemukan 510 kasus penyimpangan keuangan negera yang 93 di antaranya mengakibatkan kerugian, potensi kerugian Negara, dan kekurangan penerimaan di BUMN sebesar Rp 2,60 triliun dan 28 kasus ketidakefektifan senilai Rp 44,75 triliun. [TEMPO/Tony Hartawan; TH2013112009]
    Fahri Hamzah menjadi terkenal ketika memberikan banyak sindiran lewat berbagai

    Selengkapnya »dari Tokoh Sorotan Pekan Ini 4 April 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini menampilkan sudut pandang unik dalam permasalahan hukum, lingkungan, sosial, atau politik di Indonesia.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Sejumlah penyandang disabilitas intelektual mengamati duplikat surat suara saat dilaksanakan sosialisasi Pemilu 2014 di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (3/4). Kegiatan sosialisasi oleh KPUD Temanggung terus dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih memberikan hak suara mereka. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ss/Spt/14
    Sejumlah penyandang disabilitas intelektual mengamati duplikat surat suara saat dilaksanakan sosialisasi Pemilu 2014 di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (3/4). Kegiatan sosialisasi oleh KPUD Temanggung terus dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih memberikan hak suara mereka. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Aktivitas belajar mengajar di Pendidikan Usia Dini (PAUD) Rumah Apung, Kapuk, Jakarta Barat, Kamis (3/4). Paud yang memiliki 50 murid dan 3 tenaga pengajar itu dibangun secara gotong royong untuk membantu warga kurang mampu mengakses pendidikan sejak usia dini. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ss/Spt/14
    Aktivitas belajar mengajar di Pendidikan Usia Dini (PAUD) Rumah Apung, Kapuk, Jakarta Barat, Kamis (3/4). Paud yang memiliki 50 murid dan 3 tenaga pengajar itu dibangun secara gotong royong untuk membantu warga kurang mampu mengakses pendidikan sejak usia dini. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/

    Seekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) diamankan di Mapolres Jember, Jawa Timur, Kamis (3/4). Penjaga hutan (Ranger) ProFauna dan BKSDA mengamankan sebanyak 13 ekor hewan yang dilindungi, yaitu Elang Ular Bido (spilornis cheela), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Alap-alap (Falconidae), dan tupai dari sebuah rumah warga di Kelurahan Sumbersari, Jember yang dijual secara online. ANTARA FOTO/Seno/ed/mes/14.
    Seekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) diamankan di Mapolres Jember, Jawa Timur,

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 3 April 2014
  • Kalau memang keretakan hubungan Prabowo dan Megawati dipicu oleh "insiden kamar mandi", maka barangkali memang hanya "sekelas kamar mandi" pula para pemimpin Indonesia masa kini.

    Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kemarin menceritakan sebuah fragmen menarik yang dianggapnya sebagai salah satu pemicu keretakan Prabowo dan Mega (itu berarti keretakan Gerindra dan PDIP).

    Sepenuturan Ahok, saat itu Prabowo bertandang ke kediaman Megawati pada Hari Raya Idul Fitri. Saat Prabowo tiba di kediaman Mega, ternyata yang empunya rumah sedang berada di kamar mandi. Ahok melanjutkan, Mega cukup lama berada di kamar mandi yang berada di kamar tidur dan tidak ada yang berani mengetok-ngetok untuk memberi tahu kedatangan Prabowo. Merasa sudah terlalu lama menunggu, Prabowo lantas meninggalkan kediaman Mega.

    Ahok, seperti terbaca dalam berbagai media kemarin, menganggap itu hanyalah salah paham saja. Mega tak bermaksud untuk tidak menemui Prabowo, tapi Prabowo merasa dia sudah

    Selengkapnya »dari Prabowo, Megawati, Soekarno, dan Insiden Kamar Mandi

Penomoran Halaman

(706 Artikel)