2012, Bisnis Properti Indonesia Paling Menguntungkan di Dunia

Booming sektor properti sudah di depan mata. Demikian pendapat beberapa pengamat properti Tanah Air. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik, turunnya suku bunga, dan meningkatnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama bangkitnya sektor riil ini.

Bahkan, pengamat properti Panangian Simanungkalit berani mengatakan bahwa di 2012 ini, bisnis properti di Indonesia adalah yang paling menguntungkan di dunia. Alasannya, tutur Panangian, menurut data BPS tahun 2011, masih ada sekitar 14 juta keluarga, atau 23% dari 61 juta keluarga di Indonesia, yang belum memiliki rumah. "Hal ini membuat prospek properti di Indonesia sangat luar biasa," tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terlihat semakin sulit menyediakan rumah bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. "Lihat saja, demand rumah mencapai 900 ribu unit per tahun, sementara suplai hanya 80 ribu per tahun," kata Panangian. "Selain itu, di Indonesia semua segmen pasar properti sangat terbuka sebagai investasi atau bisnis bagi investor dan pengembang termasuk pasar untuk kelas paling bawah."

Di luar negeri, imbuh Panangian, pasar properti untuk kelas menengah ke bawah tertutup bagi pengembang dan investor. Pasalnya, suplai dan mekanismenya dikendalikan pemerintah negara tersebut.

Jabodetabek Paling Prospektif
Dari semua kawasan di Indonesia, Panangian menunjuk Jabodetabek sebagai kawasan yang paling prospektif untuk investasi properti di 2012 ini. Alasannya, kebutuhan hunian yang tertinggi di Indonesia tahun ini masih ada di Jabodetabek.

"Saya memperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan, penduduk Jabodetabek akan bertambah 7,2 juta jiwa. Jika diasumsikan satu rumah dihuni empat orang, maka dalam sepuluh tahun ke depan akan diperlukan 1,8 juta unit hunian, sehingga setiap tahun akan dibutuhkan setidaknya 180 ribu unit hunian.

Hal tersebut ditunjang dengan daya beli masyarakat Jabodetabekyang tergolong tinggi. "Daya beli pasar tertinggi di Indonesia tahun ini juga ada di Jabodetabek," papar Panangian. "Tak hanya itu, jumlah investor properti terbanyak juga ada di Jabodetabek," pungkasnya.

Anto Erawan