Newsroom Blog
  • Butuh 10 tahun bagi Indonesia untuk sanggup menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) tingkat nasional sejak merdeka pada 1945.

    Saya teringat salah satu adegan paling puitik dari film "Soekarno" besutan Hanung Bramantyo. Pada adegan itu, Bung Karno (BK) dan Hatta duduk di jok belakang mobil. Dua kali Hatta bertanya pada BK soal keyakinan bahwa jika Indonesia merdeka, akankah mereka sanggup memimpin Indonesia dengan baik, mampu menghindarkan Indonesia dari kesenjangan pusat-daerah, dan sanggup menyelenggarakan pemilu secara adil.

    Pertanyaan Hatta pada adegan itu sebenarnya menjadi pertanyaan yang terus mendengung di pusaran elit Indonesia pada dekade pertama kemerdekaan. Hampir semua kabinet yang pernah memerintah Indonesia pada masa itu selalu menerima pertanyaan dan desakan mengenai kapan pemilu akan diselenggarakan.

    Bahkan di bulan-bulan pertama kemerdekaan, desakan mengenai pemilu sudah berkumandang di rapat-rapat Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), badan yang mulanya dibentuk

    Selengkapnya »dari Pemilu 1955: Ketika Semua Menginginkan Pemilu
  • Kampanye Pemilu 2014 secara resmi dimulai kemarin (17/3). Sehari sebelumnya, rapat akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil memutihkan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

    Untuk rapat-rapat akbar semacam itu, nomenklatur sejarah Indonesia mengenal istilah "vergadering". Secara harfiah, "vergadering" berarti "rapat" atau "pertemuan". Arti "vergadering" yang lebih spesifik kira-kira "rapat yang diorganisir untuk memberikan penjelasan-penjelasan".

    Ada istilah lain yang agak berdekatan. Misalnya: "zitting". Artinya hampir sama dengan "vergadering". Akan tetapi, "zitting" lebih mengesankan rapat yang sifatnya formal, dengan peserta yang terbatas dan terukur. Kata "sidang" agaknya pas untuk menerjemahkan "zitting".

    Jangan heran jika dalam laporan-laporan arsip kolonial, sidang-sidang di Volksraad (semacam dewan perwakilan di masa kolonial) atau sesi-sesi pertemuan di Raad van Indie biasanya disebut "zitting", bukan "vergadering".

    Ada juga istilah "bijeenkomst". Kira-kira artinya "rapat",

    Selengkapnya »dari Rapat Akbar, Metode Kampanye yang Itu-itu Saja
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik. Kali ini, foto-foto tersebut menampilkan potret sosial buruh tani di Indonesia, buruknya kualitas pelayanan publik, dan peristiwa unik yang terekam kamera.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Joki memacu kuda saat berlangsungnya kejuaraan pacuan kuda Supersemar Cup yang digelar di Lapangan Banarpilang, Desa Wonoayu, Sidoarjo, Jatim, Jumat (14/3). Kejuaraan yang diiikuti oleh kuda dan joki dari 15 kota di Jawa Timur ini digelar dengan tujuan mencari bibit-bibit kuda pacuan, dan menggali potensi atlet berkuda khususnya di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Suryanto/EI/ed/MES/14.
    Joki memacu kuda saat berlangsungnya kejuaraan pacuan kuda "Supersemar Cup" yang digelar di Lapangan Banarpilang, Desa Wonoayu, Sidoarjo, Jatim, Jumat (14/3). Kejuaraan yang diiikuti oleh kuda dan joki dari 15 kota di Jawa Timur ini digelar dengan tujuan mencari bibit-bibit kuda pacuan, dan menggali potensi atlet berkuda khususnya di Kabupaten Sidoarjo. ANTARA FOTO/Suryanto

    Dua buruh tani ngosrok (bersihkan rumput liar) yang tumbuh di sekitar tanaman padi berumur dua puluh hari, di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Jatim, Jumat (14/3). Buruh tani ngosrok perharinya mendapatkan upah Rp 35 ribu dengan sitem borongan untuk per enam jam kerja. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra/Asf/mes/14.
    Dua buruh tani ngosrok (bersihkan rumput liar) yang tumbuh di sekitar tanaman padi berumur dua puluh hari, di Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton, Jatim, Jumat (14/3). Buruh tani ngosrok perharinya mendapatkan upah Rp 35 ribu dengan sitem borongan untuk per enam jam kerja. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra

    Sejumlah penumpang bus Transjakarta pindah ke bus lainnya setelah bus yang mereka tumpangi mogok di jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (14/3). Pengamat transportasi menilai bahwa Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta seharusnya mengontrol ketat operator untuk menjalankan perawatan bus Transjakarta. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/14.
    Sejumlah penumpang bus Transjakarta pindah ke bus

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 14 Maret 2014
  • Megawati Soekarnoputri layak diberikan selamat. Jauh hari dari pemilihan presiden 2014, Ketua Umum PDI Perjuangan ini legowo dengan mencalonkan kadernya, Joko Widodo, yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Selesai sudah spekulasi bahwa Mega masih berminat atau tak rela melepas peluangnya menjadi capres kepada orang lain.

