Newsroom Blog
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, sampai medium tak biasa untuk berkampanye di masyarakat.

    Caleg biasa memperkenalkan diri ke calon pemilih menggunakan alat peraga kampanye dalam bentuk baliho. Semua ruang kota pun tak luput dari serangan muka mereka. Biasanya, para caleg ini mengambil kawasan kota yang sering dilewati banyak orang. Nah, apa yang ada di pikiran caleg ini ya saat memamerkan balihonya di kuburan? Ternyata saat sudah berada di peristirahatan terakhir pun, warga negara Indonesia tak bisa terlepas dari hiruk pikuk kampanye serta setoran muka caleg.

    Apa pendapat Anda tentang upaya promosi si caleg ini?
    Alat peraga kampanye (APK) caleg dipasang di pohon di areal pemakaman, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Minggu (23/3). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/ss/pd/14



    Selengkapnya »dari Pasang Baliho di Makam
  • Penulis-penulis Asia Tenggara kontemporer, serta karya mereka, masih belum banyak diketahui oleh pembaca dunia. Jangankan oleh dunia, sesama pembaca di negara-negara Asia Tenggara pun belum tentu mengetahui karya penulis dari negara tetangganya.

    Padahal penulis Asia Tenggara bisa menawarkan banyak sudut pandang dalam upaya memahami permasalahan universal, meski karya mereka menggunakan situasi yang lokal.

    Bahasa menjadi salah satu kendala minimnya pembacaan karya-karya penulis Asia Tenggara di dunia internasional. Maka penerjemahan karya pun menjadi sesuatu yang penting.

    Namun banyak penulis sering terjebak dengan upaya menerjemahkan karya mereka ke bahasa Inggris saja. Mereka melupakan ada celah penerjemahan ke bahasa-bahasa dari negara-negara yang tergabung di ASEAN.

    Ini adalah salah satu kesimpulan yang muncul dari diskusi panel Sastra Kontemporer ASEAN dalam ASEAN Literary Festival 2014 di Jakarta, Sabtu (22/3).

    Dosen dan kritikus sastra Manneke Budiman mengatakan, jika kita ingin

    Selengkapnya »dari Mengenalkan Sastra Asia Tenggara Kepada Dunia
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat para pembaca. Foto-foto tersebut bisa menampilkan berbagai masalah sosial yang diambil dari sudut pandang berbeda.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Sejumlah pedagang menggiring sapi dagangannya saat akan diseberangkan menggunakan perahu motor ke Probolinggo di Pantai Pegagan, Pamekasan, Jatim, Jumat (21/3). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, potensial stok sapi dan kerbau setara dengan daging mencapai 530.550 ton, dimana jumlah tersebut dinilai aman untuk memenehui kebutuhan daging pada tahun 2014. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Koz/Spt/14.
    Sejumlah pedagang menggiring sapi dagangannya saat akan diseberangkan menggunakan perahu motor ke Probolinggo di Pantai Pegagan, Pamekasan, Jatim, Jumat (21/3). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, potensial stok sapi dan kerbau setara dengan daging mencapai 530.550 ton, dimana jumlah tersebut dinilai aman untuk memenehui kebutuhan daging pada tahun 2014. ANTARA FOTO/Saiful Bahri

    Nelayan memotong ikan pari hasil tangkapannya di perkampungan nelayan Sine, Kalibatur, Kalidawer, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/3). Ikan pari hasil tangkapan musiman nelayan itu untuk dikeringkan. ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan/Asf/Spt/14.
    Nelayan memotong ikan pari hasil tangkapannya di perkampungan nelayan Sine, Kalibatur, Kalidawer, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/3). Ikan pari hasil tangkapan musiman nelayan itu untuk dikeringkan. ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan

    Sejumlah nelayan berada diatas kapal mereka yang bersandar di Pelabuhan Jongor Tegal, Jateng, Kamis (20/3). Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tegal memperkirakan golongan putih (golput) nelayan kapal besar yang melaut selama 1 bulan hingga 3 bulan pada Pemilu 9 April mendatang mencapai 10 ribu dari 12 ribu nelayan di Kota Tegal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ed/mes/14
    Sejumlah nelayan berada diatas kapal mereka yang bersandar di Pelabuhan Jongor Tegal, Jateng, Kamis (20/3).

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 21 Maret 2014
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, sampai medium tak biasa untuk berkampanye di masyarakat.

