Newsroom Blog

Menghias Tas Belanja Pengganti Kantung Plastik

Kita terlalu mudah menggunakan tas plastik saat berbelanja tanpa menyadari ada dampak berkelanjutan dari pemakaiannya.

Sampah tas plastik ini bisa mengakibatkan drainase tersumbat, pembakarannya dapat mengeluarkan racun yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya. Belum lagi, siklus pemakaian yang terlalu singkat sehingga timbunan sampah plastik pun semakin menumpuk.

Greeneration Indonesia lewat kampanye Diet Kantong Plastik mengajak masyarakat bijak dalam menggunakan kantong plastik, agar timbunan sampah plastik dapat berkurang.

Salah satu bentuk kampanye mereka adalah 'HEADBAG Mob'. Masyarakat diajak untuk menukarkan dua buah kresek dengan satu baGoes, produk tas pakai ulang Greeneration Indonesia, yang akan dihias/digambar secara bebas.

Pada Minggu (27/5) lalu, kampanye ini pun dilakukan di Jakarta saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Dalam aksi ini,  tas baGoes yang telah digambar kemudian dikenakan di kepala masing-masing, lalu secara beramai-ramai melakukan konvoi menuju Bundaran HI.

Lihat di sini:



Harapannya, setiap orang ingat untuk membawa tas belanja sendiri.  Riset yang pernah dilakukan oleh Greeneration Indonesia pada 2009 menemukan bahwa sebanyak 73% masyarakat telah memiliki tas yang dapat digunakan berulangkali sebagai pengganti kantong plastik, namun 79% dari mereka tidak membawanya pada saat berbelanja. Alasan mereka tidak membawa tas belanja tersebut, 63% lupa dan 15% malas.

Apakah Anda sudah punya tas belanja pengganti kantung plastik?

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.