    Bahkan lewat perintah hariannya, tegas disampaikan: rakyat Indonesia, apalagi kader PDI Perjuangan tentunya, agar bersatu mendukung Jokowi meraih kursi presiden. Tak diragukan lagi keikhlasannya mencalonkan mantan Walikota Solo dua periode itu. Karena itulah Mega layak diberikan ucapan selamat.

    Gegap gempita dunia maya pun menyambut pencalonan Jokowi itu. Media sosial twitter, media berita online, dan bisa dipastikan televisi maupun media cetak edisi Sabtu (15/3), tak akan luput mengulas gairah ini. Berama-ramai menempatkannya sebagai berita utama.

    Dan bagi Mega, tampaknya dia sudah unggul dari lawan politiknya yang masih terus mengupayakan kerabat agar bisa lempang

    Selengkapnya »dari Jokowi Nyapres, Saatnya Tetua Pamit
  • Akhirnya, setelah ditunggu-tunggu sekian lama, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai kandidat capres yang akan mereka usung di Pemilu 2014. 

    Masih panjang perjalanan yang harus dilewati Jokowi dan PDIP untuk bisa menduduki Istana Merdeka di utara Monas. PDIP mula-mula harus meraup minimal 20% suara dalam Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Itulah syarat yang harus dipenuhi oleh partai mana pun yang ingin mengajukan calonnya dalam Pemilihan Presiden pada 9 Juli nanti.

    Agaknya tidak terlalu sulit bagi PDIP untuk memenuhi syarat minimal itu. Jika pun tidak sampai 20%, mencari sekitar 3-5% tambahan suara dari partai gurem lainnya tentu bukan pekerjaan yang kelewat musykil.

    Yang menarik untuk ditelaah adalah cara dan proses kemunculan Jokowi sampai akhirnya resmi menjadi kandidat capres dari PDIP. Jika Jokowi akhirnya benar-benar bisa menduduki kursi RI-1, maka inilah presiden pertama (sekaligus capres pertama) sepanjang sejarah Indonesia

    Selengkapnya »dari Agar Bisa Menjadi Jokowi Berikutnya
  • Partai PDI Perjuangan, lewat akun Twitternya, mengumumkan bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah resmi memberikan mandat pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden 2014 untuk partai mereka.

    Akun tersebut juga menampilkan foto Megawati, didampingi anak perempuannya Puan Maharani dan Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo. Ini untuk pertama kalinya media sosial digunakan oleh partai di Indonesia untuk mengumumkan kandidat capresnya.

    Pengajuan nama Joko Widodo sebagai kandidat capres PDI-P sudah diduga kuat, namun tinggal menunggu apakah Megawati akan memberi restu dengan tidak maju sebagai calon presiden lagi.

    Beberapa hari lalu, Jokowi memang sudah menemani Megawati berziarah ke makam Bung Karno, pers melihat gestur sang ketua umum itu adalah pemberian izin pada Jokowi untuk jadi capres.

    Rangkaian tweet dari akun PDI Perjuangan soal pencapresan Jokowi. 

    Selengkapnya »dari PDI-P Umumkan Jokowi Sebagai Capres 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan ketimpangan fasilitas publik, dampak kerusakan lingkungan, atau peristiwa unik yang terekam kamera.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Petugas Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan menguji daging ayam berformalin dalam pameran Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia 2014 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/3). Pameran yang berlangsung hingga 14 Maret tersebut menampilkan berbagai alat kesehatan dan teknologi peralatan laboratorium. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Asf/pd/14.
    Petugas Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan menguji daging ayam berformalin dalam pameran Laboratorium Pengujian Pangan Indonesia 2014 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (12/3). Pameran yang berlangsung hingga 14 Maret tersebut menampilkan berbagai alat kesehatan dan teknologi peralatan laboratorium. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Sejumlah warga menaiki mobil bak terbuka saat melintas di Desa Kedawung, Tegal, Jateng, Kamis (13/3). Meskipun berbahaya, namun mobil bak terbuka tersebut merupakan satu-satunya sarana transportasi warga di daerah pegunungan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/Asf/nz/14.
    Sejumlah warga menaiki mobil bak terbuka saat melintas di Desa Kedawung, Tegal, Jateng, Kamis (13/3). Meskipun berbahaya, namun mobil bak terbuka tersebut merupakan satu-satunya sarana transportasi warga di daerah pegunungan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/Koz/14.
    Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 13 Maret 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto yang terbaik bercerita. Foto-foto ini bisa merekam perilaku menyimpang warga perkotaan, mewakili sebuah masalah sosial yang sedang hangat, atau menyoroti isu kompleks dengan visualisasi menarik.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Aktivis Greenpeace melakukan aksi di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (12/3). Aksi tersebut mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan berbasis energi kotor batubara dan mengungkap fakta biaya sebenarnya industri batubara yang diklaim sebagai penopang perekonomian Indonesia. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/nz/14.
    Aktivis Greenpeace melakukan aksi di depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (12/3). Aksi tersebut mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan berbasis energi kotor batubara dan mengungkap fakta biaya sebenarnya industri batubara yang diklaim sebagai penopang perekonomian Indonesia. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