    Salah satu trik kampanye yang sering dipakai politisi adalah meyakinkan calon pemilih bahwa mereka tahu seperti apa keseharian rakyat. Capres Partai Hanura, Wiranto, misalnya, menjadi tukang becak dan kernet untuk menyerap aspirasi rakyat. Kini, giliran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan bakal calon presiden dari PKS yang menjadi tukang becak untuk menarik simpati rakyat.

    Apakah menurut Anda aksi ini sukses meyakinkan masyarakat?

    Bakal calon presiden Ahmad Heryawan mengayuh becak berpenumpang tukang becak di Jalan Otista, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (20/3). Aksi Ahmad Heryawan menjadi tukang becak untuk menarik simpati warga. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Koz/Spt/14.



    Selengkapnya »dari Aksi Capres Mengayuh Becak
  • Kampung, Pasar dan Ruang Bersama

    Orang sering bertanya-tanya: Apa kekhususan kota-kota Indonesia?

    Rupanya, makin banyak kelas menengah baru melancong ke perbagai negeri dan kota lain, makin banyak juga yang memikirkan ulang kota kampung halamannya masing-masing di tanah-air Indonesia. Seolah-olah Indonesia itu satu, padahal sebelum 1945 tidak ada persatuan yang bernama Indonesia.

    Kini pun, meskipun ada kesatuan dalam sistem politik dan ekonomi, kesatuan budaya jauh dari kenyataan. Dan memang tidak perlu ada kesatuan budaya itu.

    Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan banyak budaya, yang masing-masingnya, dari Merauke sampai Sabang, berkembang dalam pusaran sejarah dan  keadaan yang berbeda-beda, dengan kenyataan perkembangan Republik Indonesia sebagai salah satu irisan bersama saja. Kota-kota Indonesia terletak dalam ketegangan antara kesatuan kenegaraan itu dan keanekaragaman budaya tersebut.

    Karena itu, hanya dengan syarat beberapa catatan kita dapat mengatakan bahwa beberapa sifat-sifat kota-kota di Indonesia

    Selengkapnya »dari Kampung, Pasar dan Ruang Bersama
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto tersebut bisa menampilkan kritik atas kondisi sosial dengan cara unik atau skala kerusakan lingkungan yang terjadi.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Foto dari udara kondisi pusat semburan lumpur Lapindo, di Porong Sidoarjo, Rabu (19/3). Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) siap siaga 24 jam di lokasi semburan karena dikhawatirkan lumpur makin meluap dan akan menjebol tanggul karena curah hujan cukup tinggi di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Eric Ireng
    Foto dari udara kondisi pusat semburan lumpur Lapindo, di Porong Sidoarjo, Rabu (19/3). Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) siap siaga 24 jam di lokasi semburan karena dikhawatirkan lumpur makin meluap dan akan menjebol tanggul karena curah hujan cukup tinggi di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Eric Ireng

    Pengendara motor melihat lukisan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi karya pelukis Yahya TS di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (20/3). Lukisan yang diberi judul Jakarta Cuma Diberakin tersebut dibuat untuk penolakan terhadap pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
    Pengendara motor melihat lukisan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi karya pelukis Yahya TS di Grogol, Jakarta Barat, Kamis (20/3). Lukisan yang diberi judul "Jakarta Cuma Diberakin" tersebut dibuat untuk penolakan terhadap pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Warga melintas di depan mural pemilu bersih di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (20/3). Mural tersebut mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2014 dan kritis terhadap janji-janji para caleg dan capres saat berkampanye. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Asf/ama/14.
    Warga melintas di depan mural pemilu bersih di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (20/3). Mural tersebut mengajak masyarakat untuk

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 20 Maret 2014
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, sampai medium tak biasa untuk berkampanye di masyarakat.

    Salah satu cara yang awam dipakai para caleg untuk mengenalkan diri ke masyarakat adalah lewat alat peraga kampanye. Bentuknya bisa spanduk, poster yang ditempel dan menutupi ruang publik perkotaan atau angkutan umum, atau baliho raksasa. Namun, dalam upaya menyebar nama dan wajahnya pada publik, caleg satu ini rupanya terlalu ambisius. Tak cukup ruang publik perkotaan, bak sampah pun dipakai sebagai medium kampanye.

    Kreatif mencari ruang promosi atau justru menggambarkan kualitas si caleg?

    Alat peraga kampanye (APK) salah satu caleg ditempel di bak sampah di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (16/3). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Spt/14.

