Newsroom Blog
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, sampai medium tak biasa untuk berkampanye di masyarakat.

    Salah satu cara yang awam dipakai para caleg untuk mengenalkan diri ke masyarakat adalah lewat alat peraga kampanye. Bentuknya bisa spanduk, poster yang ditempel dan menutupi ruang publik perkotaan atau angkutan umum, atau baliho raksasa. Namun, dalam upaya menyebar nama dan wajahnya pada publik, caleg satu ini rupanya terlalu ambisius. Tak cukup ruang publik perkotaan, bak sampah pun dipakai sebagai medium kampanye.

    Kreatif mencari ruang promosi atau justru menggambarkan kualitas si caleg?

    Alat peraga kampanye (APK) salah satu caleg ditempel di bak sampah di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (16/3). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt/14.

    Selengkapnya »dari Muka Caleg di Bak Sampah
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan kerusakan lingkungan yang terjadi atau peristiwa seni budaya yang kurang mendapat sorotan.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini
    Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/3). Perilaku buruk masyarakat, khususnya pengunjung pantai yang selalu membuang sampah secara sembarangan, menyebabkan sampah menumpuk meski sering dibersihkan. Selain mengurangi keindahan pantai, keberadaan sampah juga dapat mengancam biota laut. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
    Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/3). Perilaku buruk masyarakat, khususnya pengunjung pantai yang selalu membuang sampah secara sembarangan, menyebabkan sampah menumpuk meski sering dibersihkan. Selain mengurangi keindahan pantai, keberadaan sampah juga dapat mengancam biota laut. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah


    Perupa Titarubi, 46, lulusan Seni Keramik di Seni Rupa ITB, kelahiran Bandung dan kini tinggal dan berkarya di Yogyakarta, berdiri di depan karya lukisan hitam-putihnya berjudul "A Drop of Tear". Pamerannya yang bertajuk "Percakapan dari Masa Lalu" diadakan di Galeri Philo, Jakarta Selatan dan akan berlangsung hingga 18 April 2014. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    Sejumlah pekerja proyek melihat kondisi tanah yang ambles dari proyek Tol Gempol - Porong di Dusun Patuk, Gempol, Jatim, Rabu (19/3). Akibat amblesnya tanah tersebut, dinding penahan bergeser dan merusak 22 rumah yang berada dekat dengan proyek pembangunan jalan tol. Warga pun harus dievakuasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra
    Sejumlah

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 19 Maret 2014
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, medium kampanye tak biasa, sampai cara berkampanye di masyarakat.

    Kali ini, seorang caleg di daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok menggunakan poster film sekuel Captain America: The Winter Soldier yang baru akan rilis 4 April nanti untuk mempromosikan diri. Dalam poster itu, dialah sang Captain America, didampingi Black Widow yang diperankan Scarlet Johansson dan Samuel L.Jackson sebagai Nick Fury.

    Bagaimana menurut Anda, kreatif atau malah terlalu ngotot?

    Kendaraan melintas di dekat poster caleg berkostum superhero di daerah Kartini, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/3). Menjelang pemilu berbagai macam cara dilakukan caleg untuk menarik perhatian masyarakat. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/Asf/Spt/14.

    Selengkapnya »dari Saat Caleg Jadi Superhero
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan kekayaan budaya Indonesia, pemandangan kontras dalam realita politik, atau profesi yang terlupakan.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Pekerja mengolah adonan mie lethek dengan bantuan tenaga ternak di pabrik mie Revolusi, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Senin (17/3). Pabrik pembuatan mie dengan cara tradisional tersebut kini tengah membutuhkan regenerasi pekerja karena hampir 80 persen dari sekitar 30 pekerja berusia diatas 50 tahun sehingga diperlukan agar proses produksi tidak tersendat karena faktor usia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Asf/pd/14.
    Pekerja mengolah adonan mie lethek dengan bantuan tenaga ternak di Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Senin (17/3). Pabrik pembuatan mie dengan cara tradisional tersebut kini tengah membutuhkan regenerasi pekerja karena hampir 80 persen dari sekitar 30 pekerja berusia diatas 50 tahun sehingga diperlukan agar proses produksi tidak tersendat karena faktor usia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
    Seorang anak berada di depan pintu rumah yang dipenuhi baliho dan spanduk caleg di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa (17/3). Memasuki tahap kampanye pemilu legislatif 2014 sebagian caleg menyalahi peraturan kampanye dengan memasang alat peraga kampanye di sembarang tempat seperti di tembok rumah warga. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Asf/pd/14.

