Newsroom Blog
  • Setiap pekan, kami akan menyoroti nama-nama tokoh yang paling banyak dicari selama seminggu terakhir. Mereka muncul di halaman ini berdasarkan pencarian yang dilakukan pengguna search di Yahoo Indonesia.

    Siapa saja tokoh yang banyak dicari pembaca dalam sepekan terakhir? Dan apa yang membuat mereka banyak dicari? Berikut fotonya.

    5. R Budi Hartono
    Unjuk rasa Koalisi Badan Eksekutif Mahasiswa Jakarta (KBJ) di depan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin, 14 November 2011. Mereka menuntut pembatalan perpanjangan BOT (build operate transfer) PT Hotel Indonesia Natour dengan PT Cipta Karya Bumi Indah dan PT Grand Indonesia milik PT Djarum, karena perjanjian tersebut dinilai merugikan pemerintah. [TEMPO/Amston Probel; AM2011111408]
    Pemilik Grup Djarum ini adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia. Hartanya diperkirakan mencapai $7,6 miliar atau Rp86,83 biliun. Dengan kekayaan ini, ia ada di peringkat 173 orang terkaya dunia versi majalah Forbes. Peringkat Budi Hartono turun dari 131 dengan harta $8,5 miliar tahun lalu. Orang Indonesia lain yang ikut masuk daftar orang terkaya dunia adalah Michael Hartono, Chairul Tanjung, Peter Sondakh, Sri Prakash Lohia, Mochtar Riady, Sukanto Tanoto, Bachtiar Karim, Theodore Rachmat, dan Tahir.

    4. Boediono
    Wapres Boediono mengikuti rapat terbatas Kabinet Indonesia Bersatu II yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3). Rapat tersebut membahas pengembangan personel dan profesionalisme Polri. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.
    Wakil Presiden RI ini sering disebut terlibat dalam kasus dana talangan Bank Century. Dalam persidangan Mantan Deputi IV Bank

    Selengkapnya »dari Tokoh Sorotan Pekan Ini, 12 Maret 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik. Foto-foto ini bisa menampilkan tokoh unik yang terekam kamera, proses produksi barang yang jarang disorot, atau perilaku tak taat aturan warga perkotaan.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Pengendara nekat melintasi trotoar untuk memutar arah di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (10/3). Prilaku mengambil jalan pintas tersebut dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan lain dan mengakibatkan kemacetan karena kendaraan cenderung memperlambat laju kendaraannya.ANTARA FOTO/Reno Esnir/Koz/pd/14.
    Pengendara nekat melintasi trotoar untuk memutar arah di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (10/3). Prilaku mengambil jalan pintas tersebut dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan lain dan mengakibatkan kemacetan karena kendaraan cenderung memperlambat laju kendaraannya.ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Dua petualang bersepeda asal Perancis Vincent dan Fanny Carittemelintas di Tiban, Sekupang, Batam, Senin (10/3). Pasangan suami istri mekanik dan guru itu selama delapan bulan bersepeda lintas negara, selain berwisata, mereka membawa misi mempelajari pola pendidikan anak usia dini di negara-negara yang dikunjunginya. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/Koz/pd/14.
    Dua petualang bersepeda asal Perancis Vincent dan Fanny Carittemelintas di Tiban, Sekupang, Batam, Senin (10/3). Pasangan suami istri mekanik dan guru itu selama delapan bulan bersepeda lintas negara, selain berwisata, mereka membawa misi mempelajari pola pendidikan anak usia dini di negara-negara yang dikunjunginya. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo

    Pekerja menjemur sapu ijuk setengah jadi, di halam produksinya, di Jalan Raya Panumbangan-Panjalu, Desa Sukakerta, Ciamis, Jawa Barat, Selasa (11/3). Cuaca yang masih didominasi mendung dan hujan membuat proses penjemuran sapu ijuk di Industri tersebut terkendala, mengakibatkan hasil produski turun sekitar 30-40 persen. Selama musim penghujan proses penjemuran sapu memakan waktu 4-6 hari sedangkan kalau musim panas bisa mencapai 1-2 hari. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Asf/mes/14.
    Pekerja menjemur sapu ijuk setengah jadi, di halaman