    Orangutan (Pongo Pygmaeus) berada dalam kandangnya di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK), Bukittinggi, Sumbar, Rabu (12/3). Selama dua pekan tiga terakhir koleksi hewan di TMSBK ditemukan mati, yaitu Rusa tutul, Tapir, dan Orang Utan, pihak pengelola mengatakan matinya hewan ini karena sakit dan telah berumur. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ss/pd/14
    Orangutan (Pongo Pygmaeus) berada dalam kandangnya di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK), Bukittinggi, Sumbar, Rabu (12/3). Selama dua pekan tiga terakhir koleksi hewan di TMSBK ditemukan mati, yaitu Rusa tutul, Tapir, dan Orang Utan, pihak pengelola mengatakan matinya hewan ini karena sakit dan telah berumur. ANTARA

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 12 Maret 2014
  • Oleh Sirajudin Hasbi

    Pemilu legislatif kurang dari sebulan lagi. Pada 9 April 2014 nanti kita akan memilih calon yang akan mewakili di parlemen. Tapi, sudahkah kita tahu siapa yang akan kita pilih? Atau malah sudah memutuskan untuk tidak mencoblos satupun calon?

    Sebelum terburu-buru untuk menjadi golongan putih (golput), ada baiknya kita memperbaiki bagaimana kita menilai peta perpolitikan di negeri ini. Tidak memberikan hak suara memang hak setiap warga negara. Dan itu sah-sah saja. Tidak mencoblos juga tidak akan kehilangan hak sebagai warga negara.

    Lalu, siapa yang akan kita pilih jika kita memilih untuk menggunakan hak suara?

    Pertanyaan sederhana tetapi tidak mudah dijawab. Ada sekian ribu calon legislatif (caleg) yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kita pilih.

    Pileg adalah proses untuk memilih wakil di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Untuk DPR ada tiga tingkatan. Di pusat, kita memilih calon anggota DPR RI yang tersebar di 77 daerah

    Selengkapnya »dari Menjadi Pemilih Cerdas
  • Setiap pekan, kami akan menyoroti nama-nama tokoh yang paling banyak dicari selama seminggu terakhir. Mereka muncul di halaman ini berdasarkan pencarian yang dilakukan pengguna search di Yahoo Indonesia.

    Siapa saja tokoh yang banyak dicari pembaca dalam sepekan terakhir? Dan apa yang membuat mereka banyak dicari? Berikut fotonya.

    5. R Budi Hartono
    Unjuk rasa Koalisi Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta (KBJ) di depan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin, 14 November 2011. Mereka menuntut pembatalan perpanjangan BOT (build operate transfer) PT Hotel Indonesia Natour dengan PT Cipta Karya Bumi Indah dan PT Grand Indonesia milik PT Djarum, karena perjanjian tersebut dinilai merugikan pemerintah. [TEMPO/Amston Probel; AM2011111408]
    Pemilik Grup Djarum ini adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia. Hartanya diperkirakan mencapai $7,6 miliar atau Rp86,83 biliun. Dengan kekayaan ini, ia ada di peringkat 173 orang terkaya dunia versi majalah Forbes. Peringkat Budi Hartono turun dari 131 dengan harta $8,5 miliar tahun lalu. Orang Indonesia lain yang ikut masuk daftar orang terkaya dunia adalah Michael Hartono, Chairul Tanjung, Peter Sondakh, Sri Prakash Lohia, Mochtar Riady, Sukanto Tanoto, Bachtiar Karim, Theodore Rachmat, dan Tahir.

    4. Boediono
    Wapres Boediono mengikuti rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3). Rapat tersebut membahas pengembangan personel dan profesionalisme Polri. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.
    Wakil Presiden RI ini sering disebut terlibat dalam kasus dana talangan Bank Century. Dalam persidangan Mantan Deputi IV Bank

    Selengkapnya »dari Tokoh Sorotan Pekan Ini, 12 Februari 2014

Penomoran Halaman

(699 Artikel)