    Seorang anak berada di depan pintu rumah yang dipenuhi baliho dan spanduk caleg di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa (17/3). Memasuki tahap kampanye pemilu legislatif 2014 sebagian caleg menyalahi peraturan kampanye dengan memasang alat peraga kampanye di sembarang tempat seperti di tembok rumah warga. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Sejumlah pemilik kuda pacu melatih kuda miliknya di Pantai Teluk Palu yang berpasir di Kelurahan Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (18/3). Selain menjadi lokasi wisata, kawasan pantai itu juga dijadikan sebagai tempat pelatihan bagi kuda - kuda pacu oleh para pecinta olahraga berkuda. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/Asf/pd/14.
    Sejumlah

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 18 Maret 2014
  • Setelah PDI Perjuangan mengumumkan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai kandidat calon presiden mereka, pertanyaan berikutnya muncul. Siapa kandidat calon wakil presiden yang sesuai buat mendampingi Jokowi?

    Kami menanyakan pertanyaan itu lewat Yahoo Answers akhir pekan lalu dan mendapat jawaban dari 723 orang. Tak semuanya mengajukan nama sendiri, ada beberapa nama yang terus berulang, sehingga kami menyimpulkannya dalam polling di bawah ini.

    Jika Anda bisa mengajukan nama calon kandidat wakil presiden buat Jokowi ke PDI Perjuangan, kira-kira siapa dari nama-nama di bawah ini yang akan Anda pilih?

    Kami tunggu jawaban Anda dan alasannya.

  • Butuh 10 tahun bagi Indonesia untuk sanggup menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) tingkat nasional sejak merdeka pada 1945.

    Saya teringat salah satu adegan paling puitik dari film "Soekarno" besutan Hanung Bramantyo. Pada adegan itu, Bung Karno (BK) dan Hatta duduk di jok belakang mobil. Dua kali Hatta bertanya pada BK soal keyakinan bahwa jika Indonesia merdeka, akankah mereka sanggup memimpin Indonesia dengan baik, mampu menghindarkan Indonesia dari kesenjangan pusat-daerah, dan sanggup menyelenggarakan pemilu secara adil.

    Pertanyaan Hatta pada adegan itu sebenarnya menjadi pertanyaan yang terus mendengung di pusaran elit Indonesia pada dekade pertama kemerdekaan. Hampir semua kabinet yang pernah memerintah Indonesia pada masa itu selalu menerima pertanyaan dan desakan mengenai kapan pemilu akan diselenggarakan.

    Bahkan di bulan-bulan pertama kemerdekaan, desakan mengenai pemilu sudah berkumandang di rapat-rapat Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), badan yang mulanya dibentuk

    Selengkapnya »dari Pemilu 1955: Ketika Semua Menginginkan Pemilu
  • Kampanye Pemilu 2014 secara resmi dimulai kemarin (17/3). Sehari sebelumnya, rapat akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memutihkan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

    Untuk rapat-rapat akbar semacam itu, nomenklatur sejarah Indonesia mengenal istilah "vergadering". Secara harfiah, "vergadering" berarti "rapat" atau "pertemuan". Arti "vergadering" yang lebih spesifik kira-kira "rapat yang diorganisir untuk memberikan penjelasan-penjelasan".

    Ada istilah lain yang agak berdekatan. Misalnya: "zitting". Artinya hampir sama dengan "vergadering". Akan tetapi, "zitting" lebih mengesankan rapat yang sifatnya formal, dengan peserta yang terbatas dan terukur. Kata "sidang" agaknya pas untuk menerjemahkan "zitting".

    Jangan heran jika dalam laporan-laporan arsip kolonial, sidang-sidang di Volksraad (semacam dewan perwakilan di masa kolonial) atau sesi-sesi pertemuan di Raad van Indie biasanya disebut "zitting", bukan "vergadering".