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 11 Maret 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik buat pembaca. Foto-foto ini bisa menampilkan masalah sosial dengan situasi yang kontras atau aksi simpatik dalam mendukung layanan publik.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Sejumlah pegiat transportasi mencuci bis tingkat Werkudara di Solo, Jateng, Kamis (7/3). Aksi simpatik tersebut untuk mengkampanyekan penggunaan transportasi massal dan menekan tingkat pemakaian kendaraan pribadi kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ed/ama/14
    Sejumlah pegiat transportasi mencuci bis tingkat Werkudara di Solo, Jateng, Kamis (7/3). Aksi simpatik tersebut untuk mengkampanyekan penggunaan transportasi massal dan menekan tingkat pemakaian kendaraan pribadi kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Warga memperbaik jembatan gantung Walet penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Kota Tasikmalaya, di Kampung Walet, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/3). Jembatan yang menyebrangi sungai Ciwulan dengan panjang 100 meter itu sudah mulai rusak dan terpaksa warga harus rela memperbaiki dan merawat jembatan tersebut dengan biaya swadaya masyarakat setempat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ed/mes/14
    Warga memperbaiki jembatan gantung Walet penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Kota Tasikmalaya, di Kampung Walet, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (7/3). Jembatan yang menyebrangi sungai Ciwulan dengan panjang 100 meter itu sudah mulai rusak dan terpaksa warga harus rela memperbaiki dan merawat jembatan tersebut dengan biaya swadaya masyarakat setempat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Seorang tuna wisma tertidur di bawah poster salah satu caleg di Kawasan Petamburan, Jakarta, Kamis (6/3). Menurut lembaga Transparency International masyarakat calon pemilih pada pemilu 2014 diharapkan tidak tergiur dengan janji manis dari partai politik maupun calon anggota legislatif (caleg) selama masa kampanye. ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/Spt/13.
    Seorang tuna wisma tertidur di bawah poster salah satu caleg di Kawasan Petamburan, Jakarta,

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 7 Maret 2014
  • Setiap harinya, tim editorial Yahoo Indonesia akan memilihkan tiga foto terbaik. Foto-foto ini bisa menampilkan skala kerusakan lingkungan yang terjadi, dampak bencana, atau keunikan kota yang mulai tergerus zaman.

    Berikut tiga foto pilihan kami hari ini:
    Sejumlah bemo mengantre untuk menunggu penumpang di kawasan Pesing, Jakarta Barat, Kamis (6/3). Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghapus secara alami keberadaan bemo di DKI dan meminta para supir bemo beralih menjadi pengemudi TransJakarta dengan penghasilan yang lebih baik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Asf/nz/14.
    Sejumlah bemo mengantre untuk menunggu penumpang di kawasan Pesing, Jakarta Barat, Kamis (6/3). Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghapus secara alami keberadaan bemo di DKI dan meminta para supir bemo beralih menjadi pengemudi TransJakarta dengan penghasilan yang lebih baik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/

    Warga memantau lahar hujan yang melewati dam sabo di Sungai Gendol, Sleman, Yogyakarta, Rabu (5/3). Hujan deras yang melanda kawasan puncak Gunung Merapi pada Rabu (5/3) siang mengakibatkan terjadinya lahar hujan yang membawa material di alur sungai yang berada di lereng gunung yang berbahaya bagi aktivitas penambang dan warga sekitar. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/14
    Warga memantau lahar hujan yang melewati dam sabo di Sungai Gendol, Sleman, Yogyakarta, Rabu (5/3). Hujan deras yang melanda kawasan puncak Gunung Merapi pada Rabu (5/3) siang mengakibatkan terjadinya lahar hujan yang membawa material di alur sungai yang berada di lereng gunung yang berbahaya bagi aktivitas penambang dan warga sekitar. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Gumpalan asap mengepul dari kebakaran di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (6/3). Satgas Tanggap Darurat Bencana Asap Riau mengerahkan ribuan personel darat dan delapan pesawat untuk percepat pemadaman kebakaran guna menghindari kemungkinan terburuk perubahan arah angin yang bisa membawa asap ke Singapura dan Malaysia. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ss/Spt/14.