    Selengkapnya »dari Muka Caleg di Bak Sampah
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan kerusakan lingkungan yang terjadi atau peristiwa seni budaya yang kurang mendapat sorotan.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini
    Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/3). Perilaku buruk masyarakat, khususnya pengunjung pantai yang selalu membuang sampah secara sembarangan, menyebabkan sampah menumpuk meski sering dibersihkan. Selain mengurangi keindahan pantai, keberadaan sampah juga dapat mengancam biota laut. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
    Tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (19/3). Perilaku buruk masyarakat, khususnya pengunjung pantai yang selalu membuang sampah secara sembarangan, menyebabkan sampah menumpuk meski sering dibersihkan. Selain mengurangi keindahan pantai, keberadaan sampah juga dapat mengancam biota laut. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah


    Perupa Titarubi, 46, lulusan Seni Keramik di Seni Rupa ITB, kelahiran Bandung dan kini tinggal dan berkarya di Yogyakarta, berdiri di depan karya lukisan hitam-putihnya berjudul "A Drop of Tear". Pamerannya yang bertajuk "Percakapan dari Masa Lalu" diadakan di Galeri Philo, Jakarta Selatan dan akan berlangsung hingga 18 April 2014. ANTARA FOTO/Dodo Karundeng

    Sejumlah pekerja proyek melihat kondisi tanah yang ambles dari proyek Tol Gempol - Porong di Dusun Patuk, Gempol, Jatim, Rabu (19/3). Akibat amblesnya tanah tersebut, dinding penahan bergeser dan merusak 22 rumah yang berada dekat dengan proyek pembangunan jalan tol. Warga pun harus dievakuasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra
    Sejumlah

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 19 Maret 2014
  • Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih mereka. Ada yang menggunakan poster unik, kutipan menggelitik atau menyindir, medium kampanye tak biasa, sampai cara berkampanye di masyarakat.

    Kali ini, seorang caleg di daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok menggunakan poster film sekuel Captain America: The Winter Soldier yang baru akan rilis 4 April nanti untuk mempromosikan diri. Dalam poster itu, dialah sang Captain America, didampingi Black Widow yang diperankan Scarlet Johansson dan Samuel L.Jackson sebagai Nick Fury.

    Bagaimana menurut Anda, kreatif atau malah terlalu ngotot?

    Kendaraan melintas di dekat poster caleg berkostum superhero di daerah Kartini, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/3). Menjelang pemilu berbagai macam cara dilakukan caleg untuk menarik perhatian masyarakat. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/Asf/Spt/14.

    Selengkapnya »dari Saat Caleg Jadi Superhero
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan kekayaan budaya Indonesia, pemandangan kontras dalam realita politik, atau profesi yang terlupakan.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Pekerja mengolah adonan mie lethek dengan bantuan tenaga ternak di pabrik mie Revolusi, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Senin (17/3). Pabrik pembuatan mie dengan cara tradisional tersebut kini tengah membutuhkan regenerasi pekerja karena hampir 80 persen dari sekitar 30 pekerja berusia diatas 50 tahun sehingga diperlukan agar proses produksi tidak tersendat karena faktor usia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Asf/pd/14.
    Pekerja mengolah adonan mie lethek dengan bantuan tenaga ternak di Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Senin (17/3). Pabrik pembuatan mie dengan cara tradisional tersebut kini tengah membutuhkan regenerasi pekerja karena hampir 80 persen dari sekitar 30 pekerja berusia diatas 50 tahun sehingga diperlukan agar proses produksi tidak tersendat karena faktor usia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
    Seorang anak berada di depan pintu rumah yang dipenuhi baliho dan spanduk caleg di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa (17/3). Memasuki tahap kampanye pemilu legislatif 2014 sebagian caleg menyalahi peraturan kampanye dengan memasang alat peraga kampanye di sembarang tempat seperti di tembok rumah warga. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Asf/pd/14.

    Seorang anak berada di depan pintu rumah yang dipenuhi baliho dan spanduk caleg di kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, Selasa (17/3). Memasuki tahap kampanye pemilu legislatif 2014 sebagian caleg menyalahi peraturan kampanye dengan memasang alat peraga kampanye di sembarang tempat seperti di tembok rumah warga. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Sejumlah pemilik kuda pacu melatih kuda miliknya di Pantai Teluk Palu yang berpasir di Kelurahan Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (18/3). Selain menjadi lokasi wisata, kawasan pantai itu juga dijadikan sebagai tempat pelatihan bagi kuda - kuda pacu oleh para pecinta olahraga berkuda. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/Asf/pd/14.
    Sejumlah

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 18 Maret 2014

Penomoran Halaman

(712 Artikel)