    Ada juga istilah "bijeenkomst". Kira-kira artinya "rapat",

    Selengkapnya »dari Rapat Akbar, Metode Kampanye yang Itu-itu Saja
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik. Kali ini, foto-foto tersebut menampilkan potret sosial buruh tani di Indonesia, buruknya kualitas pelayanan publik, dan peristiwa unik yang terekam kamera.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Joki memacu kuda saat berlangsungnya kejuaraan pacuan kuda Supersemar Cup yang digelar di Lapangan Banarpilang, Desa Wonoayu, Sidoarjo, Jatim, Jumat (14/3). Kejuaraan yang diiikuti oleh kuda dan joki dari 15 kota di Jawa Timur ini digelar dengan tujuan mencari bibit-bibit kuda pacuan, dan menggali potensi atlet berkuda khususnya di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Suryanto/EI/ed/MES/14.
    Joki memacu kuda saat berlangsungnya kejuaraan pacuan kuda "Supersemar Cup" yang digelar di Lapangan Banarpilang, Desa Wonoayu, Sidoarjo, Jatim, Jumat (14/3). Kejuaraan yang diiikuti oleh kuda dan joki dari 15 kota di Jawa Timur ini digelar dengan tujuan mencari bibit-bibit kuda pacuan, dan menggali potensi atlet berkuda khususnya di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Suryanto

    Dua buruh tani ngosrok (bersihkan rumput liar) yang tumbuh di sekitar tanaman padi berumur dua puluh hari, di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Jatim, Jumat (14/3). Buruh tani ngosrok perharinya mendapatkan upah Rp 35 ribu dengan sitem borongan untuk per enam jam kerja. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra/Asf/mes/14.
    Dua buruh tani ngosrok (bersihkan rumput liar) yang tumbuh di sekitar tanaman padi berumur dua puluh hari, di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Jatim, Jumat (14/3). Buruh tani ngosrok perharinya mendapatkan upah Rp 35 ribu dengan sitem borongan untuk per enam jam kerja. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra

    Sejumlah penumpang bus Transjakarta pindah ke bus lainnya setelah bus yang mereka tumpangi mogok di jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (14/3). Pengamat transportasi menilai bahwa Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta seharusnya mengontrol ketat operator untuk menjalankan perawatan bus Transjakarta. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/14.
    Sejumlah penumpang bus Transjakarta pindah ke bus

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 14 Maret 2014
  • Megawati Soekarnoputri layak diberikan selamat. Jauh hari dari pemilihan presiden 2014, Ketua Umum PDI Perjuangan ini legowo dengan mencalonkan kadernya, Joko Widodo, yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Selesai sudah spekulasi bahwa Mega masih berminat atau tak rela melepas peluangnya menjadi capres kepada orang lain.

    Bahkan lewat perintah hariannya, tegas disampaikan: rakyat Indonesia, apalagi kader PDI Perjuangan tentunya, agar bersatu mendukung Jokowi meraih kursi presiden. Tak diragukan lagi keikhlasannya mencalonkan mantan Walikota Solo dua periode itu. Karena itulah Mega layak diberikan ucapan selamat.

    Gegap gempita dunia maya pun menyambut pencalonan Jokowi itu. Media sosial twitter, media berita online, dan bisa dipastikan televisi maupun media cetak edisi Sabtu (15/3), tak akan luput mengulas gairah ini. Berama-ramai menempatkannya sebagai berita utama.

    Dan bagi Mega, tampaknya dia sudah unggul dari lawan politiknya yang masih terus mengupayakan kerabat agar bisa lempang

    Selengkapnya »dari Jokowi Nyapres, Saatnya Tetua Pamit
  • Akhirnya, setelah ditunggu-tunggu sekian lama, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai kandidat capres yang akan mereka usung di Pemilu 2014. 

    Masih panjang perjalanan yang harus dilewati Jokowi dan PDIP untuk bisa menduduki Istana Merdeka di utara Monas. PDIP mula-mula harus meraup minimal 20% suara dalam Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Itulah syarat yang harus dipenuhi oleh partai mana pun yang ingin mengajukan calonnya dalam Pemilihan Presiden pada 9 Juli nanti.

    Agaknya tidak terlalu sulit bagi PDIP untuk memenuhi syarat minimal itu. Jika pun tidak sampai 20%, mencari sekitar 3-5% tambahan suara dari partai gurem lainnya tentu bukan pekerjaan yang kelewat musykil.

    Yang menarik untuk ditelaah adalah cara dan proses kemunculan Jokowi sampai akhirnya resmi menjadi kandidat capres dari PDIP. Jika Jokowi akhirnya benar-benar bisa menduduki kursi RI-1, maka inilah presiden pertama (sekaligus capres pertama) sepanjang sejarah Indonesia

    Selengkapnya »dari Agar Bisa Menjadi Jokowi Berikutnya

Penomoran Halaman

(706 Artikel)