    Selengkapnya »dari Tiga Foto Pilihan Editor 6 Maret 2014
  • Oleh Sirajudin Hasbi

    Republik Indonesia dipimpin oleh seorang presiden yang dibantu wakil presidennya. Sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, dia menjadi otoritas tertinggi di negeri ini. Dia juga menjadi wakil Indonesia ketika perlu berhubungan dengan negara lain.

    Oleh karena itu, sosok yang pantas untuk dipilih menjadi presiden haruslah seseorang dengan kapasitas menjadi pemimpin. Siapa nanti presiden terpilih akan menentukan nasib bangsa setidaknya lima tahun mendatang. Perlu ada kriteria khusus untuk menentukan siapa calon presiden dan wakil presiden yang layak untuk dipilih.

    Calon presiden dan wakil presiden yang pantas untuk dipilih adalah mereka yang memiliki sifat negarawan. Ketika dirinya berpikir tentang Indonesia, maka mereka sedang membayangkan Aceh hingga Papua dengan segala ciri khasnya masing-masing. Negeri ini dikenal dengan keanekaragamannya, mulai dari berbagai suku bangsa, agama, hingga keanekaragaman pangan.

    Seorang negarawan akan menentukan kebijakan yang

    Selengkapnya »dari Presiden Pilihanku
  • Djamilah

    "Saya bukan anak kecil lagi", biasanya lontaran itu yang terdengar ketika remaja berontak.

    Memang menjadi remaja tidaklah mudah karena peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa diiringi pertumbuhan fisik, psikis dan sosial. Pencarian identitas diri membuat remaja sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulannya.

    Perkembangan fisik, juga perkembangan kematangan seksual, terjadi dengan cepat. Masa tersebut membuat remaja rentan terhadap beragam persoalan kesehatan seksual dan reproduksi, seperti pubertas, pacaran, seks pranikah, kehamilan tak dikehendaki, aborsi –  tanpa mengetahui informasi dengan benar.

    Seorang teman yang melakukan pendampingan bercerita, ada seorang gadis remaja berusia 18 tahun di pinggiran Jakarta yang kaget ketika dirinya hamil.
    "Memang saya pernah dimasukkan penis ke vagina saya, tetapi kenapa saya bisa hamil? Padahal saya belum nikah."

    Di hari yang sama, salah seorang perempuan dewasa berumur 26 tahun dan bekerja di salah satu media terkenal di

    Selengkapnya »dari Kok Bisa Remaja Tidak Tahu?
  • Reni Kartikawati

    Ketika kita berbicara mengenai pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas (PKRS) maka yang banyak dipikirkan oleh masyarakat secara umum adalah pendidikan yang mengajarkan “bagaimana melakukan hubungan seksual”.

    Salah kaprah ini membuat masyarakat merasa tabu untuk membicarakan kesehatan reproduksi, terutama pada orang tua terhadap anak-anak mereka yang saat ini sudah mulai menginjak masa remaja. Orangtua juga cenderung beranggapan bahwa informasi seputar kesehatan reproduksi dan seksualitas sudah didapatkan dari sekolah.

    Kasus-kasus permasalahan remaja terkait kesehatan reproduksi dan seksualitasnya saat ini marak terjadi, mulai dari kasus beredarnya video porno yang dilakukan anak SMP di salah satu sekolah di Jakarta, kasus hubungan seks di luar nikah, hingga aborsi serta kehamilan tidak diinginkan (KTD) yang dialami oleh siswi di sekolah.

    Dalam hal ini, kasus kehamilan tidak diinginkan sering berujung pada dikeluarkannya siswi dari sekolah. Lebih lanjut,

    Selengkapnya »dari Yang Terlupakan dalam Mengajarkan Kesehatan Reproduksi
  • Dr. Irwan Hidayana

    Masih ingat kasus Syekh Puji yang menikahi seorang anak perempuan berusia 12 tahun  yang menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat? Kasus itu hanyalah sebuah contoh tentang masih banyaknya pernikahan anak di Indonesia.

    Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa di antara perempuan 10-54 tahun, 2,6% menikah pertama kali pada umur kurang dari 15 tahun dan 23,9% menikah pada umur 15-19 tahun.
    Ini berarti sekitar 26% perempuan di bawah umur telah menikah sebelum fungsi-fungsi organ reproduksinya berkembang dengan optimal.

    Provinsi dengan persentase pernikahan anak tertinggi antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat. Dalam konteks regional ASEAN, angka pernikahan anak di Indonesia adalah tertinggi kedua setelah Kamboja.

    Pernikahan anak (child marriage) perlu mendapat perhatian serius karena mengakibatkan hilangnya hak-hak anak perempuan dalam pendidikan, bermain, perlindungan, keamanan dan

    Selengkapnya »dari Pernikahan Anak dan Kesehatan Reproduksi
  • Meski Indonesia baru tiga kali mengadakan pemilihan anggota legislatif secara demokratis dan dua kali mengadakan pemilihan presiden secara langsung, namun masyarakat tampaknya sudah tak antusias lagi dengan proses ini.

    Jika kami pernah menanyakan pada pembaca tentang rencana mereka berpartisipasi dalam pemilu tahun ini, kini kami menanyakan apakah mereka masih mengharap perbaikan dari mengikuti pemilu. Pada pertanyaan pertama, kami menemukan bahwa setidaknya ada 40% dari responden yang mengatakan akan golput pada pemilu tahun ini.

    Alasan mereka golput pun terjawab. Setidaknya 70% responden mengatakan bahwa mereka tak percaya dengan tokoh dan partai politik yang ada sekarang. Dan saat kami tanya lagi, seberapa optimis pembaca bahwa pemilu legislatif atau pemilihan presiden akan membawa perubahan yang lebih baik? Ada 68% responden atau 2184 orang yang menjawab tidak. Hanya 723 orang atau 22% responden yang menjawab ya, optimis. Dan 326 orang atau 10% yang menjawab tidak tahu.

    Angka-angka

    Selengkapnya »dari Pemilu Tanpa Harapan Perubahan
  • Setiap pekan, kami akan menyoroti nama-nama politik yang paling banyak dicari selama seminggu terakhir. Pemilihan para tokoh ini berdasarkan kriteria pencarian yang dilakukan pengguna search di Yahoo Indonesia.

    Siapa saja tokoh yang banyak dicari pembaca dalam sepekan terakhir? Dan apa yang membuat mereka banyak dicari? Berikut fotonya.

    5. Tri Rismaharini
    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (kanan), dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, melakukan konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 1 Maret 2014. Megawati datang ke Surabaya untuk meredakan hubungan panas antara Wali Kota Surabaya dengan wakilnya, Whisnu Sakti Buana. Megawati meminta keduanya untuk saling mendukung kinerja dan melupakan konflik demi warga Surabaya. [TEMPO/STR/Fully Syafi; FSY2014030106]
    Jadi mundur atau tidak sebenarnya Wali Kota Surabaya ini? Sudah sempat mengumpulkan satuan perangkat kerja daerah untuk berpamitan, nyatanya Tri Rismaharini tetap menjabat sebagai Wali Kota. Namun tak mudah untuk membujuk Risma tetap berada di posisinya. Pada 1 Maret lalu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sampai datang ke Surabaya dan menggelar konferensi pers di Gedung VIP Bandara Juanda untuk menengahi konflik antara Risma dan wakilnya, Whisnu Sakti Buana.

    4. Pramono Edhie
    Peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, menyampaikan pandangannya saat acara Debat Bernegara dalam Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat 2014 di Convention Hall, Mall Grand City, Surabaya, Kamis, 13 Februari 2014. Debat capres sesi pertama yang diikuti oleh Anies Baswedan, Pramono Edhie Wibowo,Endriartono Sutarto, Sinyo Harry Sarundajang, Gita Wirjawan serta Hayono Isman menyampaikan pandangannya tentang pertahanan dan keamanan (hankam) dan sosial budaya di masyarakat Indonesia. [TEMPO/STR/Fully Syafi; FSY2014021326]
    Dalam rangkaian konvensi capresnya, Partai Demokrat mengadakan Debat Bernegara di Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/3) lalu dengan tema hubungan

    Selengkapnya »dari Tokoh Sorotan Pekan Ini, 5 Maret 2014

Penomoran Halaman

(702 Artikel)